PENGUMUMAN


Cerdas Ber-Facebook
Artikel - BOM = Buat Orang Muda
Tuesday, 01 May 2012 11:45

Tak ada yang meragukan kegunaan Facebook (FB).  Tapi, tak dapat diingkari pula bahwa tak sedikit orang terkena dampak buruknya.  Sementara itu, para remaja terlalu naif menggunakannya dengan mengunggah foto atau komentar yang seharusnya tak pantas dipublikasikan.  Dan banyak di antara mereka merasakan akibat buruk unggahan itu sendiri.

Saya pengguna FB yang hanya mempunyai 130 "teman".  Jumlah ini tergolong sedikit karena banyak orang yang mempunyai 1.200 "teman".  Marilah kita cermati apa arti teman.  Kalau kita menjawab teman berarti seseorang yang menemani kita dalam suka dan duka, apakah 1.200 teman FB kita bisa berperan semacam itu?  Sebaliknya, jika kita termasuk teman dari FB seseorang, bisakah kita memberikan diri menemani dia dalma suka dan duka?  Bila tidak, lalu, apakah arti teman sesungguhnya?  Apakah penambahan jumlah teman dalam FB hanya sekedar kontes popularitas?

Read more...
 
Sahabat Spesial
Artikel - Keluarga
Tuesday, 01 May 2012 11:26

Siapa saja pasti sudah sering mendengar kata 'autis'.  Lewat tulisan ini saya ingin membagikan pengalaman tentang apa dan bagaimana saya memahami para penderita autis.  Namun sebelumnya, saya akan memberi gambaran teoritis tentang apa itu autis sehingga muncul kesamaan persepsi tentang autis.  Kadang karena kurang memahami apa dan siapa penderita autis, kita mendengar orang berkata "dasar autis" dengan maksud bercanda.

Autis berasal dari Bahasa Yunani "autos" yang berarti "diri" (self).  Pengertian autis adalah gangguan pada perkembangan otak dan sistem syaraf sehingga anak berpola tingkah laku hiperaktif.  Anak-anak autis mengalami gangguan yang kompleks menyangkut komunikasi, interaksi sosial, dan gangguan aktivitas imajinasi.  Ciri-ciri penderita autis adalah anak cenderung menyendiri, berforkus pada diri, dan bermain dengan dunianya sendiri.  Anak sulit berkonsentrasi dalam mengerjakan tugas atau tidak fokus.  Penderita autis juga sensitif terhadap makanan yang baunya tajam dan menyengat, mereka sensitif terhadap cahaya, suara ramai dan keras.  Anak-anak autis kadang memiliki kemampuan yang cukup tinggi di bidang-bidang tertentu, walaupun di sisi lain ada juga yang mengalami keterbelakangan mental.  Mereka membutuhkan pendampingan ekstra dari orangtua dan orang-orang di sekitarnya agar dapat tumbuh berkembang seperti halnya anak-anak lainnya.

Read more...
 
Perayaan Natal & Tahun Baru Bersama BIA & BIR St. Benedictus Wilayah 23
Artikel - Umat Berbagi
Wednesday, 25 April 2012 14:53


Pada 8 Januari 2012, anak-anak BIA & BIR St. Benedictus yang baru terbentuk sejak 8 Mei 2011 untuk pertama kalinya merayakan acara Natal & Tahun Baru Bersama. Bertempat di Sekolah SMP-SMA Lia Stephanie di Taman Surya 5, acara diisi oleh anak-anak dan pembina BIA & BIR St. Benedictus, OMK, maupun pengurus lingkungan di wilayah 23.

Read more...
 
FELLOWSHIP GATHERING – Lingkungan St. Yohanes dari Salib, Wilayah 23
Artikel - Umat Berbagi
Monday, 23 April 2012 15:38


Setelah mengikuti Misa Natal di Gereja Paroki Trinitas, Cengkareng, Lingkungan St. Yohanes dari Salib mengadakan Fellowship Gathering pada 25-26 Desember 2011 di Villa Green Apple Garden, Cipanas, Puncak, dengan tema “Berbagi dalam Kebersamaan”.  Acara ini diadakan dalam rangka merayakan Natal sekaligus Pesta Nama Pelindung Lingkungan.  

Read more...
 
Drama Filipus Anak Yang Hilang
Maria Imakulata - Maria Imakulata
Sunday, 08 April 2012 02:46



 
Hari Minggu Saatnya Keluarga Ber-Ekaristi
Artikel - Keluarga
Monday, 02 April 2012 18:15

Keluarga adalah sebuah komunitas Gereja dengan jumlah anggota yang kecil dan menjadi pilar penting dalam pembangunan Gereja.

Pada suatu hari Minggu saya mengikuti perayaan Ekaristi yang dimulai pukul 08.00 di Gereja St. Ignatius Waibalun, Flores Timur.  Di depan gereja saya berjumpa dengan seorang bapak, namanya Polus, biasa saya sapa Om Pou.  Orang-orang di daerah kami memang suka mempersingkat nama karena leih mudah diingat dan menjadi motif tersendiri bagi masyarakat sekampung, misalnya Polus menjadi Pou, Petrus menjadi Pite, Yakobus menjadi Kobu, Antonius menjadi Tony, dan Maria menjadi Mia.

Penyingkatan nama ini sejalan dengan tipikal masyarakat yang cenderung memilih hal-hal yang singkat, yang langsung ke titik sasar atau inti persoalan.  Oleh sebab itu, jika khotbah pastor terlalu panjang dan tidak menyentuh inti persoalan pasti akan menuai protes. 

Read more...
 
Bertobat dari Dosa Ekologis
Artikel - Lingkungan Hidup
Thursday, 29 March 2012 16:19

Menyediakan tempat sampah, memilah, dan memanfaatkan sampah adalah sebuah usaha bertobat dari dosa ekologis. Menjelang Masa Prapaskah, baik bagi umat Katolik untuk bertobat dari dosa-dosa ekologis.

Gereja Katolik memaknai Masa Prapaskah sebagai masa pertobatan yang ditandai dengan pantang dan puasa. Biasanya pertobatan itu dipahami dan dilakukan dalam konteks hidup pribadi dan hidup sosial, serta hidup berdampingan dengan alam. Berikut ini pendapat Koordinator Gerakan Hidup Bersih dan Sehat Keuskupan Agung Jakarta yang juga pengajar di Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara Jakarta, Pastor Al. Andang L. Binawan SJ mengenai pertobatan ekologis dan sampah.

Apa arti pertobatan ekologis?

Pertobatan ekologis adalah pertobatan manusia dalam kaitan dengan lingkungan hidupnya. Ketidakpedulian manusia pada alam menimbulkan dosa ekologis. Karena itu, bertobat dari dosa ekologis berarti berbalik menjadi peduli.

Read more...
 
Ke Pangkuan Gereja, Setelah Cerai
Pendalaman Iman - Kalangan Orang Beriman
Thursday, 29 March 2012 16:11

Pengasuh yang terkasih, saya perempuan, 25 tahun. Empat tahun lalu, saya menikah dengan laki-laki dari Gereja Protestan. Waktu itu, karena sudah terlanjur hamil, saya ikuti saja permintaan suami untuk pindah agama. Tiga tahun setelah menikah, kami tidak bisa akur. Saat ini kami sudah cerai. Saya ingin sekali kembali menjadi Katolik. Apa yang harus saya lakukan? (Erlin, Jakarta)

Jawaban dari Rm. Alexander Erwin Santoso, MSF: 

Erlin yang terkasih, sebelum menyampaikan jawaban saya, ada satu hal yang saya syukuri dari pengalaman Anda bahwa akhirnya Anda ingin kembali ke pangkuan Gereja Katolik, kendati telah melakukan kesalahan yang berat dengan menikah di luar Gereja Katolik tanpa izin. Kesadaran ini penting, mengingat perkawinan Anda yang gagal itu bukan hanya karena Anda telah menikah dengan pihak di luar Gereja Katolik, tetapi juga bahwa perkawinan itu telah membuat Anda keluar dari Gereja Katolik. Dan dengan demikian terkena hukuman tidak boleh menerima komuni suci.

Read more...
 
Mari Berbagi dalam Aksi Kasih Nyata
Artikel - Kabar Terkini
Sunday, 04 March 2012 14:44

Selaras dengan Tahun Ekaristi, Masa Prapaskah diisi dengan Aksi Puasa Pembangunan yang mengusung tema "Dipersatukan dalam Ekaristi - Diutus untuk Berbagi".  Seluruh Paroki se-KAJ telah siap dengan mengadakan pelbagai aktivitas, baik yang bersifat rohani maupun program aksi nyata di Masa Prapaskah.  Seluruh proses kegiatan direncanakan, diputuskan, dilaksanakan, dievaluasi dan dipertanggungjawabkan oleh Panitia, Seksi, dan Dewan Paroki.  Kegiatan yang dapat dilakukan, antara lain:

1.  Rohani: pantang, puasa, doa, matiraga, askese, pendalaman iman di Lingkungan, Ibadat Jalan Salib, Ibadat Tobat, Sakramen Pengakuan Dosa, Tuguran, Perayaan Ekaristi, seminar tentang Ekaristi.

Read more...