Peraturan Pantang dan Puasa KAJ 2015

PERATURAN PANTANG DAN PUASA KEUSKUPAN AGUNG JAKARTA  UNTUK TAHUN 2015

TEMA: TIADA SYUKUR TANPA PEDULI

 

Masa Prapaskah/Waktu Puasa Tahun 2015 dimulai pada hari Rabu Abu, 18 Februari sampai dengan hari Sabtu, 4 April 2015.

“Semua orang beriman kristiani menurut cara masing-masing wajib melakukan tobat demi hukum ilahi” (KHK k.1249).  Dalam masa tobat ini Gereja mengajak umatnya “secara khusus meluangkan waktu untuk berdoa, menjalankan ibadat dan karya amalkasih, menyangkal diri sendiri dengan melaksanakan kewajiban-kewajibannya secara lebih setia dan terutama dengan berpuasa dan berpantang” (ibid).  Semua orang beriman diajak untuk merefleksikan pengalaman hidup dan mengadakan pembaharuan untuk semakin setia sebagai murid Yesus.

Dalam rangka pertobatan dan pembaharuan hidup beriman, Gereja mengajak kita semua untuk mewujudkannya, terutama dalam masa prapaskah ini dengan memperhatikan beberapa ketentuan berikut ini:

Readmore

Surat Gembala Prapaskah 2015

(Dibacakan sebagai pengganti khotbah, pada Misa Sabtu/Minggu, 14/15 Februari 2015)

TIADA SYUKUR TANPA PEDULI

Para Ibu dan Bapak,

Para Suster dan Bruder, Para Imam dan Frater,

Kaum Muda, Remaja dan Anak-Anak yang terkasih dalam Yesus Kristus,

 

1.  Bersama-sama dengan seluruh Gereja, pada hari Rabu yang akan datang kita memasuki masa Prapaskah.  Selama masa Prapaskah kita diajak untuk secara khusus menyiapkan diri agar kita masing-masing, keluarga dan komunitas kita dapat mengalami Paskah yang sejati, Paskah yang membaharui kehidupan.  Masa Prapaskah adalah masa peziarahan rohani yang akan menjadi semakin bermakna kalau ditandai dengan doa yang tekun dan karya-karya kasih yang tulus.  Dengan demikian kita dapat memetik buah-buah penebusan yaitu hidup baru yang dianugerahkan oleh Allah kepada kita.  Hidup baru itu akan membuat kita mampu menjalankan nasehat Rasul Paulus, yaitu agar kita melakukan segala sesuatu hanya demi kemuliaan Tuhan: “Jika engkau makan atau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu demi kemuliaan Allah.” (1 Kor 10:31).  Kita juga berharap, khususnya melalui olah rohani selama masa Prapaskah ini, kita semakin mencapai “kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus.” (Ef 4:13)

2.  Masa Prapaskah tahun ini kita jalani ketika kita merayakan Tahun Syukur Keuskupan Agung Jakarta.  Dalam rangka Tahun Syukur itu, semboyan yang ingin kita dalami adalah “Tiada Syukur Tanpa Peduli”.  Semboyan ini mencerminkan dinamika hidup beriman kita yang kita harapkan menjadi semakin ekaristis.  Dalam perayaan Ekaristi kita mengenangkan Yesus yang “mengambil roti, mengucap syukur, lalu memecah-mecahkan roti itu dan memberikannya kepada murid-muridNya.”  Dengan demikian jelas bahwa bentuk syukur yang paling sesuai dengan teladan Yesus adalah kerelaan untuk “dipecah-pecah” dan “dibagikan” seperti roti Ekaristi.  Panitia Aksi Puasa Pembangunan Keuskupan Agung Jakarta telah menyiapkan bahan-bahan yang sangat memadai untuk mendalami makna semboyan “Tiada Syukur Tanpa Peduli”.  Keikutsertaan dalam kegiatan-kegiatan bersama yang sudah disiapkan pastilah akan memperkaya, meneguhkan dan menjadikanhidup kita pujian bagi tuhan dan berkat bagi semakin banyak orang.  Kalau Anda karena berbagai alasan, tidak mungkin mengikuti pertemuan-pertemuan pendalaman iman bersama-sama, Panitia Aksi Puasa Pembangunan juga sudah menyediakan bahan “Retret Agung Umat: Perjalanan Rohani Menanti Kebangkitan” yang dapat digunakan secara pribadi.

 

Readmore

Usulan KAJ tentang Rabu Abu 2015

Minggu depan kita akan memulai Masa Prapaskah yang dimulai pada Rabu Abu, 18 Februari 2015.  Ada sementara umat yang bertanya, bolehkah umat yang merayakan Tahun Baru Imlek  mengganti pantang dan puasa seperti yang diwajibkan di setiap Rabu Abu ke hari lainnya mengingat Rabu Abu tahun ini jatuh bertepatan dengan malam Tahun Baru Imlek?  Berikut adalah cuplikan tanggapan dan usulan yang disarankan oleh Romo Samuel Pangestu, Pr, Vikaris Jenderal Keuskupan Agung Jakarta:

Readmore

[LIPUTAN] Sehati & Seiman

Pada hari Minggu, 1 Februari 2015, berlangsung Seminar Orang Muda Katolik dengan tema "Sehati & Seiman" yang diadakan di Gereja Santo Laurensius, Alam Sutera. Acara ini diselenggarakan oleh teman-teman Antiokhia Laurensius Alam Sutera. Topik utama dari acara ini dibawakan oleh Romo Erwin Santoso, MSF. Dan juga menghadirkan bintang tamu yaitu pasangan artis katolik Darius Sinathrya dan Donna Agnesia. Acara seminar ini dipandu oleh duet MC Alexandrina Vicky (Paroki MKK, Meruya) dan Ingram Lumanta (Paroki Bunda Maria, Cirebon), yang juga sedang menjabat sebagai Koordinator Distrik Antiokhia Jakarta.

Readmore