:

Mgr. Ignatius Suharyo, PR – Uskup Coajutor KAJ

Sabtu, 25 Juli 2009, tepat pada pk. 17.00 WIB, Paus Benediktus XVI mengangkat Mgr. Ignatius Suharyo, Pr (Uskup Agung Semarang yang sekarang) menjadi Uskup Coajutor Keuskupan Agung Jakarta.  Uskup Coajutor berarti Uskup Pembantu dengan hak menggantikan Uskup Agung Jakarta yang sekarang ini, Julius Kardinal Darmaatmadja, SJ karena pada bulan Desember nanti, Bapa Kardinal akan genap berusia 75 tahun, usia pensiun bagi Uskup menurut Hukum Gereja.

Mgr. Ignatius Suharyo adalah putra Bpk. Florentinus Amir Hardjodisastra (alm) dan Ibu Theodora Murni Hardjodisastra. Berasal dari keluarga 10 bersaudara: 3 puteri dan 6 putera, dan yang satu telah meninggal dunia. Dari 6 putera tersebut, 2 orang menjadi imam, yaitu Rm. Suitbertus Sunardi, OCSO (Rawaseneng) dan Rm. I. Suharyo, Pr.   Dari 3 puteri, 2 orang menjadi biarawati, yaitu Sr. Marganingsih dan Sr. Sri Murni.

Read more

Intisari Homili Minggu Biasa XVII

JANGAN MAIN HITUNG-HITUNGAN
Oleh: Romo Antonius Widiatmoko, OMI

Dalam Bacaan Injil hari ini, Filipus yang diminta Tuhan Yesus untuk menyediakan makan bagi orang banyak yang sedang berkumpul bermain hitung-hitungan.  Filipus yang seorang Yahudi-Yunani adalah orang terdidik, mengetahui 1 Dinar cukup untuk biaya makan 5 orang, sedangkan uang mereka hanya 200 Dinar yang hanya cukup untuk memberi makan 1.000 orang.  Begitu juga dengan Andreas yang mengatakan ada seorang anak kecil yang membawa 5 roti dan 2 ikan, tidak akan mungkin cukup untuk makan 5.000 orang laki-laki yang belum termasuk kaum perempuan dan anak-anak.  2 murid Yesus ini menghitung-hitung, sama seperti kita yang sering bermain hitung-hitungan dengan Tuhan.  Hati-hati, kita akan kalah cepat berhitung dengan Tuhan!

Read more

Di Mana Hak Anak?

Setiap tahun, Hari Anak Nasional diperingati.  Namun, dalam kenyataannya banyak anak yang haknya belum terpenuhi.  Hal ini terbukti dari masih jauhnya pemenuhan hak dasar anak, seperti hak memperoleh identitas, pengasuhan, kesehatan, pendidikan, perlindungan khusus anak dari perlakuan salah, eksploitasi, kekerasan, dan diskriminasi.

Ketua Komisi Perlindungan Andak Indonesia (KPAI) Hadi Supeno menyebutkan, pemenuhan hak anak di bidang kesehatan masih buruk.  Indikatornya antara lain, angka kematian bayi masih tinggi,  4,5 juta anak menderita kekurangan gizi, terutama di NTT dan NTB, serta 650 anak menderita HIV/AIDS, malaria, dan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).  Perokok pemula usia muda pun meningkat pada usia rata-rata 7-9 tahun.  “Depkes lebih banyak bicara soal hilir seperti obat dan jamkesmas, tetapi sangat kurang bicara soal pencegahan seperti pembudayaan hidup bersih dan sehat,” katanya belum lama ini.

Kondisi yang sama juga terjadi di dunia pendidikan anak.  Secara umum, program wajib belajar 9 tahun berhasil, namun masih banyak anak yang tercecer, terutama mereka kaum miskin kota, daerah-daerah terpencil dan pulau-pulau terluar.

Read more

Pengolahan Sampah Plastik Bantu Orang Miskin

[Jakarta 5/6/2009] 

Banyak orang berpikir bahwa sampah adalah barang yang menjijikkan dan tidak ada gunanya dan harus dibuang dan dilenyapkan dari pandangan mata. Namun ketika dunia memperingati Hari Lingkungan Hidup se-Dunia pada 5 Juni, Suster Anna Wiwik Soepraptiwi, PK mengatakan bahwa cara itu bukanlah budaya untuk mengolah sampah.

Menurut mantan Pemimpin Provinsi Kongregasi Putri Kasih St. Vincentius de Paul (PK), membakar dan mengubur sampah yang tidak bisa hancur merupakan kebiasaan yang menimbulkan kerusakan lingkungan dan gangguan kesehatan pada manusia.

Read more

Televisi dan Daya Menggoda

Pada hari Sabtu, 9 Februari 2008, setelah Perayaan Misa di Paroki St. Servatius Kampung Sawah, salah seorang aktivis paroki menyampaikan kepada saya tentang dampak negatif media televisi terhadap perilaku anak-anak zaman sekarang. Ia akhirnya memutuskan untuk mengadakan semacam ‘kampanye me-nonaktif-kan’ pesawat televisi dalam keluarga pada hari dan jam tertentu untuk menghindari anak-anak dan remaja dari tayangan realitas hasil rekonstruksi televisi. Baginya, televisi turut membantu merusakkan akhlak anak-anak dan remaja zaman sekarang.

Para Imam Perlu Belajar Terus-Menerus

(Jakarta 25/6/09)  Para imam di Indonesia mengatakan bahwa Tahun Imam yang diluncurkan baru-baru ini merupakan sebuah kesempatan bagi mereka untuk memperoleh pengetahuan yang lebih luas guna membantu mereka dalam pelayanan pastoral.  Tugas imam tidak hanya berhenti pada ritual-ritual tapi harus meng-umat, menjawab kebutuhan umat, dan update teologi dan ilmu lain yang berhubungan dengan pelayanan seorang … Read more

Intisari Homili Minggu Biasa XVI, 19 Juli 2009

JADILAH GEMBALA YANG BAIK
Oleh: Romo Peter K. Subagyo, OMI

Sepertinya kerja seorang gembala itu mudah.  Hanya memperhatikan domba-dombanya, bisa tidur-tiduran, dan bermain musik.  Tetapi saat sudah menjadi gembala, seseorang baru merasakan kerja gembala yang tidak gampang.  Seorang gembala harus mampu meramal cuaca, membetulkan pagar yang rusak, menangkal serangan serigala yang ingin memangsa domba, dan lain-lainnya.

Begitu pun dengan kita.  Menjadi gembala – entah sebagai suami, istri, orangtua, atau imam/suster, kelihatannya mudah, tetapi pada kenyataannya tidak gampang sama sekali.  Kita perlu selalu belajar bahwa panggilan hidup apa pun yang kita tekuni pasti ada tantangannya, ada kesulitan dan rintangannya.

Read more

Jesus Hollywood

Penulis:
Imam Karyadi Aryanto

Penerbit:
Kanisius, Yogyakarta, 2009

Tebal:
287 halaman

Bisa dipastikan, minimal setahun 2 x Yesus “tampil” di pentas dalam bentuk dramatisasi atau visualisasi.  Pertama di Hari Raya Natal, Yesus tampil dalam ‘rupa’ boneka bayi.  Ia digendong oleh seorang ibu, anggap saja dia lagi memerankan tokoh Maria.  Kedua, biasanya pada Hari Raya Jumat Agung.  Sosok Yesus diperankan oleh laki-laki (kalau bisa berjenggot dan agak brewok) sedang diadili oleh Pontius Pilatus dan para imam agung.  Klimaksnya adalah saat Yesus digebuki, sampai berdarah-darah, disuruh memanggul salib, dan akhirnya mati di salib.

Peragaan selesai.  Umat yang melihat tarik nafas dalam-dalam.  Begitu, ya, kisah sengsara Tuhan Yesus?

Read more

Katekese Tentang Sakramen Imamat

Ditulis oleh: Santo Yohanes Maria Vianney

Anak-anakku, kita sampai pada Sakramen Imamat.  Sepertinya Sakramen ini tidak berhubungan dengan kalian, tetapi sebenarnya Sakramen ini ada hubungannya dengan semua orang.  Sakramen ini membuat seseorang membumbung tinggi kepada Tuhan.  Siapa seorang imam itu?  Seseorang yang memegang tempat Allah – seseorang yang ditanami dengan kuasa-kuasa Allah.  “Pergilah,” kata Tuhan kita kepada para imam, “seperti BapaKu mengutus Aku, Aku mengutusmu.  Segala kuasa telah diberikan kepadaKu di Surga maupun di bumi.  Pergilah, ajarlah segala bangsa…. Ia yang mendengarkan engkau, mendengarkan Aku, ia yang menolak engkau, menolak Aku.”  Saat seorang imam mengampuni dosa-dosa, ia tidak berkata: “Tuhan mengampuni engkau” – tetapi ia berkata: “Aku melepaskan engkau…”  Saat Konsekrasi, seorang imam tidak berkata: “Inilah Tubuh Tuhan kita,” tetapi ia berkata: “Inilah Tubuh-Ku”.

Read more