:

Arti Ke Gereja

Seorang Katolik menulis surat kepada Redaksi sebuah surat kabar dan mengeluhkan bahwa dia merasa sia-sia pergi ke gereja setiap minggu.  Tulisnya: “Saya sudah pergi ke gereja selama 30 tahun dan selama itu saya telah mendengar 3.000 homili.  Tapi selama hidup, saya tidak bisa mengingat satu homili pun.  Jadi saya rasa saya telah memboroskan begitu banyak … Read more

Ketika Harus Mengakhiri…..

Roh Moo-Hyun (mantan Presiden Korea Selatan):
I can’t imagine the countless agonies down the road. The rest of my life would only be a burden for others. I can’t do anything because I’m not healthy. I can’t read books, nor can I write.  Don’t be too sad. Isn’t life and death all part of nature? Don’t be sorry. Don’t blame anybody. It’s fate. Please cremate me. And please leave a small tombstone near home. I’ve long thought about that. (catatan bunuh diri yang ditemukan di computer mantan Presiden Korea Selatan Roh Moo-Hyun – sumber:  BBC News).

Akhir-akhir ini, berita meninggalnya beberapa orang ternama dengan jalan bunuh diri, membuat penulis prihatin. Di Korea, bahkan mantan presidennya, Roh Moo-Hyun, memilih jalan ini, karena pada awalnya Roh adalah Presiden yang terkenal bersih, bahkan berjanji untuk memberantas korupsi, malah ketahuan istrinya dan keluarganya menerima suap sebesar $ 6 Mn (6 juta). Dengan perasaan malu dan bersalah yang mendominasi, Roh akhirnya memilih bunuh diri dengan cara menjatuhkan dirinya ketika mendaki gunung di belakang rumahnya. Tragis dan ‘shocking’.

Read more

Santo Paulus, Misionaris Besar Segala Zaman

Santo Paulus “bersinar laksana bintang yang bercahaya di dalam sejarah Gereja, dan bukan hanya dalam kisah awalnya.” (Paus Benediktus XVI, dalam Audiensi pada 25 Oktober tahun 2006) Paulus bukan hanya penulis surat-surat yang kita warisi sekarang ini. Ia pertama-tama dan terutama adalah misionaris. Ia dikenal dengan sebutan Rasul Segala Bangsa dan seorang tokoh  penting dalam Gereja, yang penuh warna dan lengkap. Pertemuannya dengan Kristus dalam perjalanan ke Damsyik adalah sumber dari  segala pewartaan dan teologinya. Ketika ia melakukan perjalanan ke kawasan Laut Tengah, mengalami penganiayaan, bahaya yang mengancam dalam perjalanan, ia bekerja tak henti-hentinya. Itulah yang menjadi kebanggannya dalam hidup, yaitu mewartakan Injil di tempat-tempat di mana Injil belum pernah diwartakan.

Sibuk = Mati Rasa

Dalam aksara Cina, kata “sibuk” berarti “kematian hati” atau “hati yang mati”. 
Kesibukan cenderung membuat orang “mati rasa” karena terampas hal yang berharga dalam hidup kita, yakni kepekaan.
 
Orang yang sibuk bisa kehilangan kepekaan terhadap Tuhan dan sesama.
Lebih parah lagi, orang yang sibuk lama-kelamaan bisa menjadi egois – tidak lagi peduli pada manusia di luar dirinya.
Paulus membukakan tentang kondisi manusia akhir zaman kepada Timotius.
Kondisi di mana manusia akan “mencintai dirinya sendiri [egois], menjadi hamba uang, membual, menyombongkan diri, menjadi pemfitnah, berontak terhadap orang tua, tidak tahu berterima kasih, dan tidak mempedulikan agama.” (2 Timotius 3:2)

Sebagai anak Tuhan, mari kita latih kepekaan rohani dalam mencermati tanda-tanda zaman, agar tidak terjebak dalam kematian hati.

Read more

Membongkar Misteri Kebangkitan

Berbicara tentang kebangkitan menyisakan sebuah pertanyaan apakah rahasia kebangkita bisa terkuak padahla kita belum emngalami kematian. Masuk dalam dunia kebangkita tidak harus mengalami kematian fisik. Bangkit mempunyai arti: perubahan dari yang kurang baik menjadi lebih baik. Kurang bersemangat menjadi bersemangat. Kurang peduli menjadi lebih peduli. Mengapa Tuhan mengijinkan manusia berada dalam keadaan yang kurang baik? Mari kita simak injil Yohanes.

Yohanes bab 11:14 Karena itu Yesus berkata dengan terus terang : “Lazarus sudah mati; tetapi syukurlah Aku tidak hadir pada waktu itu, sebab demikian lebih baik bagimu supaya kamu dapat belajar percaya.” 39 Kata Yesus, “Angkat batu itu!” Marta, saudara orang yang meninggal itu, berkata kepadaNya : “Tuhan, ia sudah berbau, sebab sudah empat hari ia mati.” 40 Jawab Yesus, “Bukankah sudah Kukatakan kepadamu : Jikalau engkau percaya, engkau akan melihat kemuliaan Allah?” 43 Dan sesudah berkata demikian berserulah Ia dengan suara keras, “Lazarus, marilah keluar!” 44 Orang yang telah mati itu datang keluar, kaki dan tangannya masih terikat dengan kain kafan dan mukanya tertutup dengan kain peluh. Kata Yesus kepada mereka, “Bukalah kain-kain itu dan biarkan ia pergi.”

Read more

Untuk Kita Renungkan

Banyak dari kita yang pasti mengenal penyanyi kondang Nusantara, Ebiet G. Ade.  Di era 1980-an, Ebiet begitu dikenal luas dengan lagu-lagu buah penanya sendiri.  Penampilannya yang sederhana dan selalu ditemani gitar, serta lirik-lirik lagunya yang tidak biasa semakin membuat Ebiet menjadi seorang penyanyi yang ‘lain daripada yang ada’ pada masanya.

Apa hubungannya dengan tulisan ini?

“Untuk Kita Renungkan” adalah salah satu lagu hasil tulisan Ebiet G. Ade.  Lagu ini begitu berkesan buat penulis.  Dari sejak penulis kenal lagu ini hingga sekarang, seringkali kata-kata dalam lagu ini bergema dan bergema lagi, seiring dengan kejadian-kejadian yang penulis alami sendiri atau yang terjadi di sekitar penulis.  Untuk itu, penulis ingin sekali berbagi cerita dengan para Pembaca semua.

Read more

Apakah binatang kesayangan masuk surga?

Selama ini belum ada ajaran yang mengatakan bahwa surga itu khusus untuk manusia, atau surga itu campuran antara manusia dengan binatang atau malah ada surga khusus untuk binatang. Yang ada adalah, surga itu adalah saat kita bersatu dengan Sang Pencipta, mengalami secara penuh kesatuan kasih dengan Dia, Yang adalah Kasih.   Jadi, kalau binatang kesayangan … Read more

Apa itu “Imam Ekskomunikasi”?

Imam ekskomunikasi adalah seorang imam yang dijatuhi hukuman ekskomunikasi (dikeluarkan dari persekutuan) karena sebab-sebab tertentu, seperti pelaku/pendukung aborsi/pengguguran kandungan, mengajarkan ajaran sesat, dan juga alasan khusus lainnya yang dijatuhkan oleh Tahta Suci.     Biasanya, seorang imam ekskomunikasi itu: (1) dilarang menerima Komuni; (2) tidak dianggap sebagai anggota Gereja lagi.   Ada kasus yang terjadi … Read more

Mengapa Imam Harus Hidup Selibat?

Selibat berasal dari kata Latin “Caecibatus” yang berarti “hidup tidak menikah”.  Gereja Katolik Roma menuntut para imamnya untuk tidak menikah seumur hidup dan taat pada kemurnian pribadi dalam pikiran maupun dalam perbuatan.  Selibat bukan suatu pokok iman Katolik, melainkan tuntutan hukum Gereja yang mengatur cita-cita tentang hidup klerus Katolik.  Selibat harus dibedakan dari kaul para religius untuk tidak menikah.

Dalam semua Ritus Timur Gereja Katolik, para uskup wajib berselibat.  Tetapi dalam Ritus Katolik Byzantin, Koptik, Siria, Armenia, dan Rutenia, para imam biasanya berkeluarga sama seperti dalam Gereja Ortodoks.  Hal ini sesusai dengan keputusan Sinode Trullo pada tahun 692.

Read more