|
Renungan -
Intisari Homili
|
Sudahkah Kita Menghormati Raja? Oleh: Romo Peter K. Subagyo, OMI Minggu ini adalah minggu terakhir dalam penanggalan liturgi Gereja. Kita merayakannya sebagai Hari Raya Tuhan kita Yesus Kristus Raja Semesta Alam. Bersama kita mensyukuri Yesus Kristus yang menjadi Raja semesta alam, Yang datang ke dunia untuk memberikan kesaksian akan kebenaran dan menjadi Raja bagi kita. Raja seringkali digambarkan secara mewah, megah, dengan mahkota dan baju kebesaran. Biasanya, seorang raja punya patung atau lukisan atau foto diri dalam jubah kebesarannya. Tetapi lihatlah Raja kita, Yesus Kristus yang tergantung di kayu salib. Ia rela mati di kayu salib sebagai lambang penyerahan diriNya demi menebus manusia. Ia senantiasa mengatakan kebenaran yang berasal dari Allah Bapa, bahwa Allah Bapa mencintai seluruh dunia. Meski Ia punya kuasa untuk dapat menghancurkan segala yang menentangNya, tetapi Ia tidak melakukan hal itu. KerajaanNya bukan berdasarkan kekuasaan dan paksaan, karena pada dasarnya, Ia ingin menjadi Raja di dalam hati kita, umat manusia. Sudahkah kita membuka hati untuk menyambut Raja kita? |
|
|
Maria Imakulata -
Maria Imakulata
|
 Â Senin, 12 Oktober 2009, Romo A. Widiatmoko, OMI (Pastor Pendamping PPG Sta. Maria Imakulata), Bpk. Julius Husen (Ketua Kolegial PPGÂ Bidang Dana, Komsos, Logistik), dan Bpk. A. Sutanto (Wakil Ketua Seksi Dana Eksternal) mewakili PPGÂ Sta. Maria Imakulata berkesempatan bertatap muka dengan Bapa Uskup Agung Jakarta, Julius Kardinal Darmaatmadja, SJ. Â
|
|
Artikel -
Romo
|
 Saya, Romo Ignatius Yulianto, OMI, putra Indonesia angkatan ke-5 yang ditahbiskan sebagai Imam Oblat Maria Immaculata (OMI) pada 24 Juli 1991.  Saya pernah berkarya di Paroki Banyumas, Cilacap, dan Kaliori. Saat ini saya bertugas sebagai Tim Formator di Novisiat OMI Beato Joseph Gerard, Ngemplak-Sleman, Yogyakarta. Pengalaman iman yang akan saya bagikan ini semoga dapat menjadi sumber kekuatan dan inspirasi bagi kita bersama. |
|
Artikel -
Kabar Terkini
|
|
 Setiap tahunnya, dalam rangka Hari Pangan Sedunia (HPS) yang berdekatan waktunya dengan Hari Raya Idul Fitri, Seksi Pengembangan Sosial Ekonomi (PSE) selalu membentuk Panitia Aksi Peduli Sesama (APS) yang dikenal dengan nama Panitia HPS/APS. Dalam kepanitiaan ini, PSE bekerjasama dengan Ibu-Ibu WKRI Cabang Trinitas.
Kegiatan HPS/APS di Paroki Trinitas – Cengkareng telah mulai diadakan sejak tahun 2004 sesuai dengan arahan dari Komisi PSE Keuskupan Agung Jakarta. Tujuannya adalah untuk meringankan beban saudara-saudara kita yang pra-sejahtera dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, khususnya menjelang Hari Raya Lebaran.
|
|
Pendalaman Iman -
Tahun Imam
|
|
Sejak bulan Juni lalu, Paus Benediktus XVI memaklumkan tahun 2009/2010 sebagai "Tahun Imam". Paus mengharapkan, hendaknya sepanjang tahun tersebut para imam memperbaharui hidup batinnya, agar mereka dapat makin memberikan dirinya sebagai saksi bagi Injil. Tahun Imam tersebut dirayakan bertepatan dengan pesta 150 tahun kelahiran Santo Yohanes Maria Vianney. Paus menganjurkan agar para imam sudi meneladan orang kudus tersebut. |
|
Pendalaman Iman -
Kalangan Orang Beriman
|
|
Misa Arwah – dari mana praktek ini berasal dan apakah perlu?
Mempersembahkan Misa bagi kedamaikan kekal jiwa umat beriman yang telah meninggal dunia berkaitan dengan keyakinan kita akan api penyucian. Kita percaya bahwa jika seseorang meninggal dunia dengan iman kepada Tuhan, tetapi dengan menanggung dosa-dosa ringan dan luka akibat dosa, maka Tuhan dalam kasih dan Kerahiman Ilahi-Nya akan terlebih dahulu memurnikan jiwa. Setelah pemurnian dilakukan sempurna, maka jiwa akan mendapatkan kekudusan dan kemurnian yang diperlukan agar dapat ikut ambil bagian dalam kebahagiaan abadi di surga. |
|
Artikel -
Romo
|
|
Berita tentang penunjukan Mgr. Ignatius Suharyo, Pr oleh Bapa Suci Paus Benediktus XVI sebagai Uskup Koajutor Keuskupan Agung Jakarta telah kita dengar beberapa waktu yang lalu. Ini menandakan bahwa saat Uskup Agung Jakarta, Julius Kardinal Darmaatmadja, SJ memasuki usia pensiun di bulan Desember 2009, Mgr. Ignatius Suharyo akan menggantikan posisi Bapa Kardinal sebagai Uskup Agung Jakarta.
Tentunya, semua unsur dalam Gereja Katolik di Keuskupan Agung Jakarta pun menyambut gembira berita sukacita ini. Sebagai bagian dari Keuskupan Agung Jakarta, tentunya Paroki Trinitas - Cengkareng pun menyambut dengan penuh syukur dan bahagia Bapa Uskup Koajutor tercinta, Mgr. Ignatius Suharyo, Pr. Selamat datang di Jakarta, Monseigneur! |
|
Renungan -
Mari Merenung
|
|
       Setiap orang pernah membuat kesalahan. Itulah sebabnya, pada setiap pensil ada penghapusnya (Pepatah Jepang).        Kali ini saya ingin menceritakan kepada Anda sebuah kisah penuh hikmah dari sebatang pensil. Dinasihati mengenai tugas yang akan diembannya, maka beberapa wejangan pun diberikan kepada si pensil. Inilah yang dikatakan oleh si pembuat pensil tersebut kepada pensilnya.            "Wahai pensil, tugasmu yang pertama dan utama adalah membantu orang sehingga memudahkan mereka menulis. Gagal berfungsi sebagai alat tulis, macet atau rusak, maka tugas utamamu gagal." |
|
|