:

Ada 3 Peristiwa Indah di Trinitas

Minggu, 16 Agustus 2009 terjadi 3 peristiwa indah dalam Perayaan Ekaristi pkl. 08.30 di Paroki Trinitas – Cengkareng.  Romo Peter K. Subagyo, OMI  genap berusia 56 tahun pada hari itu, Wanita Katolik RI Cabang Trinitas pun merayakan 16 tahun karya mereka baik di tengah umat Paroki Trinitas – Cengkareng maupun di masyarakat umum.  Yang tak kalah pentingnya adalah Perayaan Ekaristi hari itu merupakan Misa Perdana bagi 6 Imam Yesuit yang baru saja menerima tahbisan Imamat mereka di Kotabaru, Yogyakarta pada 29 Juli 2009.  Salah seorang dari Imam Yesuit itu, Rm. Hery Berthus Managamtua Simbolon, SJ adalah putra Paroki Trinitas – Cengkareng.  Kedua orangtua Romo Agam, sapaan akrabnya, tinggal di Cengkareng, bahkan Ibunda Rm. Romo  Agam adalah Wakil Ketua Ranting Sta. Angelina WKRI Cabang Trinitas.

Bible Camp Bina Iman Remaja 2009

biblecamp2009Jumat–Minggu, 03-05 Juli 2009, Bina Iman Remaja Trinitas mengadakan Bible Camp, sebuah kemping rohani untuk anak remaja bertema  “Jadi Saksi Kristus ? Mau dong… Siapa takut ???”  Acara diadakan di Camping Ground Pringayu, Ciawi – Bogor, diikuti oleh 152 remaja dari wilayah-wilayah yang ada di Paroki Trinitas – Cengkareng.  Dengan menggunakan 3 bis dan beberapa mobil, kami berangkat menuju lokasi acara.  Setelah beristirahat sebentar, diadakan acara Ice Breaking yang diikuti dengan penuh semangat oleh para peserta.
 
Adapun Bible Camp adalah acara yang ditujukan untuk memupuk iman, kemandirian dan rasa kebersamaan antar remaja separoki.  Karena tahun ini acara diadakan di lokasi khusus berkemah, kami semua tidur di tenda-tenda.  Untuk keperluan makan, disediakan prasmanan dan juga ada waktu para peserta memasak sendiri lauknya.  Sesuai aturan khusus di lokasi,  semua peserta harus mencuci peralatan makannya sendiri.  Jadi para peserta belajar mandiri mengurus peralatan dan perlengkapan pribadi masing-masing.

Intisari Homili Minggu Biasa XXVI, 27 September 2009

STOP SEMANGAT EKSKLUSIF
Oleh: Romo Antonius Widiatmoko, OMI

Salah satu godaan terbesar zaman ini adalah semangat eksklusif – yaitu semangat yang membuat seseorang merasa dirinya paling istimewa, paling khusus, dibandingkan dari orang lainnya.  Yang penting adalah “aku” – diri sendiri.  Urusanmu bukan urusanku, singkatnya berlaku hukum “elu-elu – gue-gue”.  Dalam bidang rohani, misalnya, semangat eksklusif ini membawa orang untuk merasa hanya dirinya yang pantas menerima berkat Tuhan, orang lain dirasakan tak pantas untuk mendapat berkat yang sama karena satu dan lain hal.  Maka muncullah “saudara-saudara dari semangat eksklusif” yaitu rasa sombong dan iri hati jika seseorang ternyata mendapatkan yang lebih baik atau lebih banyak darinya.

Read more

Intisari Homili Minggu Biasa XXV, 20 September 2009

Oleh: Romo F.X. Sudirman, OMI

Pada dasarnya, dalam setiap manusia ada suatu gerakan untuk menjadi semakin besar.  Manusia dilahirkan dalam keadaan kecil (bayi) lalu bertumbuh menjadi besar dan semakin besar.  Demikian juga dalam kehidupan manusia dewasa, saat memasuki jenjang kerja, misalnya, manusia cenderung untuk menggapai kedudukan yang semakin tinggi atau semakin diakui.  Keinginan untuk menjadi besar, diakui, dihormati, bermartabat tinggi, selalu ada menempel pada manusia sepanjang waktu.

Read more

Supaya Umat Mau Sharing

Perkenankan saya berbagi pengalaman.  Saya tinggal di Wilayah Sta. Clara, Paroki St. Agustinus, Tangerang.  Pernah menjadi Ketua Lingkungan dan sekarang menjabat sebagai Sekretaris Lingkungan. Di Paroki kami ada kebijakan berupa tiap nama Lingkungan mengacu pada nama Wilayah.  Maksudnya adalah untuk kemudahan administrasi Paroki. Jadi misalnya saya tinggal di Wilayah Sta.Clara, maka nama Lingkungannya adalah Sta. … Read more

Intisari Homili Minggu Biasa XXIV, 13 September 2009

Berserah Total Pada Tuhan
Oleh: Romo Vincentius Watun, OMI

Dalam Kitab Yesaya yang dibacakan hari ini, kita mendengarkan tentang Yesus Kristus yang mempercayakan dan menyerahkan diri sepenuhnya pada Allah.  Ia pun merendahkan diriNya sampai sehabis-habisnya, menyerahkan nyawa untuk memperolehnya kembali, sehingga kita yang telah dibaptis dalam nama Yesus Kristus, akan memperoleh hal yang sama.  Itulah yang dinamakan penyerahan diri total, dan itu pula yang membuka jalan bagi kita sebagai hambaNya untuk mengikuti semua yang dikehendaki Allah bagi kita.

Read more

Paroki St. Leo Agung (Jatibening)

Buku baptis sejak 1992.  Stasi Sta. Angela dalam Paroki Duren Sawit ini diresmikan sebagai Paroki mandiri St. Leo Agung tahun 1992.  Perayaan Ekaristi pada awal tahun 1990 sering diganggu oleh kelompok yang iri hati, tetapi bersahabat sesudah didukung secara keuangan.  Gereja yang baru diberkati, dibakar 1996.  Penentuan batas di antara paroki-paroki di sekitarnya agak sulit … Read more

Paroki St. Mikael (Kranji)

Buku baptis dimulai waktu stasi dipisahkan dari Paroki Arnoldus, Bekasi, 1991. Karena gereja belum ada, maka digunakan gedung serbaguna Strada (1991).  Setelah 13 tahun lewat, baru IMB untuk gereja dan poliklinik diperoleh (2004). Pastor perintis ialah Jan Lali, SVD, dan pastor pertama H. Mulan Tukan, SVD.  Sejak awal umat ini digembalakan oleh imam Serikat Sabda … Read more

Paroki Sta. Bernadet (Ciledug)

Buku baptis dimulai sejak Paroki Sta. Bernadet, Ciledug dipisahkan dari Paroki Tangerang, 1990. Semula Misa (1989) dirayakan di Gedung Tinggi (asrama POLRI), lalu di beberapa gedung serbaguna.  Gedung sekolah sementara, yang dibangun oleh Paroki di atas tanah Yayasan Sang Timur (1990), digunakan oleh umat paroki (Misa hari Minggu, 1992) dan sekolah. Pastor pertama, L. Reekmans, … Read more