Ada sepenggal cerita pendek dari epik/wiracarita Ramayana yang sudah dikenal sekian puluh abad yang lalu. Epik ini datang dari budaya Hindu di kaki pegunungan Himalaya ke Pulau Jawa lalu berkembang menjadi bagian budaya Jawa melalui media wayang. Di situ dikatakan bahwa Rama Wijaya (yang tak lain adalah titisan Dewa Wisnu) sedang memberikan petuah kepada Raja Alengka yang baru, Gunawan Wibisana. Adapun isi petuah itu berupa delapan butir kata sebagai delapan pegangan dalam kehidupan. Tiga kata diantaranya, yakni: Bulan, Bintang dan Matahari (BBM). Ada tiga sifat dari BBM, yakni:
Berdaya guna: Mereka memberi faedah atau manfaat kepada orang lain. Bulan (Chandra): menciptakan suasana teduh, damai, cinta, sabar dan indah. Bintang (Kartika): memberi arah atau menjadi teladan. Matahari (Surya): menerangi, memberi kehangatan, menghidupkan dan menumbuhkan. Yesus juga berguna bagi orang lain bukan? Disini, kita akan melihat tujuh mukjijat yang dibuat Yesus dari Kana sampai Betania.
Berdaya makna: Setiap manusia bisa bermakna ketika dia bisa berbagi. Donato ergo sum! Matahari berbagi panasnya, bulan berbagi cahayanya, bintang berbagi kerlap kerlipnya. Disinilah, kita akan melihat tujuh nubuat yang dikatakan Yesus dari desa Sikhar sampai Yerusalem.
Berdaya tahan: Bulan, Bintang dan Matahari setiap hari bersinar, entah tanggal tua atau tanggal muda, entah sedang sehat atau sakit, entah diterima atau ditolak. Disinilah kita akan melihat tujuh wasiat Yesus di atas salib di puncak gunung Kalvari.
Tujuh Kalimat Wasiat Sebuah Bagian dari “Bulan Bintang dan Matahari”
Dalam banyak tradisi agama monoteis, soal angka tujuh, banyak ditampil-kenangkan sebagai lambang kepenuhan, keutuhan juga kesempurnaan. Misalnya, dalam agama Islam: Setiap orang yang naik haji ke Mekkah, harus mengelilingi Kaba’ah sebanyak tujuh kali, dan mereka memiliki tujuh pintu neraka, tujuh lapisan surga dan tujuh nabi yang mereka hormati secara khusus, seperti Nabi Muhammad setiap Jumat dan Nabi Isa setiap hari Minggu. Dalam agama Yahudi: setiap hari ketujuh, mereka hormati sebagai ‘Harinya Tuhan’ (Sabat), sehingga mereka tidak banyak melakukan pelbagai pekerjaan rutin. Orang-orang Buddha pun mengenal istilah tujuh cakra manusia dan tujuh langkah meditasi. Bukankah warna pelangi juga ada tujuh, mejikuhibiniu, ada juga istilah langit ketujuh, ada tujuh hari dalam satu minggu, ada tujuh Sakramen dan bahkan setiap manusia ternyata memiliki tujuh lubang dalam tubuhnya. Dan, pada kali ini, kita akan melihat, ternyata Yesus di atas salib, menyatakan tujuh kalimat wasiat-keramat yang tercatat-ketat oleh Injil:
Read more