Judul Buku : Tanda – Kata, Angka, & Nada
Penulis : Rm. Jost. Kokoh, Pr
Penerbit : Kanisius, 2009
Isi : 304 halaman
Hidup manusia ternyata tidak lepas dari tanda, baik itu yang diberikan oleh alam, kehidupan sehari-hari, juga oleh Sang Pencipta. Setiap bangsa dan suku juga memiliki tanda-tanda itu. Mereka meyakini, membuat komitmen, lalu menganggap tanda tersebut sebagai sesuatu yang sakral.
Mbah Surip telah pergi. Namun orang-orang masih terus mengenangnya tanpa henti. Dan diliputi sedih karena kepergiannya yang begitu dini. Mbah Surip telah tiada. Tapi lagunya “Tak Gendong Ke Mana-Mana” masih senantiasa mengiang di banyak telinga. Seakan ia masih ada, dan terus tertawa, “Ha, ha, ha.” Mbah Surip memang selalu gembira. Dan ingin membuat orang lain gembira. Dan kegembiraan yang diberikannya bukan kegembiraan yang mewah, mahal dan penuh polesan dan kosmetika, tapi memberikan kegembiraan yang sederhana, murah dan apa adanya. Lagunya, “Tak Gendong”, bukan lagu yang tinggi mutunya atau indah aransemennya. Lagu itu sangat sederhana, malah minim dengan aransemen yang indah. Namun lagu itu mengalir dari kesederhanaannya, membual dari kegembiraan hatinya yang terdalam. Karena itu “Tak Gendong” juga bisa membuat orang gembira dan tertawa bersamanya, “Ha, ha, ha.”
Rabu, 20 Mei 2009, sekitar Pk. 18.00 para pembina dan remaja mulai berdatangan di sekitar Gu Maria Paroki Trinitas – Cengkareng. Hari itu memang akan diadakan Doa Rosario Hidup. Setelah nyanyian dan doa pembukaan, kami mengadakan perarakan mengusung patung Bunda Maria, Bunda yang sangat kami hormati, mengelilingi gereja, diiringi lagu-lagu Maria, dan berakhir di Aula St. Eugenius de Mazenod.
Untuk menyemangati para anggota paduan suara (PS) yang sudah mulai jenuh, memupuk semangat kebersamaan dan kekeluargaan, saling berbagi pengalaman, dan membina persaudaraan, PS Elisabeth (Wil. 1) dan PS Salve Deus (Wil. 21) mengadakan Rekoleksi Rekreasi yang mengangkat tema “Semangat Pelayanan”. Rekoleksi yang berlangsung 18-19 Juli 2009 di Villa Gadog, Bogor ini dibawakan oleh Romo Andi Gunardi, Pr dari Wacara Bakti Jakarta.
Melayani bukan pada tanggal berapa, hari apa, jam berapa dan, dengan siapa. Tetapi melayani itu sewaktu-waktu, di mana pun dan pada siapa pun!
