:

Kuasa mengajar Pimpinan Gereja, bisa salah?

Pertanyaan dari seorang umat pengunjung Website Trinitas: Dari Kitab Suci kita mengetahui bahwa yang menyalibkan Yesus tidak lain adalah orang  Yahudi yang notabene termasuk para imam, dan sekarang kita tahu bahwa ternyata para imam telah membuat keputusan yang salah, benar demikian? kalau ‘ya’ maka apakah Pimpinan Gereja yang dikatakan mempunyai kuasa mengajar akan dapat mengalami … Read more

Adakah halangan-halangan dalam perkawinan Katolik?

Halangan UmurKonferensi Waligereja Indonesia (KWI) menetapkan batas umur minimal pria 20 tahun dan wanita 18 tahun untuk dapat dinikahkan secara Katolik. Negara menetapkan batas minimal pria 19 tahun dan wanita 16 tahun, Hukum Kanonk menetapkan batas minimal pria 16 tahun dan wanita 14 tahun (karena berlaku untu di seluruh dunia). Maka atas pertimbangan dan kewenangan, … Read more

Apa ciri-ciri perkawinan Kristiani (Katolik)?

Perkawinan Kristiani menandakan cintakasih Kristus dengan GerejaNya. Hubungan cintakasih Kristus dan GerejaNya yang ditandakan dan menjadi model hubungan cintakasih suami-istri itu sifatnya tunggal (monogam), setia (tidak dapat diceraikan), dan subur. Tunggal (monogam):Kristus selalu cinta kepada GerejaNya dan Kristus menuntut GerejaNya untuk tetap dalam cintaNya yang tunggal dan utuh.  Maka hubungan suami-istri sifatnya juga harus tunggal … Read more

Informasi Kongregasi di Jakarta

  Anda tertarik menjadi Imam, Bruder, atau Suster?  Silahkan hubungi: Seminari Menengah Wacana BhaktiJl. Pejaten Barat No. 10ARagunan, Pasar MingguJakarta 12550Tel. 7804986 – 7804996 Seminari Tinggi KAJ Yohanes Paulus IIWisma CempakaJl. Cempaka Putih Timur XXV no. 7 & 8Tel. 4203374 – 4207480Wisma PuruhitaJl. K.H. Maisin 84KlenderJakarta 13470Tel. 86601331 – 86601333 Serikat Xaverian (SX)Wisma XaverianJl. Cempaka … Read more

Suara Emas Romo Widi Bergema Di Raker PPG

Panitia Pembangunan Gereja (PPG) yang baru direvitalisasi mengadakan Rapat Kerja (Raker) guna menyatukan visi dan misi serta menyusun program kerjanya.

Raker PPG ini diadakan di Gereja Stasi St. Vincentius Pallotti, Vila Taman Bandara, Dadap,  pada  Minggu, 03 Mei 2009 dengan dihadiri sebanyak 45 orang.  Raker dibuka  oleh Romo A. Widiatmoko, OMI dengan Ibadat Sabda dari Injil Yohanes tentang Gembala Yang Baik.  Dalam Homilinya Romo Widi memberikan sebuah ilustrasi cerita dengan inti rasa tanggung jawab satu sama lain, karena kita semua sebagai Tim PPG adalah satu tubuh.   Usai Homili, dilaksanakan perutusan dan pemberkatan  yang diawali dengan Doa Berkat oleh Romo Widi dan perecikan air suci kepada seluruh anggota PPG yang hadir.

Selanjutnya peserta mendengarkan Kata Sambutan dari ketiga Ketua Kolegial yaitu Bapak A.M. Wilson Hasyim (membidangi Liturgi dan Perizinan),  Bapak Y. Erwin Intan (membidangi Perencanaan dan Pembangunan),  dan Bapak Julius Husen (membidangi Dana, Komunikasi Sosial, dan Logistik).  Kemudian penjelasan tata cara raker oleh Bapak S. Surjanto Hermanto yang juga mengambil  kesempatan ini untuk menegaskan bahwa dana PPG saat ini aman tersimpan dalam rekening PPG  dan dapat dipertanggungjawabkan penggunaannya secara lengkap.
Sehubungan dengan telah terbitnya izin prinsip pembangunan  Gereja Stasi Sta.  Maria Imakulata, maka peserta raker kemudian dibagi dalam beberapa kelompok diskusi guna membahas berbagai hal, seperti misalnya Seksi Dana yang perlu segera menghimpun dana melalui beberapa cara, diantaranya  KPU (Kartu Persembahan Umat), Kolekte Kedua, Proposal, “Ngamen”, dan TSU (Tanda Syukur Umat); Seksi Perencanaan yang harus segera menyelesaikan disain  bangunan gereja;  Seksi Pembangunan menyusun anggaran yang dibutuhkan, serta Seksi Perizinan yang membuat jadwal kerja dan anggaran untuk mengurus izin-izin yang berkaitan dengan pembangunan dan penggunaan bangunan.

Read more

Revitalisasi PPG

Panitia Pembangunan Gereja (PPG) direvitalisasi.  Pada acara syukuran atas terbitnya izin prinsip Gereja Santa Maria Imakulata, Minggu, 29 Maret 2009, Romo Peter K. Subagyo, OMI, Ketua Umum Dewan Paroki Pleno Gereja Katolik Trinitas, Paroki Cengkareng, yang sedang memberikan kata sambutannya tiba-tiba memanggil 3 orang untuk maju ke depan.  Mereka adalah Bpk. Albertus Magnus Wilson Hasyim, Bpk. Julius Husen, dan Bpk. Yulianus Erwin Intan.  Ketiga putra Paroki Cengkareng ini mendapat kepercayaan penuh dari Dewan Paroki untuk melanjutkan karya-karya PPG hingga selesai berdirinya Gereja Santa Maria Imakulata.

Read more

Karya Terbesar

Ku lihat pemandangan alam…Sungguh terasa indah…Nyaman, ku berada di dalamnya…Terlihat berbagai tanaman indah… Ku ingin seperti Dia…Yang bisa membuat segalanya…Namun ku tak pantas…Karena aku sering merusaknya… Aku hidup di bumi…Bukan untuk merusak…Melainkan untuk memelihara…Karya terbesar, ciptaan-Nya… (Carla Cornelia Alfons, siswi SMPK Seraphine Bakti Utama, kelas VII)

Tanda – Tanda Luka

Saudara-saudara terkasih dalam Kristus, 

Untuk mengawali curahan hati pada hari Raya Paskah 2009 ini, saya mengutip sebuah kisah yang sangat menarik. Kisah ini berjudul, “Tanda-Tanda Luka”

Beberapa tahun yang lalu di sebuah musim panas di Florida bagian selatan. Seorang anak kecil memutuskan untuk pergi berenang di sebuah danau di belakang rumahnya. Dengan tergesa-gesa dia berlari keluar pintu belakang sambil melepaskan sepatu, kaus kaki dan kaosnya, terjun ke air yang dingin. Dia berenang dan berenang terus tanpa disadarinya bahwa dia sudah berada di tengah-tengah danau. Bersamaan dengan itu, seekor buaya besar juga sedang berenang ke arah yang sama. Ibunya dari dalam rumah memandang ke arah jendela dan melihat anaknya dan buaya tersebut semakin lama semakin mendekat satu dengan yang lain. Dengan ketakutan yang luar biasa, dia berlari ke dekat pinggir danau tersebut sambil berteriak kepada anaknya dengan sekuat tenaga. Ketika mendengar teriakan ibunya, anaknya sadar dan berbalik berenang ke arah ibunya.

Read more

Berpikir Positif? Kenapa Tidak?!?

Nama saya Robert Wowor.  Orang Indonesia mengenal saya sebagai Robby Wowor.  Pada tanggal 19 Februari 1959, saya memulai perjalanan kehidupan saya di sebuah negara yang kini dikenal sebagai Singapura.  Saat ini, saya terbilang ke dalam barisan Imam-Imam Ordo Fratum Minorum atau OFM.

Tidak mudah bagi saya untuk memulai perjalanan hidup panggilan saya.  Keinginan saya untuk menjadi seorang biarawan, awalnya mendapat pertentangan dari keluarga saya.  Bahkan, saat menjelang kaul kekal pun, keluarga saya tetap menentang keputusan saya untuk tetap bertahan hidup sebagai seorang Imam.  Tidak ringan rasanya manakala saya berhadapan dengan pertentangan-pertentangan dari keluarga.  Namun, saya bersyukur karena keluarga besar Ordo Fransiskan yang merupakan keluarga baru saya memberikan dukungan yang begitu menguatkan saya.

Kalau boleh menarik mundur ke belakang sejenak, saya merasa tertarik untuk menjadi seorang imam karena saya ingin melayani orang-orang sederhana.  Kala itu, saya ingin sekali menjadi seorang misionaris yang melayani umat di Papua.  Mengapa Papua?  Ya.  Bagi saya, Papua adalah daerah yang dapat membuat saya dapat mewujudkan motivasi imamat saya, yaitu hidup bersama dengan orang-orang sederhana.  lagipula, Papua juga merupakan daerah di ujung Indonesia yang memiliki pesona alam dan budaya yang begitu memikat hati saya.

Read more