:

Pendidikan Anak di Sekolah “Saja” Sudah Cukupkah???

CATATAN HARIAN SEORANG ANAK SMA

Hari ini sekolahku libur….

Hari Jumat minggu kemarin adalah hari yang paling membuat setiap siswa di sekolahku deg-degan, karena pada hari itu laporan hasil belajar kami dibagikan dan jika laporan itu berisi nilai-nilai yang buruk, berarti kami harus tidak naik kelas, tapi jika sebaliknya maka kami naik kelas. Di saat semua teman-temanku sudah mendapatkan laporan itu, aku bingung karena aku tidak mendapatkannya. Setelah aku selidiki ternyata aku belum bayar uang sekolah. Kutelepon orangtuaku yang sedang berada di luar kota, mereka mengatakan akan segera mentransfer uang sekolahku  hari itu juga,mereka lupa atau karena apa – aku tidak tau . Maka selasai sudah masalah uang sekolah.

Keesokan harinya aku bangun sekitar jam 08:30 dan segera berangkat ke sekolah dengan semangat. Karena aku sudah tidak sabar ingin melihat hasil kerjaku selama 1 semester ini. Tetapi setibanya aku di sekolah aku sungguh kecewa karena meskipun uang sekolah sudah kubayarkan, aku masih juga belum bisa mengambil raport. Aku masih harus menunggu seseorang  untuk dapat mengambil raportku tersebut. Aku menunggu dia sejak jam 09:00 sampai jam 13:00. Betapa bosannya aku menunggu  lama sekali, tapi apa boleh buat demi raportku, aku rela menunggu.

Read more

Menjadi Orang Tua 17 Menit

Sebut saja namanya Ibu Tika (35 thn), yang kewalahan melihat putranya enggan menyelesaikan tugas sekolahnya. Padahal, menurut ibu dari dua anak ini, dirinya sudah berkorban banyak bagi kemajuan belajar anak-anaknya. Mulai dari menyiapkan sarapan pagi, mengantar anak ke sekolah dan menemaninya mengerjakan PR di malam hari. Kesibukannya sebagai manajer di sebuah perusahaan multi-nasional memang membatasi waktu dan ruang gerak ibu ini untuk menemani kedua putranya bermain.

Di sisi lain, suaminya bekerja 13 jam sehari, enam hari seminggu. Memang secara finansial, kondisi ekonomi keluarga Bu Tika terjamin. Namun yang menjadi kendala saat ini adalah putra sulungnya, Anto (10 thn) yang semakin banyak ‘bertingkah,’ mulai dari malas mengerjakan PR, sering bolos sekolah dan ‘menentang’ orangtua dan gurunya.

Sedih hati Ibu Tika melihat putranya memancarkan rasa benci yang mendalam terhadap disiplin yang diterapkan oleh kedua orangtuanya. Dulunya, Anto seorang putra yang tekun dan patuh pada orangtua.

Read more

Pendidikan Anak dan Kesibukan Orangtua

Awal Juni 2011 sepasang suami-isteri terlibat pembicaraan serius dengan seorang guru wali kelas saat konsultasi penerimaan rapor di sebuah ruangan. Pasalnya, anak mereka dinyatakan tidak berhasil dalam belajar dan dengan demikian tidak dapat naik kelas. Mereka tidak bisa menerima keputusan tersebut bahkan menyalahkan pihak sekolah karena merasa tidak pernah diberitahukan perihal perkembangan anaknya selama ini. … Read more

Pendidikan Anak dan Kesibukan Orangtua: Sebuah Permenungan

PENDIDIKAN ANAK DAN KESIBUKAN ORANGTUA:  SEBUAH PERMENUNGAN Sepasang anak manusia melangkah ke depan Altar suci untuk mengikat janji sehidup semati dalam  untung dan malang, membentuk satu keluarga.  Salah satu tujuan berkeluarga adalah memiliki keturunan – anak-anak sebagai buah cinta kasih pernikahan.  Kehadiran anak dalam sebuah keluarga biasanya disambut dengan sukacita penuh.  Rasanya lengkap sudah kebahagiaan … Read more

Paroki Malinau “Harta Terpendam” OMI di Bumi Kalimantan

Pengantar

“Tak kenal maka tak sayang”, sebuah pepatah lama yang kita kenal bersama. Maka berdasar pada pepatah ini, saya juga ingin memperkenalkan diri saya kepada para Pembaca Sabitah supaya saya disayang. Nama saya Romo Agustinus Sattu, OMI. Saya lahir dan besar di Balikpapan, Kalimantan Timur. Saya menyelesaikan pendidikan TK, SD, SMP, dan SMA di Balikpapan, dan kemudian melanjutkan ke Seminari Menengah Stella Maris, Bogor. Setelah menyelesaikan pendidikan di Bogor, saya melanjutkan ke Seminari Tinggi OMI di Condong Catur, Yogyakarta.  Saya ditahbiskan menjadi Imam pada 07 Desember 2003 di kampung halaman saya,  Balikpapan,  bersama Romo Henricus Asodo, OMI dan Romo Antonius Widiatmoko, OMI. Setelah menerima tahbisan, saya ditugaskan menjadi Pastor Pembantu di Paroki St. Petrus dan Paulus, Balikpapan sampai tahun 2007. Pada 17 Mei 2007, Provinsial OMI Indonesia menugaskan saya menjadi Pastor Paroki St. Stefanus, Malinau, Kalimantan Timur bagian utara sampai sekarang.

Sekilas Paroki Malinau

Paroki Malinau adalah Paroki yang berada di Kabupaten Malinau, sebuah kabupaten di bagian utara Kalimantan Timur. Perjalanan ke Malinau dapat ditempuh dengan speedboat dari Tarakan selama 3 jam perjalanan. Pada awalnya, Paroki Malinau adalah sebuah tanah misi yang  dibuka oleh Misionaris OMI dari Italia pada tahun 1976. Sebagai tanah misi yang baru dan luas, Malinau menjadi lahan pelayanan yang memerlukan keberanian, pengorbanan, dan kesetiaan. Mendengar langsung dari para Pastor OMI yang pernah berkarya di pedalaman Kalimantan Timur sampai saat ini, terbayang betapa sulit dan membahayakannya pelayanan ini. Tetapi dengan semangat untuk mewartakan Injil kepada orang miskin, para Misionaris OMI pertama ini bertekun dalam melayani umat sampai akhirnya tanah misi ini menjadi sebuah Paroki. Paroki Malinau menjadi sebuah “Harta Terpendam” OMI di tengah hutan Kalimantan, karena memendam berbagai “kekayaan” Gereja: Alam yang indah, anak-anak masa depan Gereja, berbagai budaya suku Dayak tempat berkembangnya Kerajaan Allah, dan keterbukaan umat menerima Kabar Gembira Keselamatan Allah.

Read more

Antara Pertobatan Petrus, Yudas, dan Saulus

“Basuhlah, bersihkanlah dirimu, jauhkanlah perbuatan-perbuatan yang jahat dari depan mataKu.  Berhentilah berbuat jahat.” (Yes 1:16)

“Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju; sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba.” (Yes 1:18)

Firman Tuhan yagn disampaikan Nabi Yesaya itu, semuanya tergantung dari diri kita sendiri.  Apakah kita mau bertobat dan menyesali dosa-dosa dan kesalahan yang kita perbuat?  Karena sebesar apa pun dosa yang kita lakukan, Tuhan pasti mau mengampuniNya, semerah apa pun kesalahan yang kita perbuat, Tuhan pasti mau membersihkanNya asal kita sungguh-sungguh mau bertobat dan menyesalinya.  Dan yang paling utama, apakah kita mau kembali kepada panggilanNya, karena Yesus telah menyerahkan nyawaNya di kayu salib untuk menebus dosa-dosa kita.  Sebagai manusia yang lemah, hidup kita tidak luput dari kesalahan dan dosa.  Tetapi apakah kita mau menyesalinya dan bertobat?

Read more

B B M

Ada sepenggal cerita pendek dari epik/wiracarita Ramayana yang sudah dikenal sekian puluh abad yang lalu. Epik ini datang dari budaya Hindu di kaki pegunungan Himalaya ke Pulau Jawa lalu berkembang menjadi bagian budaya Jawa melalui media wayang. Di situ dikatakan bahwa Rama Wijaya (yang tak lain adalah titisan Dewa Wisnu) sedang memberikan petuah kepada Raja Alengka yang baru, Gunawan Wibisana. Adapun isi petuah itu berupa delapan butir kata sebagai  delapan pegangan dalam kehidupan. Tiga kata diantaranya, yakni: Bulan, Bintang dan Matahari (BBM). Ada tiga sifat dari BBM, yakni:

Berdaya guna: Mereka memberi faedah atau manfaat kepada orang lain. Bulan (Chandra): menciptakan suasana teduh, damai, cinta, sabar dan indah. Bintang (Kartika): memberi arah atau menjadi teladan. Matahari (Surya): menerangi, memberi kehangatan, menghidupkan dan menumbuhkan. Yesus juga berguna bagi orang lain bukan? Disini, kita akan melihat tujuh mukjijat yang dibuat Yesus dari Kana sampai Betania.

Berdaya makna: Setiap manusia bisa bermakna ketika dia bisa berbagi. Donato ergo sum! Matahari berbagi panasnya, bulan berbagi cahayanya, bintang berbagi kerlap kerlipnya. Disinilah, kita akan melihat tujuh nubuat yang dikatakan Yesus dari desa Sikhar sampai Yerusalem.

Berdaya tahan: Bulan, Bintang dan Matahari setiap hari bersinar, entah tanggal tua atau tanggal muda, entah sedang sehat atau sakit, entah diterima atau ditolak. Disinilah kita akan melihat tujuh wasiat Yesus di atas salib di puncak gunung Kalvari.

Tujuh Kalimat Wasiat Sebuah Bagian dari “Bulan Bintang dan Matahari”

Dalam banyak tradisi agama monoteis, soal angka tujuh, banyak ditampil-kenangkan sebagai lambang kepenuhan, keutuhan juga kesempurnaan. Misalnya, dalam agama Islam: Setiap orang yang naik haji ke Mekkah, harus mengelilingi Kaba’ah sebanyak tujuh kali, dan mereka memiliki tujuh pintu neraka, tujuh lapisan surga dan tujuh nabi yang mereka hormati secara khusus, seperti Nabi Muhammad setiap Jumat dan Nabi Isa setiap hari Minggu. Dalam agama Yahudi: setiap hari ketujuh, mereka hormati sebagai ‘Harinya Tuhan’ (Sabat), sehingga mereka tidak banyak melakukan pelbagai pekerjaan rutin. Orang-orang Buddha pun mengenal istilah tujuh cakra manusia dan tujuh langkah meditasi. Bukankah warna pelangi juga ada tujuh, mejikuhibiniu, ada juga istilah langit ketujuh, ada tujuh hari dalam satu minggu, ada tujuh Sakramen dan bahkan setiap manusia ternyata memiliki tujuh lubang dalam tubuhnya. Dan, pada kali ini, kita akan melihat, ternyata Yesus di atas salib, menyatakan tujuh kalimat wasiat-keramat yang tercatat-ketat oleh Injil:

Read more

Minggu H.R. Tubuh dan Darah Kristus, 26 Juni 2011

Bacaan 1: Ul 8:2-3.14b-16a;

Bacaan 2: 1 Kor 10: 16-17;

Bacaan Injil: Yoh 6:51-58

“Akulah Roti Hidup Yang Turun Dari Sorga”

Pada masa kini di pasaran dijual aneka macam jenis roti, entah roti basah atau roti kering, dengan harga murah atau mahal dst.. Dan cukup banyak orang yang memiliki simpanan roti kering dalam kaleng atau kemasan dalam rangka persiapan menjamu tamu atau bekal dalam perjalanan agar tidak kelaparan. Bahkan juga ada jenis makanan dalam bentuk tablet yang dapat berfungsi sebagai pengganti makanan biasa, demi kepraktisan atau effisiensi.  Aneka macam jenis makanan kemasan atau minuman yang tidak sehat seperti roti, minuman berwarna, dll melanda rakyat miskin di desa-desa atau anak-anak sekolah desa/miskin. Karena begitu dominan mengkonsumsi jenis makanan kemasan yang tak sehat tersebut, maka tidak mengherankan bahwa kesehatan warga masyarakat rendah atau menurun, dan lebih memprihatinkan lagi ada kemalasan bergerak atau olahraga. Dengan kata lain boleh dikatakan ada aneka jenis makanan atau minuman dalam kemasan yang mematikan bukan menghidupkan. Memang untuk mengkosumsi makanan atau minuman sehat lebih butuh waktu dan tenaga alias harus sabar dan kerja keras, sehingga hanya sedikit orang yang menempuhnya. Makanan dan minuman sehat dibutuhkan oleh tubuh kita agar kita hidup sehat, bergairah, dinamis, tidak bermalas-malas, dst… Hari ini kita kenangkan “Tubuh dan Darah Kristus”, jenis makanan khusus yang dianugerahkan Tuhan kepada kita, yang dapat kita terima selama berpartisipasi dalam Perayaan Ekaristi. Apa arti atau maknanya setiap kali kita menerima Tubuh Kristus? Marilah kita renungkan sabda Yesus pada hari ini.

“Akulah roti hidup yang telah turun dari sorga Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya, dan roti yang Kuberikan itu adalah dagingKu, yang akan Kuberikan untuk hidup dunia”(Yoh 6:51)

 

Read more

Grand Bazaar PPG-SMI “Melangkah Bersama Umat”

PPG Sta. Maria Imakulata (PPG-SMI) punya cara sendiri dalam mengungkapkan rasa syukur atas peranserta seluruh umat dan donatur dalam penggalangan dana pembangunan gereja Sta. Maria Imakulata.  Sambil pula ikut ambil bagian dalam memeriahkan HUT Ke-33 Paroki Trinitas, Cengkareng, PPG-SMI menggelar Grand Bazaar “Melangkah bersama Umat” pada Sabtu-Minggu, 11-12 Juni 2011, di Circle West, Perumahan Citra Garden 6, CitraGarden City, Kalideres, Jakarta Barat.

Read more