<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Serba Serbi &#8211; Gereja Trinitas</title>
	<atom:link href="https://www.trinitas.or.id/kategori/pendalaman-iman/serba-serbi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.trinitas.or.id</link>
	<description>Paroki Cengkareng</description>
	<lastBuildDate>Wed, 31 Jan 2024 05:16:44 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.2</generator>

<image>
	<url>https://www.trinitas.or.id/wp-content/uploads/2024/01/cropped-logo@2x-32x32.png</url>
	<title>Serba Serbi &#8211; Gereja Trinitas</title>
	<link>https://www.trinitas.or.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Adorasi Ekaristi</title>
		<link>https://www.trinitas.or.id/adorasi-ekaristi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Seksi Komsos]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 02 Jun 2012 10:15:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Serba Serbi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.trinitas.or.id/adorasi-ekaristi/</guid>

					<description><![CDATA[“Di tengah dunia yang penuh kebisingan dan kegalauan, dibutuhkan keheningan Adorasi kepada Yesus dalam Sakramen Mahakudus.&#160; Bertekunlah dalam doa Adorasi dan ajarkanlah pada umat beriman.&#160; Adorasi adalah sumber kelegaan dan terang, terutama bagi mereka yang menderita.” (Paus Benediktus XVI dalam pertemuannya dengan para Imam dalam kunjungan pastoral ke Polandia, 25 Mei 2006) Dalam Tahun Ekaristi ... <a title="Adorasi Ekaristi" class="read-more" href="https://www.trinitas.or.id/adorasi-ekaristi/" aria-label="Baca selengkapnya tentang Adorasi Ekaristi">Read more</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">“Di tengah dunia yang penuh kebisingan dan kegalauan, dibutuhkan keheningan Adorasi kepada Yesus dalam Sakramen Mahakudus.&nbsp; Bertekunlah dalam doa Adorasi dan ajarkanlah pada umat beriman.&nbsp; Adorasi adalah sumber kelegaan dan terang, terutama bagi mereka yang menderita.” (Paus Benediktus XVI dalam pertemuannya dengan para Imam dalam kunjungan pastoral ke Polandia, 25 Mei 2006)</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam Tahun Ekaristi ini, Bapa Uskup Agung Jakarta mengajak seluruh umatnya untuk semakin bertumbuh memperdalam iman dan cintanya kepada Yesus Kristus khususnya melalui Ekaristi.</p>
<p style="text-align: justify;">
<span id="more-830"></span><br />
Salah satu bentuk perwujudan cinta itu dapat kita nyatakan dengan penghormatan melalui sikap batin dan perilaku di dalam Perayaan Ekaristi maupun di luar Perayaan.&nbsp; Dalam Ekaristi Yesus hadir dalam rupa roti dan anggur, Sakramen Mahakudus.&nbsp; Melalui pemecahan Roti Ekaristi, Ia rela dipecah, dibagi, diserahkan untuk keselamatan kita.</p>
<p style="text-align: justify;">Inilah Puncak Cinta Kashi Allah yang dilimpahkan melalui sengsara dan wafat Sang Putera untuk keselamatan kita.&nbsp; Selayaknya cinta dan syukur kita pun berpuncak dalam menjawal undangan perjamuan kudusNya.</p>
<p style="text-align: justify;">“Janji Tuhan untuk selalu menyertai umatNya sampai akhir zaman tidak dapat kita alami kecuali dengan mengasah kepekaan batin kita akan kehadiranNya dalam Ekaristi.” (Mgr. Ignatius Suharyo dalam Surat Gembala Menyambut Tahun Ekaristi 2012, awal Adven 2011)</p>
<p style="text-align: justify;">“bersama Sinode para Uskup, saya sungguh-sungguh menganjurkan kepada para gembala Gereja dan umat Allah untuk melaksanakan Adorasi Ekaristi, baik secara perorangan maupun berkelompok.&nbsp; Lewat katekisasi yang pas yang menjelaskan pentingnya Adorasi Ekaristi, akan muncul manfaat besar yang memampukan umat beriman mengalami Perayaan Ekaristi secara lebih penuh dan berbuah.” (Paus Benediktus XVI dalam Sacramentum Caritatis No. 67)</p>
<p style="text-align: justify;">Apakah Adorasi Ekaristi itu?</p>
<p style="text-align: justify;">Adorasi berasal dari Bahasa Latin, Adoratio, yang bermakna sembah sujud.&nbsp; Adorasi Ekaristi adalah tindakan sembah sujud, memberi hormat dan menyembah Yesus yang hadir dalam rupa Sakramen Mahakudus.&nbsp; Sejak Perjamuan Terakhir, ketika Yesus mengambil roti dan berkata: “Inilah TubuhKu,” lalu mengambil anggur dan berkata: “Inilah DarahKu,” iman Katolik percaya bahwa roti dan anggur yang telah dikonsekrasi dalam Perayaan Ekaristi sungguh berubah menjadi Tubuh dan Darah Kristus sendiri. &nbsp;Lewat Tubuh dan DarahNya, Yesus Kristus secara istimewa hidup dan hadir bagi kita.</p>
<p style="text-align: justify;">Bagaimana kita melakukan Adorasi Ekaristi?</p>
<p style="text-align: justify;">Tindakan penyembahan terbaik yang kita bisa berikan adalah dengan ambil bagian dalam Perayaan Ekaristi dengan baik dan menyambut Dia dalam Komuni secara pantas, sebab “Barangsiapa dengan cara yang tidak layak makan roti atau minum cawan Tuhan, ia berdosa terhadap Tubuh dan Darah Tuhan.” (1 Kor 11:27).&nbsp; Di luar Perayaan Ekaristi, kita dapat mengunjungi dan menyembah Sakramen Mahakudus yagn disimpan dalam Tabernakel atau yang ditahtakan, atau juga ketika dibawa dalam sebuah prosesi.&nbsp; Melakukan sembah sujud di hadapan Sakramen Mahakudus yang ditahtakan menggunakan bejana yang disebut Monstran merupakan bentuk adorasi yang mungkin paling dikenal umat beriman ketika mendengar tentang Adorasi Ekaristi.</p>
<p style="text-align: justify;">Bukankah Sakramen Mahakudus seharusnya disantap?</p>
<p style="text-align: justify;">Benar sekali bahwa pertama-tama Yesus memberikan diriNya dalam Ekaristi dan diterima dalam Komuni.&nbsp; Dan Adorasi Ekaristi memperdalam maksud ini.&nbsp; Seputar ini Paus Benediktus XVI mengatakan: “Dalam Ekaristi, Putra Allah datang untuk berjumpa dan bersatu dengan kita; menerima Ekaristi dalam Komuni berarti menyembah Dia yang kita terima.&nbsp; Tindakan adorasi di luar Perayaan Ekaristi merupakan tanggapan alami dari penyembahan ini, yang memperpanjang dan memperdalam apa yang terjadi dalam Liturgi Ekaristi.”&nbsp; Beliau melanjutkan dengan mengatakan: “Hanya dalam Adorasi, penerimaan Ekaristi yang mendalam dan sejati menjadi matang.” (Sacramentum Caritatis No. 66)</p>
<p style="text-align: justify;">Benarkah Gereja mengajarkan supaya umat beriman rajin melakukan Adorasi Ekaristi?</p>
<p style="text-align: justify;">Benar sekali!&nbsp; Gereja sangat mendorong umat beriman untuk rajin mengadakan Adorasi Ekaristi.</p>
<p style="text-align: justify;">“Sungguh membahagiakan menghabiskan waktu bersama Dia, bersandar dekat hatiNya seperti murid yang dikasihiNya dan merasakan cinta yang tak berkesudahan dalam hatiNya&#8230; Bagaimana bisa kita tidak merasakan keinginan untuk melewatkan waktu lewat percakapan rohani, dalam keheningan Adorasi, dalam luapan cinta di hadapan Sakramen Mahakudus?” (Yohanes Paulus II dalam Ecclesia de Eucharistia No. 25)</p>
<p style="text-align: justify;">Apa saja yang sebaiknya dilakukan ketika mengunjungi Sakramen Mahakudus?</p>
<p style="text-align: justify;">Berikut adalah beberapa saran mengenai apa yang sebaiknya dilakukan dalam Adorasi Ekaristi pribadi:</p>
<p style="text-align: justify;">Mendoakan Mazmur: Memuji, menyembah, bersyukur, memohon pengampunan atau doa-doa permohonan.&nbsp; Selalu tersedia Mazmur untuk kita doakan dan renungkan.</p>
<p style="text-align: justify;">Membaca dan merenungkan Kitab Suci: Pilihlah satu periokop dari Kitab Suci.&nbsp; Baca dan renungkan.&nbsp; Mungkin ada ayat yang menarik perhatian, mintalah kepada Tuhan untuk mengajarkan apa yang ingin Ia sampaikan lewat ayat tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">Curahkan isi hati kita dan sembahlah Dia: Bercakap-cakaplah dengan Yesus, sadarilah bahwa kita berada di hadapanNya.</p>
<p style="text-align: justify;">Berdoa bagi orang-orang di sekitar kita:&nbsp; Sampaikanlah permohonan dan syukur kita atas penyelenggaraan Tuhan bagi diri kita, keluarga, teman-teman atau sesama.</p>
<p style="text-align: justify;">Berdiam diri dan menikmati kehadiran Allah: Anggaplah mengunjungi Sakramen Mahakudus seperti mengunjungi seorang sahabat.&nbsp; Duduklah dalam keheningan, menikmati kehadiran Yesus dan kebersamaan denganNya. </p>
<p style="text-align: justify;">Adorasi dan Keheningan Batin</p>
<p style="text-align: justify;">Batin yang hening tak sekedar diam,</p>
<p style="text-align: justify;">Tanpa kata atau pun tanpa gerak.</p>
<p style="text-align: justify;">Batin yang hening memerlukan kerendahan hati,</p>
<p style="text-align: justify;">Yang terbuka siap menyambut kehadiranNya,</p>
<p style="text-align: justify;">Batin yagn siap mendengarkan&#8230;,</p>
<p style="text-align: justify;">Dengan kelembutan kasih&#8230;.</p>
<p style="text-align: justify;">Lapangkanlah ruang hati,</p>
<p style="text-align: justify;">Biarkanlah menjadi bersih dan nyaman,</p>
<p style="text-align: justify;">Tenang, sunyi dari suara-suara,</p>
<p style="text-align: justify;">Dari pikiran sendiri,</p>
<p style="text-align: justify;">Yang mengganggu telinga batin.</p>
<p style="text-align: justify;">Siapkan ruang hati untuk menyambutNya,</p>
<p style="text-align: justify;">Penuh hormat dan syukur mendalam.</p>
<p style="text-align: justify;">Duduklah bersama,</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam percakapan batin nan indah;</p>
<p style="text-align: justify;">Dengarkanlah Ia menyapa dan berbicara,</p>
<p style="text-align: justify;">Dan mendengarkan&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;">Ia sangat mengasihi kita&#8230;.</p>
<p style="text-align: justify;">(Dari booklet Adorasi Ekaristi, Komisi Liturgi Keuskupan Agung Jakarta, dalam rangka menyambut Tahun Ekaristi 2012)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pantang dan Puasa</title>
		<link>https://www.trinitas.or.id/pantang-dan-puasa/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Seksi Komsos]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 09 Mar 2011 04:03:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Serba Serbi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.trinitas.or.id/pantang-dan-puasa/</guid>

					<description><![CDATA[Seorang umat bertanya: Saya ingin bertanya mengenai puasa yang diharuskan pada tanggal 9 Maret dan 22 April nanti.  Menurut Romo, dalam berpuasa kita hanya boleh makan kenyang sekali dalam sehari. Yang menjadi pertanyaan adalah kapan kita boleh makan? Pagi, siang, atau sore/malam hari?  Pertanyaan yang kedua: Apakah kita boleh minum air atau susu atau yang ... <a title="Pantang dan Puasa" class="read-more" href="https://www.trinitas.or.id/pantang-dan-puasa/" aria-label="Baca selengkapnya tentang Pantang dan Puasa">Read more</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Seorang umat bertanya:</p>
<p>Saya ingin bertanya mengenai puasa yang diharuskan pada tanggal 9 Maret  dan 22 April nanti.  Menurut Romo, dalam berpuasa kita hanya boleh makan  kenyang sekali dalam sehari.</p>
<p>Yang menjadi pertanyaan adalah kapan kita boleh  makan? Pagi, siang, atau sore/malam hari?  Pertanyaan yang kedua: Apakah kita  boleh minum air atau susu atau yang manis-manis selama berpuasa? Yang  ketiga: bolehkah kita mengemil saat puasa mengingat mengemil itu tidak  mengenyangkan?</p>
<p>Selanjutnya untuk berpantang, apakah kalau kita berpantang daging kita  masih boleh makan telur, ikan, dan mie instan yang mengandung kaldu sapi  atau ayam dibumbunya? Apakah untuk berpantang yang diwajibkan adalah  setiap hari Jumat saja?</p>
<p><span id="more-646"></span></p>
<p>Jawaban yang diberikan oleh Romo Henricus Asodo, OMI, Rektor Seminari Tinggi OMI, Yogyakarta:</p>
<p>Menurut aturan Gereja Katolik, kita memang berpantang dan berpuasa pada hari Rabu Abu  dan Jumat Agung, sementara setiap Jumat dalam Masa Prapaskah kita  diwajibkan untuk berpantang saja. Itu pun berlaku bagi umat Katolik yang berumur  antara 12-60 tahun.  Kalau belum cukup umur atau malah sudah  lebih, tidak diharuskan melakukan kewajiban pantang dan puasa.</p>
<p>Untuk Puasa, kita dapat menentukan sendiri waktunya: pagi, siang, atau sore/malam, yang penting kita makan kenyang hanya 1 kali saja, selebihnya  kita berusaha untuk tidak &#8220;membohongi&#8221; diri sendiri dengan tidak makan  kenyang tetapi ngemil atau minum susu setiap 2 jam sehingga perut kita  tetap penuh meski hanya makan kenyang 1 kali.</p>
<p>Menurut saya, ada teori yang bagus yang bisa diterapkan: Tanyalah pada diri kita sendiri: APA YANG PADA SATU TAHUN INI SAYA  KETAGIHAN ATAU KERANJINGAN ???  Nah, itu yang kita bisa pilih menjadi  pantangan juga.  Misalnya, keranjingan main game atau Facebook atau yang lainnya lagi.  Kita bisa berpantang dengan mengurangi main game atau  FB atau lengket dengan BB.</p>
<p>Hal demikian lebih efektif dan membantu  perkembangan iman kita sehingga kita tidak menghabiskan waktu hanya untuk  main-main saja, tetapi akhirnya punya waktu untuk berdoa dan syukur sekali kalau kita bisa juga mendoakan dan memperhatikan orang lain.  Hati dan jiwa kita perlu disirami juga lho, biar selalu segar..!</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Asal Usul Natal</title>
		<link>https://www.trinitas.or.id/asal-usul-natal/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Seksi Komsos]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 22 Dec 2010 03:22:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Serba Serbi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.trinitas.or.id/asal-usul-natal/</guid>

					<description><![CDATA[Mengapa kita selalu merayakan kelahiran Kristus pada 25 Desember?  Apakah kita yakin bahwa Kristus dilahirkan pada tanggal itu?  Sudah berapa lama Gereja Katolik merayakan pesta Natal pada tanggal tersebut? Data tertua mengenai kelahiran Kristus yang dirayakan pada 25 Desember ada dalam Kronografi Philocalus, seorang ahli penanggalan Romawi yang sumbernya dapat dilacak ke tahun 336 Masehi.  ... <a title="Asal Usul Natal" class="read-more" href="https://www.trinitas.or.id/asal-usul-natal/" aria-label="Baca selengkapnya tentang Asal Usul Natal">Read more</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Mengapa kita selalu merayakan kelahiran Kristus pada 25 Desember?  Apakah kita yakin bahwa Kristus dilahirkan pada tanggal itu?  Sudah berapa lama Gereja Katolik merayakan pesta Natal pada tanggal tersebut? Data tertua mengenai kelahiran Kristus yang dirayakan pada 25 Desember ada dalam Kronografi Philocalus, seorang ahli penanggalan Romawi yang sumbernya dapat dilacak ke tahun 336 Masehi.  Jadi, sudah sangat tua.</p>
<p>Tanggal kelahiran Kristus yang sesungguhnya, sebagaimana diharapkan orang, tidak dapat diketahui dengan pasti.  Sensus yang diperintahkan oleh Kaisar Agustinus dan disebut dalam Lukas 2:1-2 tidak dapat dipastikan tanggalnya.  Sekitar akhir abat ke-2 berbagai kelompok orang Kristiani memiliki gagasan yagn berbeda mengenai tanggal kelahiran Kristus: 6 Januari, 19 atau 20 April, 20 Mei, 18 November.  Pada tahun 243, De Pascha Computus mengklain bahwa Kristus dilahirkan pada 28 Maret.</p>
<p><span id="more-596"></span></p>
<p>Ada 2 teori utama yang menjelaskan mengapa kita merayakan kelahiran Kristus pada 25 Desember.  Teori yang lebih umum dikaitkan dengan kenyataan bahwa mengikuti penanggalan Yulianus, orang-orang Romawi kuno memandang puncak musim dingin jatuh pada 25 Desember; pada hari ini matahari berada pada titik paling jauh dari katulistiwa.  Pada hari ini orang-orang Romawi merayakan kelahiran dewa matahari &#8211; mula-mula disebut Mithras dan kemudian disebut Sol invictus (matahari yang tak terkalahkan) &#8211; yang pada 274 Masehi oleh Kaisar Aurelius ditempatkan pada baris paling atas dalam daftar dewa-dewa Romawi.  Pada waktu yang sama, para Bapa Gereja, baik di Timur maupun di Barat, membandingkan Kristus dengan matahari.  Mereka melihat matahari terbit sebagai suatu simbol dari Kebangkitan, dan Kristus sebagai &#8220;Surya Keadilan&#8221; (bdk. Mal 3:20; Luk 1:78).  Karena alasan ini, sungguh masuk akal bahwa orang-orang Kristiani awal, sebagai suatu cara menolak agama kafir dan menekankan bahwa Kristus adalah Sang Surya Sejati, mulai merayakan kelahiran Kristus pada 25 Desember.</p>
<p>Teori kedua menyiratkan bahwa tanggal perayan Natal ditentukan dalam kaitan tanggal penyaliban Kristus yang menurut sejumlah teks awal diperkirakan jatuh pada 25 Maret.  Ada keyakinan di kalangan bangsa Ibrani bahwa para bapa bangsa mereka memiliki jumlah tahun hidup yang sempurna dan selaras dengan kesempurnaan Allah, mereka meninggal tepat pada hari kelahiran mereka.  Maka Kristus pun diyakini meninggal pada hari kelahiranNya atau, dalam kasusNya, pada hari Ia mulai dikandung.  Misalnya, Sixtus Yulius Africanus, yang menulis tidak lama sebelum tahun 221 Masehi, berpendapat bahwa Kristus mulai dikandung dan meninggal pada 25 Maret.  Kalau Kristus mulai dikandung pada 25 Maret, yang sekarang kita rayakan sebagai Hari Raya Kabar Sukacita, maka Kristus harus dilahirkan pada 25 Desember.  tetapi teori ini tampaknya tidak memiliki dasar yang kokoh.</p>
<p>Bagaimanapun, ada bukti yang kuat bahwa kelahiran Kristus, atau Natal, sudah dirayakan pada pertengahan kedua abad ke-4 dalam tulisan-tulisan Optatus dari Mileve, Santo Ambrosius, Santo Basilius, Santo Gregorius dari Nazianze, dan Santo Yohanes Krisostomus.  Sebagaimana diketahui dengan baik, Karel Agung dimahkotai sebagai Kaisar untuk Kekaisaran Kristiani Barat pada hari Natal, 25 Desember tahun 800 Masehi.</p>
<p>Jadi ada sejarah yang panjang mengenai Natal yang dirayakan pada tanggal 25 Desember, tetapi alasan-alasan untu itu masih terselubung dalam misteri.</p>
<p>(Sumber: Ketika Iman Membutuhkan Jawaban 1, Rm. John Fladder, Dioma, 2010)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Marga Sama Bisa Menikah Secara Katolik?</title>
		<link>https://www.trinitas.or.id/marga-sama-bisa-menikah-secara-katolik/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Seksi Komsos]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 09 Jan 2010 08:24:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Serba Serbi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.trinitas.or.id/marga-sama-bisa-menikah-secara-katolik/</guid>

					<description><![CDATA[Pertanyaan seorang umat: Ingin bertanya mengenai adat dalam Suku Batak.  Perempuan dan pria yang berasal dari marga yang sama dikatakan tidak bisa menikah.  Secara Alkitabiah, tidak pernah ada aturan demikian, hanya karena adat istiadat yang berlandaskan aturan yang ada sejak zaman nenek moyang (mungkin juga dahulu mereka belum mengenal Tuhan).  Apakah pernikahan itu dapat diberkati ... <a title="Marga Sama Bisa Menikah Secara Katolik?" class="read-more" href="https://www.trinitas.or.id/marga-sama-bisa-menikah-secara-katolik/" aria-label="Baca selengkapnya tentang Marga Sama Bisa Menikah Secara Katolik?">Read more</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Pertanyaan seorang umat: </p>
<p>Ingin bertanya mengenai adat dalam Suku Batak.  Perempuan dan pria yang berasal dari marga yang sama dikatakan tidak bisa menikah.  Secara Alkitabiah, tidak pernah ada aturan demikian, hanya karena adat istiadat yang berlandaskan aturan yang ada sejak zaman nenek moyang (mungkin juga dahulu mereka belum mengenal Tuhan).  Apakah pernikahan itu dapat diberkati secara Katolik? </p>
<div align="justify">Jawaban:</div>
<div align="justify"> </div>
<div align="justify">Selalu ada 2 macam jawaban untuk hal demikian.</div>
<div align="justify"> </div>
<div align="justify">1. Secara Yuridis: Menurut Hukum Gereja (yang tentu saja telah berabad-abad dipakai) halangan perkawinan yang bersifat keturunan lebih pada &#8220;incest&#8221; (kawin dengan saudara kandung) atau kawin dengan keluarga sedarah (kawin dengan nenek atau tante) atau kawin dengan sepupu (tetapi tingkat ke-4 sudah tidak ada larangan lagi). Lebih dari itu, tidak ada diatur tentang pernikahan satu marga, apalagi mitos misalnya orang Medan tidak boleh menikah dengan orang Pontianak, atau marga Sinaga tidak boleh kawin dengan marga Sihotang, dan seterusnya. Jadi dalam Gereja Katolik tidak ada aturan mengenai marga atau &#8220;surname&#8221; yang dilarang jika kawin. Halangan lain adalah umur. Jika belum genap 16 tahun untuk wanita dan 19 tahun untuk pria, mereka tidak sah menikah.  Lebih dari itu, tidak ada yang berkaitan dengan keturunan atau umur. <br /> <br />2. Secara Pastoral: Alasan pastoral berkaitan dengan keadaan umat setempat. Jika ada kebiasaan dan praktek hidup dalam budaya setempat, kita tidak bisa asal hantam saja dengan mengatakan bahwa Hukum Gereja berkata ini atau itu. Kita mesti MENDENGARKAN situasi setempat. Biasanya kebijakan pastoral itu dibuat oleh Keuskupan setempat. Oleh sebab itu, berkaitan dengan pernikahan semarga itu, TANYALAH KEPADA USKUP SETEMPAT, apa kata Uskup (atau kebijakan Keuskupan). Jika Keuskupan tidak menganggap masalah marga sebagai yang harus diprihatinkan, kemungkinan besar asalan tidak boleh kawin karena marga itu hanya merupakan masalah (keyakinan) pribadi seorang anggota keluarga saja. Jadi, Anda boleh kawin meski ditentang oleh nenek atau kakek atau Boru atau Tulang atau siapa saja.<br /> <br />Saya mengusulkan untuk bertanya kepada Keuskupan setempat, karena mereka-lah yang hidup dalam budaya setempat.</div>
<div align="justify">Perlu diingat, Gereja Katolik bukan menghapus semua adat budaya demi alasan Iman atau asal tidak tercantum dalam Kitab Suci, namun Gereja Katolik adalah Gereja yang mau berdialog dengan Budaya., karena banyak yang indah dan luhur dalam budaya setempat. Kita mesti selalu menghargai budaya yang luhur, bukan?</div>
<div align="justify"> </div>
<div align="justify"><em>(Romo Henricus Asodo, OMI, Rektor Seminari Tinggi OMI, Condong Catur, Yogyakarta) </em></div>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Lagu Karismatik atau Kristen non-Katolik untuk Misa, bolehkah?</title>
		<link>https://www.trinitas.or.id/lagu-karismatik-atau-kristen-non-katolik-untuk-misa-bolehkah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Seksi Komsos]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 Feb 2009 16:34:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Serba Serbi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.trinitas.or.id/lagu-karismatik-atau-kristen-non-katolik-untuk-misa-bolehkah/</guid>

					<description><![CDATA[Tampaknya pertanyaan senada sering menjadi diskusi yang kadang ”memanas” pula.  Sebelum memutuskan lagu-lagu karismatik/rohani Kristen boleh atau tidak boleh dimasukkan sebagai Lagu Komuni, kita lebih dahulu mencaritahu apa  fungsi dan maksud Lagu  Komuni.  Mengacu pada Pedoman Umum Misale Romawi (PUMR) 86-88 dan Musik dalam Ibadat Katolik No.48 dan 62, Lagu Komuni berfungsi mengiringi perarakan umat ... <a title="Lagu Karismatik atau Kristen non-Katolik untuk Misa, bolehkah?" class="read-more" href="https://www.trinitas.or.id/lagu-karismatik-atau-kristen-non-katolik-untuk-misa-bolehkah/" aria-label="Baca selengkapnya tentang Lagu Karismatik atau Kristen non-Katolik untuk Misa, bolehkah?">Read more</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div align="justify">Tampaknya pertanyaan senada sering menjadi diskusi yang kadang ”memanas” pula.  Sebelum memutuskan lagu-lagu karismatik/rohani Kristen boleh atau tidak boleh dimasukkan sebagai Lagu Komuni, kita lebih dahulu mencaritahu apa  fungsi dan maksud Lagu  Komuni.  Mengacu pada Pedoman Umum Misale Romawi (PUMR) 86-88 dan Musik dalam Ibadat Katolik No.48 dan 62, Lagu Komuni berfungsi mengiringi perarakan umat menyambut Tubuh (dan Darah)  Kristus.  Perarakan ini melambangkan kegembiraan rohani sehingga berfungsi sebagai ungkapan syukur dan persatuan persaudaraan (comunio) di antara jemaat.  Dengan demikian tema Lagu Komuni sebaiknya mengungkapkan sukacita karena persekutuan dalam Tubuh dan Darah Kristus.  Maka pedoman umum memilih Lagu Komuni ialah lagu iringan perarakan yang menyambut kegembiraan hati sebagai saudara-saudari yang dipersatukan oleh Kristus.  Contohnya antara lain Puji Syukur No.428.</div>
<div align="justify"> </div>
<div align="justify">Mengacu pada pedoman diatas, kita perlu meneliti dan mencermati teks lagu-lagu karismatik/rohani Kristen.  Bila ternyata teksnya sesuai maksud dan fungsi Komuni, maka kita dapat merestuinya.  Sebaliknya,  jika isi  lagu tidak memenuhi kriteria tadi, dan lebih lagi bukan mengungkapkan iman Katolik, maka kita mesti dengan bijaksana  mengusulkan untuk dipakai di lain kesempatan.  Bahkan perlu juga dicatat bahwa lagu untuk kebaktian kepada Sakramen Mahakudus pun tidak cocok, karena lagu ini lebih menekankan sembah sujud daripada persekutuan.</div>
<div align="justify"> </div>
<div align="justify">Menurut pengalaman, suatu larangan atau penolakan tanpa didahului penjelasan sering mengundang retaknya persaudaraan.  Bila demikian, maka fungsi dan maksud Komuni sendiri menjadi tidak tercapai.  Sayang bukan, kalau perayaan liturgi menjadi arena “pertengkaran” ?!  Sebagai bantuan milih Lagu Komuni ada baiknya kita lebih dulu membaca “Antifon Komuni” yang terdapat dalam Misale seraya menyerasikan dengan Tahun Liturgi.</div>
<div align="justify"> </div>
<div align="justify"> </div>
<p><font face="times new roman,times">Sumber: Buku Tanya Jawab Pengetahuan (minimum) Hidup Menggereja, disusun oleh Johanes K. Handoko, Ketua Panitia Perayaan 30 Tahun Gereja Katolik Trinitas, Paroki Cengkareng, 2008<br /></font></p>
<div align="justify"> </div>
<div align="justify"> </div>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Salam sekuler Imam dalam Misa, bolehkah?</title>
		<link>https://www.trinitas.or.id/salam-sekuler-imam-dalam-misa-bolehkah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Seksi Komsos]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 Feb 2009 16:28:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Serba Serbi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.trinitas.or.id/salam-sekuler-imam-dalam-misa-bolehkah/</guid>

					<description><![CDATA[Kadang-kadang pastor masih melakukan salam sekuler dalam Misa, misalnya:”selamat pagi,apa kabar pagi ini.”  Apakah “salam sekuler”seperti itu dapat disampaikan oleh imam, setelah misalnya imam membuka Misa dengan salam liturgis? Mengapa sang imam tersebut membuat “salam sekuler” dalam Misa? Apakah maksudnya untuk mencairkan suasana yang kaku dan formal?  Kalau begitu, buatlah agar salam liturgis sungguh menyapa ... <a title="Salam sekuler Imam dalam Misa, bolehkah?" class="read-more" href="https://www.trinitas.or.id/salam-sekuler-imam-dalam-misa-bolehkah/" aria-label="Baca selengkapnya tentang Salam sekuler Imam dalam Misa, bolehkah?">Read more</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div align="justify">Kadang-kadang pastor masih melakukan salam sekuler dalam Misa, misalnya:”selamat pagi,apa kabar pagi ini.”  Apakah “salam sekuler”seperti itu dapat disampaikan oleh imam, setelah misalnya imam membuka Misa dengan salam liturgis?</p>
<p>Mengapa sang imam tersebut membuat “salam sekuler” dalam Misa? Apakah maksudnya untuk mencairkan suasana yang kaku dan formal?  Kalau begitu, buatlah agar salam liturgis sungguh menyapa atau menyentuh dan sekaligus menyadarkan umat akan kehadiran dan penyertaan Tuhan serta “misteri Gereja yang sedang berkumpul”(PUMR no.50).</p></div>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p><font face="times new roman,times">Sumber: Buku Tanya Jawab Pengetahuan (minimum) Hidup Menggereja, disusun oleh Johanes K. Handoko, Ketua Panitia Perayaan 30 Tahun Gereja Katolik Trinitas, Paroki Cengkareng, 2008</font></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Haruskah mengambil air suci sebelum Misa di gereja?</title>
		<link>https://www.trinitas.or.id/haruskah-mengambil-air-suci-sebelum-misa-di-gereja/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Seksi Komsos]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 Feb 2009 16:22:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Serba Serbi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.trinitas.or.id/haruskah-mengambil-air-suci-sebelum-misa-di-gereja/</guid>

					<description><![CDATA[Baik kalau di pintu masuk gereja, kita menandai diri kita dengan air suci untuk mengingatkan diri kita sebagai anak-anak Allah yang telah dipermandikan, dibaharui, disucikan, diberkati oleh Tuhan sendiri.  Kalau airnya keruh, siapa saja yang melihat hal ini perlu menyampaikan kepada petugas gereja agar dapat diganti dengan air suci yang jernih.  Kalau kita ingin menandai ... <a title="Haruskah mengambil air suci sebelum Misa di gereja?" class="read-more" href="https://www.trinitas.or.id/haruskah-mengambil-air-suci-sebelum-misa-di-gereja/" aria-label="Baca selengkapnya tentang Haruskah mengambil air suci sebelum Misa di gereja?">Read more</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div align="justify">Baik kalau di pintu masuk gereja, kita menandai diri kita dengan air suci untuk mengingatkan diri kita sebagai anak-anak Allah yang telah dipermandikan, dibaharui, disucikan, diberkati oleh Tuhan sendiri.  Kalau airnya keruh, siapa saja yang melihat hal ini perlu menyampaikan kepada petugas gereja agar dapat diganti dengan air suci yang jernih.  Kalau kita ingin menandai diri kita dengan air suci yang jernih, hendaknya kita ingat selalu untuk menjalani satu cara hidup yang jernih sebagai anak-anak Allah, bukan sebagai budak-budak yang berkubang dalam air keruh dan lumpur kotor kelemahan dan dosa.</div>
<div align="justify"> </div>
<div align="justify"> </div>
<div align="justify"><font face="times new roman,times">Sumber: Buku Tanya Jawab Pengetahuan (minimum) Hidup Menggereja, disusun oleh Johanes K. Handoko, Ketua Panitia Perayaan 30 Tahun Gereja Katolik Trinitas, Paroki Cengkareng, 2008 </font></div>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Adakah dasar Alkitab untuk larangan berjudi?</title>
		<link>https://www.trinitas.or.id/adakah-dasar-alkitab-untuk-larangan-berjudi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Seksi Komsos]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 Feb 2009 16:21:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Serba Serbi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.trinitas.or.id/adakah-dasar-alkitab-untuk-larangan-berjudi/</guid>

					<description><![CDATA[Tidak ada kata “judi” dalam Alkitab. Tetapi masih ada banyak hal lain dalam hidup ini yang tidak disinggung secara eksplisit dalam Alkitab, entah karena memang tidak dibicarakan, entah karena hal-hal itu memang belum ada pada zaman Alkitab. Perjudian memang harus dihindari karena bisa menjadi kebiasaan yang mengikat, dan sering sekali menghancurkan hidup orang (karena sering ... <a title="Adakah dasar Alkitab untuk larangan berjudi?" class="read-more" href="https://www.trinitas.or.id/adakah-dasar-alkitab-untuk-larangan-berjudi/" aria-label="Baca selengkapnya tentang Adakah dasar Alkitab untuk larangan berjudi?">Read more</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p align="justify">Tidak ada kata “judi” dalam Alkitab. Tetapi masih ada banyak hal lain dalam hidup ini yang tidak disinggung secara eksplisit dalam Alkitab, entah karena memang tidak dibicarakan, entah karena hal-hal itu memang belum ada pada zaman Alkitab. Perjudian memang harus dihindari karena bisa menjadi kebiasaan yang mengikat, dan sering sekali menghancurkan hidup orang (karena sering kali yang dipertaruhkan adalah seluruh harta miliknya). Perjudian juga tidak baik karena bisa membuat orang malas bekerja dan suka mengharapkan sesuatu secara tidak wajar. Perbuatan yang tidak baik dan merugikan memang dilarang oleh Alkitab. </p>
<p>&nbsp;</p>
<p><font face="times new roman,times">Sumber: Buku Tanya Jawab Pengetahuan (minimum) Hidup Menggereja, disusun oleh Johanes K. Handoko, Ketua Panitia Perayaan 30 Tahun Gereja Katolik Trinitas, Paroki Cengkareng, 2008</font></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Apa itu Saksi Yehowah? Apa misinya?</title>
		<link>https://www.trinitas.or.id/apa-itu-saksi-yehowah-apa-misinya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Seksi Komsos]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 Feb 2009 16:20:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Serba Serbi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.trinitas.or.id/apa-itu-saksi-yehowah-apa-misinya/</guid>

					<description><![CDATA[Saksi Yehowah adalah suatu sekte yang didirikan oleh Charles Taze Russel, seorang warga negara Amerika Serikat pada akhir abad ke–19. Meskipun tidak mempunyai latar belakang pendidikan di bidang Alkitab, Russel bersama dengan beberapa temannya menyelidiki Alkitab. Akibatnya, kesimpulan-kesimpulan yang mereka tarik tidak bisa diterima oleh Gereja Katolik maupun oleh kebanyakan Gereja Kristen. Ajaran mereka antara ... <a title="Apa itu Saksi Yehowah? Apa misinya?" class="read-more" href="https://www.trinitas.or.id/apa-itu-saksi-yehowah-apa-misinya/" aria-label="Baca selengkapnya tentang Apa itu Saksi Yehowah? Apa misinya?">Read more</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div align="justify">Saksi Yehowah adalah suatu sekte yang didirikan oleh Charles Taze Russel, seorang warga negara Amerika Serikat pada akhir abad ke–19. Meskipun tidak mempunyai latar belakang pendidikan di bidang Alkitab, Russel bersama dengan beberapa temannya menyelidiki Alkitab. Akibatnya, kesimpulan-kesimpulan yang mereka tarik tidak bisa diterima oleh Gereja Katolik maupun oleh kebanyakan Gereja Kristen. Ajaran mereka antara lain: neraka itu tidak ada, bahwa yang akan diselamatkan hanyalah 144.000 orang saja, dan sebagainya. Misi mereka jelas, yakni ingin menyebarluaskan keyakinan mereka sendiri.</div>
<div align="justify"> </div>
<div align="justify"> </div>
<div align="justify"><font face="times new roman,times">Sumber: Buku Tanya Jawab Pengetahuan (minimum) Hidup Menggereja, disusun oleh Johanes K. Handoko, Ketua Panitia Perayaan 30 Tahun Gereja Katolik Trinitas, Paroki Cengkareng, 2008 </font></div>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
