|
Artikel -
Lingkungan Hidup
|
|
Thursday, 29 March 2012 16:19 |
|
Menyediakan tempat sampah, memilah, dan memanfaatkan sampah adalah sebuah usaha bertobat dari dosa ekologis. Menjelang Masa Prapaskah, baik bagi umat Katolik untuk bertobat dari dosa-dosa ekologis. Gereja Katolik memaknai Masa Prapaskah sebagai masa pertobatan yang ditandai dengan pantang dan puasa. Biasanya pertobatan itu dipahami dan dilakukan dalam konteks hidup pribadi dan hidup sosial, serta hidup berdampingan dengan alam. Berikut ini pendapat Koordinator Gerakan Hidup Bersih dan Sehat Keuskupan Agung Jakarta yang juga pengajar di Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara Jakarta, Pastor Al. Andang L. Binawan SJ mengenai pertobatan ekologis dan sampah. Apa arti pertobatan ekologis? Pertobatan ekologis adalah pertobatan manusia dalam kaitan dengan lingkungan hidupnya. Ketidakpedulian manusia pada alam menimbulkan dosa ekologis. Karena itu, bertobat dari dosa ekologis berarti berbalik menjadi peduli.
|
|
Read more...
|
|
|
Artikel -
Lingkungan Hidup
|
|
Thursday, 01 March 2012 00:41 |
|
Masa pra-paskah adalah masa pertobatan, terutama diungkapkan dengan pantang, puasa dan aksi nyata kepedulian. Mengingat makin rusaknya kondisi lingkungan hidup, juga di Jakarta, Paus Benedictus XVI berkali-kali menyerukan pentingnya pertobatan ekologis, yaitu pertobatan dari ketidak-pedulian pada lingkungan hidup.
|
|
Read more...
|
|
Artikel -
Lingkungan Hidup
|
|
Friday, 02 October 2009 10:50 |
|
Sejak beberapa bulan yang lalu, Kelompok Lingkungan Hidup bekerjasama dengan Pelayanan Kesehatan Trinitas, dan Seksi PSE Paroki membuka pelatihan untuk usaha salon dan ketrampilan pengolahan limbah plastik bekas pembungkus cairan isi ulang. Dengan mengambil tempat di Ruang St. Lukas, kedua pelatihan ini berjalan bersama-sama setiap hari Selasa dan Kamis, mulai pkl. 14.00.
|
|
Read more...
|
|
Artikel -
Lingkungan Hidup
|
|
Wednesday, 22 July 2009 10:04 |
|
[Jakarta 5/6/2009] Banyak orang berpikir bahwa sampah adalah barang yang menjijikkan dan tidak ada gunanya dan harus dibuang dan dilenyapkan dari pandangan mata. Namun ketika dunia memperingati Hari Lingkungan Hidup se-Dunia pada 5 Juni, Suster Anna Wiwik Soepraptiwi, PK mengatakan bahwa cara itu bukanlah budaya untuk mengolah sampah. Menurut mantan Pemimpin Provinsi Kongregasi Putri Kasih St. Vincentius de Paul (PK), membakar dan mengubur sampah yang tidak bisa hancur merupakan kebiasaan yang menimbulkan kerusakan lingkungan dan gangguan kesehatan pada manusia.
|
|
Read more...
|
|
|
|
|
<< Start < Prev 1 2 3 Next > End >>
|
|
Page 1 of 3 |