Mengapa bebanku berat sekali?” aku berpikir sambil membanting pintu kamarku dan bersender.
“Tidak adakah istirahat dari hidup ini? ”
Aku menghempaskan badanku ke ranjang, menutupi telingaku dengan bantal.
“Ya Tuhan, ” aku menangis, “Biarkan aku tidur…Biarkan aku tidur dan tidak pernah bangun kembali!” Dengan tersedu-sedu, aku mencoba untuk meyakinkan diriku untuk melupakan.
Tiba-tiba gelap mulai menguasai pandanganku, Lalu, suatu cahaya yang sangat bersinar mengelilingiku ketika aku mulai sadar. Aku memusatkan perhatianku pada sumber cahaya itu. Sesosok pria berdiri di depan salib.
Tak harus mengandalkan kekuatan sendiri. Itu disadarinya dengan sungguh. Menang atau kalah dalam sebuah pertandingan adalah hal biasa. Tapi yang ia sangat rasakan adalah kekuatan Tuhan itu selalu menyertainya selama mengikuti berbagai kejuaraan.
Perpaduan antara bakat yang dikembangkan sejak kecil, pola asuh keluarga, dan pengalaman hidup, telah membentuk Heidi Awuy Tumbelaka menjadi seorang pewarta yang tak lepas dari dunia musik sebagai sarana mewarta.
Elizabeth Deny Retno Putri atau yang lebih dikenal masyarakat sebagai Lisa A. Riyanto adalah artis penyanyi ibukota yang tak asing lagi. Lahir 6 September 1975 sebgai anak bungsu A. Riyanto – pencipta lagu dan pentolan grup band The Favourite’s yang berjaya di Nusantara di tahun 1970-an – Lisa memang kental mewarisi bakat seni ayahnya. Buktinya adalah 5 album lagu yang dihasilkan ibu muda berputera satu ini yang cukup mendapat sambutan penggemarnya. Belakangan, Lisa terkesan meninggalkan dunia selebriti yang menjanjikan dan malahan aktif melayani di jalur rohani. Mengapa demikian?
