:

Penampakan Tuhan

Masa Natal dan masa Paskah punya persamaan dalam tema, yaitu Yesus Kristus – Sang Putra Allah – sebagai Terang Dunia yang menguasai kegelapan. Kita semua dipanggil untuk hidup dalam terang.  Hidup dalam terang berarti kita perlu selalu membersihkan diri dan mengubah diri -hidup dalam pertobatan sehingga kita dapat selalu melihat dengan mata yang lebih terang.  Pertobatan membawa kita kepada hidup yang lebih lagi.  Kita dimampukan untuk membawa Kabar Baik kepada orang lain dan melihat terang yang datang dari Allah.

Read more

Berpastoral Lewat Internet

Judul Buku:  Merasul Lewat Internet, Kaum Berjubah dan Dunia Maya Penulis: Reynaldo Fulgentio Tardelly, SX Penerbit: Kanisius, 2009 Tebal: 176 halaman Kehadiran internet sudah merambah di berbagai tempat, baik masyarakat perkotaan maupun pedesaan.  Media komunikasi interaktif ini pun sudah menjangkau semua anggota Gereja, baik di kalangan umat maupun para klerus dan religius.  Buku karya Reynaldo … Read more

Surat Bapa Uskup Untuk Keluarga

Menyambut Hari Raya Keluarga Kudus, Minggu 27 Desember 2009. Keluarga-keluarga Katolik dan Saudara-Saudari umat Keuskupan Agung Jakarta yang terkasih.  Mengawali surat kami kepada anda, kami sampaikan salam bahagia Natal kepada Saudara-Saudari.  Semoga masa Natal ini membahagiakan Anda beserta seluruh keluarga. Surat ini kami tulis kepada Anda saat Gereja sedang merayakan Tahun Imam, memperingati 150 tahun wafat Pastor Paroki Ars, yaitu Pastor Yohanes Maria Vianney, Pelindung Para Imam.  Maka mari kita rayakan Pesta Keluarga Kudus Yesus, Maria, dan Yosef dengan penuh syukur, karena dari Keluarga Kudus itu lahir Yesus Imam Agung Perjanjian Baru.  Kita syukuri pula bahwa dari keluarga Mateus Vianney dan Maria Beluse pada tanggal 8 Mei 1786, lahir Yohanes Maria Vianney, teladan dan pelindung para imam.

Memang Tuhan Itu Baik Kepada Semua Orang

Saudara-Saudariku yang terkasih dalam Kristus, betapa kita masih akan dapat mengatakan Tuhan tidak baik kepada kita?  Lihatlah Allah tidak saja memberikan berbagai macam rahmat yang kita perlukan untuk menjalani hidup ini.  Hidup itu sendiri sudah merupakan rahmat tersendiri bagi kita, belum lagi kesehatan, kehadiran orang-orang yang kita cintai dan yang mencintai kita, keluarga kita, pekerjaan kita, indahnya alam ciptaan di sekitar kita, dan masih banyak lagi.  Kalau sekarang ini Dia memberikan kepada kita PuteraNya sendiri untuk penebusan dosa kita, tidakkah Allah memang sungguh-sungguh baik?  Saudara-saudariku, TUHAN MEMANG SUNGGUH BAIK KEPADA KITA…. KasihNya sungguh tanpa syarat diberikan kepada kita.

40 Tahun Tahbisan Imamat Romo Carolus Burrows, OMI

Nama lengkapnya Charles Patric Edwards Burrows, lahir di Seville Place, Dublin, Irlandia Selatan  pada 08 April 1943.  Di usia 19 tahun, Charlie – begitu Beliau biasa disapa – masuk Novisiat Oblat Maria Immaculata (OMI).  Serangkaian formasi dan pendidikan sebagai seorang calon Imam OMI  dilaluinya hingga Beliau meneguhkan panggilannya dalam Tahbisan Imamat di Piltown, sebuah desa kecil di selatan timur Irlandia pada 21 Desember 1969.  Imam muda ini kemudian ikut dalam rombongan imigran Irlandia ke Australia di bulan September 1970 dan sempat berkarya beberapa waktu di Paroki Sefton, Sydney, Australia.  Sejak 09 September 1973, Beliau dikirim ke Indonesia untuk berkarya di Paroki St. Stephanus, Cilacap, Jawa Tengah hingga sekarang.

Apakah Yesus Lahir dalam Keluarga Kita?

Kiranya saat ini adalah waktu yang sangat tepat untuk merefleksikan secara lebih serius bagaimana Yusuf dan Maria sebagai keluarga yang dipilih Allah menjadi tempat lahirnya Yesus. Disini Allah menunjukkan bahwa keluarga diberi peran yang amat penting bagi terselenggaranya rencana Allah. Refleksi ini menjadi semakin penting mengingat keluarga zaman sekarang cenderung direduksi menjadi sebuah lembaga sosial yang kehilangan makna Ilahi. Keluarga seolah tidak lebih dari sekedar wadah untuk memfasilitasi manusia memuaskan nafsu, tempat tindak kekerasan fisik, psikologis dan emosi. Keterasingan dan kerapuhan masyarakat bersumber dari dalam keluarga.  Natal adalah momen yang paling tepat untuk mengembalikan keluarga kita kepada makna terdalam maksud Allah dengan keberadaan setiap keluarga, yaitu keluarga yang mau, dan mampu melahirkan Yesus seperti keluarga Yusuf–Maria.

 
Keluarga yang memungkinkan Yesus lahir, tumbuh besar dan menjadi bagian dari terlaksananya Karya Keselamatan Allah. Tulisan ini merefleksikan kondisi yang menjadi syarat lahirnya Yesus dalam sebuah keluarga kendati tidak mungkin memberi gambaran lengkap. Paling tidak beberapa pointer berikut layak untuk kita hidupi, dan perjuangkan demi proses mejadi keluarga kristiani.
 

Tim Karya Sejahtera

Dalam  menanggapi  himbauan Bapa Uskup  Agung  Jakarta, Julius Kardinal  Darmaatmadja, SJ agar  Gereja  turut serta  dalam mambantu umat  yang mengalami  pemutusan  hubungan kerja (PHK) dan  agar  jangan  sampai  ada  umat  yang  tidak makan, maka dibentuklah suatu wadah yang dinamai “Tim Karya  Sejahtera”.  Kepengurusan  Tim  Karya  Sejahtera  terdiri  dari   para Pengurus Seksi dan Kelompok Kategorial yang  ada di Paroki  Trinitas – Cengkareng,  yaitu antara lain Seksi PSE – Seksi Kerasulan Awam – WKRI – Koperasi Kredit Usaha Sejahtera, dll.

Read more

Jadwal Kursus Persiapan Pernikahan 2015

Berikut adalah jadwal Kursus Persiapan Pernikahan (KPP).  Surat Pengantar KPP dapat diambil di Sekretariat Paroki pada hari dan jam kerjanya untuk diantar ke Sekretariat Pendaftaran KPP di Paroki St. Kristoforus, Grogol, Selasa-Kamis, pkl. 15.00-18.00, dengan Bapak Janto (0817 164 715). DEKENAT JAKARTA BARAT II: Mei: 08-10 Juni: 12-14 Juli: 10-12 Agustus: 14-16 September: 11-13 Oktober: … Read more