:

Sabtu, 06 April 2013

“Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk” (Kis 4:13-21; Mrk 16:9-15) “Setelah Yesus bangkit pagi-pagi pada hari pertama minggu itu, Ia mula-mula menampakkan diri-Nya kepada Maria Magdalena. Dari padanya Yesus pernah mengusir tujuh setan. Lalu perempuan itu pergi memberitahukannya kepada mereka yang  selalu mengiringi Yesus, dan yang pada waktu itu sedang berkabung dan … Read more

Jumat, 05 April 2013

“Tebarkanlah jalamu di sebelah kanan perahu maka akan kamu peroleh.” (Kis 4:1-12; Yoh 21:1-14) “Kemudian Yesus menampakkan diri lagi kepada murid-murid-Nya di pantai danau Tiberias dan Ia menampakkan diri sebagai berikut. Di pantai itu berkumpul Simon Petrus, Tomas yang disebut Didimus, Natanael dari Kana yang di Galilea, anak-anak Zebedeus dan dua orang murid-Nya yang lain. … Read more

Kamis, 04 April 2013

Dalam namaNya berita tentang pertobatan dan pengampunan dosa” (Kis 3:11-26; Luk 24;35-48) “Lalu kedua orang itu pun menceriterakan apa yang terjadi di tengah jalan dan bagaimana mereka mengenal Dia pada waktu Ia memecah-mecahkan roti. Dan sementara mereka bercakap-cakap tentang hal-hal itu, Yesus tiba-tiba berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata kepada mereka: “Damai sejahtera bagi kamu!” … Read more

Rabu, 03 April 2013

“Hai kamu orang bodoh betapa lambannya hatimu” (Kis 3:1-10; Luk 24:13-35) “ Lalu Ia berkata kepada mereka: “Hai kamu orang bodoh, betapa lambannya hatimu, sehingga kamu tidak percaya segala sesuatu, yang telah dikatakan para nabi! Bukankah Mesias harus menderita semuanya itu untuk masuk ke dalam kemuliaan-Nya?” Lalu Ia menjelaskan kepada mereka apa yang tertulis tentang … Read more

Selasa, 02 April 2013

“Aku telah melihat Tuhan!” (Kis 2:36-41; Yoh 20:11-18) “ Maria berdiri dekat kubur itu dan menangis. Sambil menangis ia menjenguk ke dalam kubur itu, dan tampaklah olehnya dua orang malaikat berpakaian putih, yang seorang duduk di sebelah kepala dan yang lain di sebelah kaki di tempat mayat Yesus terbaring. Kata malaikat-malaikat itu kepadanya: “Ibu, mengapa … Read more

Anak-Anakku Jangan Hidup Seperti Ini Lagi

Sebut saja aku Tere, seorang ibu dengan 3 orang anak berusia sekitar 40 tahunan, umat Paroki Trinitas.  Aku tinggal di kompleks pemulung di bilangan Bambu Larangan, karena suamiku adalah seorang pemulung.  Aku berasal dari pulau seberang, datang ke Jakarta saat usiaku masih muda dengan pikiran ingin mengadu untung di Ibukota.  Masih lekat dalam benakku saat aku ikut temanku naik kapal laut menuju Jakarta.  Sesampai di Kota Metropolitan ini, aku diterima bekerja sebagai perawat orang lanjut usia.  Aku pernah juga bekerja sebagai buruh pabrik dan pembantu rumah tangga lepas waktu.  Pernikahan pertamaku kandas saat aku mengandung anak pertama kami.  Sejak menikah dengan suamiku yang sekarang di tahun 2004, aku mulai menghuni kompleks pemulung ini.

Suamiku memang bukan bekerja sebagai pemulung saja, tetapi juga kerja-kerja apa pun yang dapat ia lakukan.  Semuanya tentu demi mendapatkan nafkah hidup kami sekeluarga.  Ingin rasanya aku ikut membantu mencari penghasilan untuk menopang biaya keluarga kami, tetapi anak-anak kami masih terlalu kecil untuk ditinggalkan.  Aku hanya dapat membantu sekedarnya dengan ikut menjadi pemulung,  mencari paku atau tutup botol air kemasan.  Syukur kalau kami masih bisa makan tiap hari meski sangat sederhana, juga berjuang keras untuk mengumpulkan Rp 200.000,- setiap bulannya guna mengontrak satu kamar di rumah yang kami tempati sekarang.

Read more

Belarasa: Jatidiri Orang Kristiani

Belarasa – kiranya adalah suatu kata yang tidak asing lagi di telinga kita, karena sekarang ini hampir di setiap Misa Kudus kita menyanyikan “Mars Berbela Rasa”. Arah Dasar (Ardas) Paroki Trinitas tahun 2013 juga mengambil bagian dari Ardas KAJ: “Makin Beriman, Makin Bersaudara, Makin Berbelarasa”. Suatu pernyataan yang isinya saling terkait dan makin menunjukkan intensitas kedalamannya, bahkan kata yang paling ujung yakni “belarasa”  merupakan ukuran apakah kita benar-benar layak disebut sebagai “Orang Kristiani”.

Dasar Semangat Belarasa: Allah adalah Kasih

Allah yang kita imani adalah Allah yang kita kenal dalam diri pribadi Yesus Kristus Tuhan kita. Demikianlah diungkapkan dalam 1 Yoh 4:7-8.16b, “Allah adalah Kasih. Marilah kita saling mengasihi, sebab kasih itu berasal dari Allah; dan setiap orang yang mengasihi, lahir dari Allah dan mengenal Allah. Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih. Barangsiapa tetap berada di dalam kasih, ia tetap berada di dalam Allah dan Allah di dalam dia”. Dari kesaksian Injil, kita melihat bagaimana Yesus berbelarasa terhadap perempuan yang sakit pendarahan (Markus 5:25-34), terhadap lima ribu orang yang lapar (Markus 6:34), terhadap perempuan Siro-Fenesia yang anaknya sakit (Markus 7:24-30), terhadap janda Nain yang anaknya meninggal (Lukas 7:13) dan masih banyak lagi. Puncak belarasaNya ialah ketika Tuhan Yesus memberikan hidupNya di atas kayu salib demi keselamatan kita semua.

Benar! Allah telah mengasihi kita, dan ketika orang mengalami kasih, semestinya orang tersebut akan bertanggungjawab dan memberikan kesaksian akan kasih Allah itu. Oleh karena itu, kalau kita ingin semakin beriman seperti terungkap dalam Ardas Paroki kita, tentunya kita ingin makin mengasihi dan mengambil sikap belarasa, seperti yang telah Yesus berikan untuk kita.

Read more

Senin, 01 April 2013

“Mereka pergi ke Galilea dan di sanalah mereka akan melihat Aku.” (Kis 2:14.22-32; Mat 28:8-15) “ Mereka segera pergi dari kubur itu, dengan takut dan dengan sukacita yang besar dan berlari cepat-cepat untuk memberitahukannya kepada murid-murid Yesus. Tiba-tiba Yesus berjumpa dengan mereka dan berkata: “Salam bagimu.” Mereka mendekati-Nya dan memeluk kaki-Nya serta menyembah-Nya. Maka kata … Read more

Minggu Paskah, 31 Maret 2013

HR PASKAH : Kis 10:33a.37-43; Kol 3:1-4; Yoh 20:1-9 “Selama itu mereka belum mengerti isi Kitab Suci yang mengatakan, bahwa Ia harus bangkit dari antara orang mati” Post kematian seseorang, lebih-lebih yang mati seorang tokoh yang berpengaruh dalam kehidupan bersama, pada umumnya mereka yang pernah mengenalnya ingat akan hal-hal baik dan penting yang pernah dilakukan … Read more