:

Minggu Paskah III, 14 April 2013

Mg Paskah III: Kis 5:27b-32.40b-41; Why 5:11-14; Yoh 21:1-19 “Tebarkanlah jalamu di sebelah kanan perahu, maka akan kamu peroleh.” “Kerasulan semua religius pertama-tama terletak dalam kesaksian hidup mereka yang sudah dibaktikan, yang harus mereka pelihara dengan doa dan tobat” (KHK kan 673). Sebagai imam dan biarawan saya pribadi sungguh terkesan dengan kutipan dari KHK di … Read more

Jumat, 12 April 2013

Di sini ada seorang anak yang mempunyai lima roti jelai dan dua ikan” (Kis 5:34-42; Yoh 6:1-15) “ Ketika Yesus memandang sekeliling-Nya dan melihat, bahwa orang banyak berbondong-bondong datang kepada-Nya, berkatalah Ia kepada Filipus: “Di manakah kita akan membeli roti, supaya mereka ini dapat makan?” Hal itu dikatakan-Nya untuk mencobai dia, sebab Ia sendiri tahu, … Read more

Kamis, 11 April 2013

“Barangsiapa percaya kepada Anak ia beroleh hidup yang kekal” (Kis 5:27-33; Yoh 3:31-36) “ Siapa yang datang dari atas adalah di atas semuanya; siapa yang berasal dari bumi, termasuk pada bumi dan berkata-kata dalam bahasa bumi. Siapa yang datang dari sorga adalah di atas semuanya. Ia memberi kesaksian tentang apa yang dilihat-Nya dan yang didengar-Nya, … Read more

Dekorasi Paskah Hijau di Stasi Sta. Maria Imakulata

Ada yang menarik saat menjejakkan kaki di pelataran Gereja Sta. Maria Imakulata.  Mata kita akan langsung tertuju pada dekorasi Paskah Hijau yang dibuat oleh Panitia Paskah Stasi Sta. Maria Imakulata yang berupa Bukit Golgota, 4 dekorasi hasil karya anak-anak Bina Iman dari Wilayah-Wilayah Panitia Paskah, dan lukisan Tuhan Yesus.  Apa istimewanya dekorasi Paskah ini? Dekorasi Paskah di Gereja Stasi Sta. Maria Imakulata mengambil tema Paskah Keuskupan Agung Jakarta 2013: “Memperbaiki Tata Kehidupan dengan Kekuatan Paskah Kristus.”

Read more

Rabu, 10 April 2013

“Manusia lebih menyukai kegelapan dari pada terang,” (Kis 5:17-26; Yoh 3:16-21) “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia. … Read more

Selasa, 09-04-2013

“Angin bertiup ke mana ia mau” (Kis 4:32-37; Yoh 3:7-15) “Janganlah engkau heran, karena Aku berkata kepadamu: Kamu harus dilahirkan kembali. Angin bertiup ke mana ia mau, dan engkau mendengar bunyinya, tetapi engkau tidak tahu dari mana ia datang atau ke mana ia pergi. Demikianlah halnya dengan tiap-tiap orang yang lahir dari Roh.” Nikodemus menjawab, … Read more

Meluangkan Waktu Untuk Anak-Anak

Beberapa waktu yang lalu, kita sebagai umat Paroki dikejutkan dengan kabar adanya seorang remaja yang membunuh ayah dari sahabatnya hanya karena sang ayah mencoba melerai perkelahian antara si remaja dengan sahabatnya itu.  Juga kita mendengar ada seorang remaja – umat Paroki kita  juga – yang bunuh diri lantaran satu dan lain masalah yang dirasakannya sudah tak dapat lagi ia pecahkan.  Dalam 2 kasus ini, kita tentu bertanya-tanya: “Mengapa bisa terjadi demikian?”

Kesibukan orangtua di luar rumah memang sering meninggalkan masalah tersendiri: anak-anak menjadi lebih banyak ditinggalkan di rumah.  Memang ada orang-orang yang kita percayai untuk menjaga dan mengasuh anak-anak, tetapi bukankah anak-anak akan lebih merasa aman dan nyaman bersama orangtua mereka?

Bentuk kebersamaan keluarga bisa bermacam-macam.  Tidak harus semuanya dilakukan di luar rumah dan menelan biaya ekstra.  Kita bisa menciptakan suasana akrab kekeluargaan justru di dalam rumah kita sendiri, misalnya: Makan bersama di satu meja makan dengan sajian masakan ibu, ayah atau bahkan anak-anak yang sudah mulai beranjak besar; Nonton tivi bersama; Mengerjakan tugas-tugas rumah tangga bersama; Bermain bersama dengan permainan yang disesuaikan dengan usia anak-anak; Baca buku bersama; Menelusuri internet bersama; Membantu anak memecahkan soal-soal pekerjaan rumahnya, dan lain sebagainya.

Kebersamaan bukan saja menciptakan rasa saling mengasihi di antara anggota keluarga, tetapi juga rasa saling memiliki, saling memperhatikan, dan saling merindukan.  Kebersamaan pada akhirnya mampu merekatkan hati anggota keluarga satu dengan yang lainnya, bahkan dapat menjadi ajang pembelajaran toleransi, saling berbagi, beriman, bersaudara dan berbelarasa.

Read more

Senin, 08 April 2013

HR Kabar Sukacita : Yes 7:10-14; 8:10; Ibr 10:4-10; Luk 1:26-38 “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu”. Pasangan suami-isteri baru yang mendengar bahwa sang isteri mulai mengandung, maka pasangan suami-isteri tersebut sungguh bersukacita, dan kiranya mareka pun juga tergerak untuk mewartakan sukacita atau kegembiraannya kepada saudara-saudarinya. Namun jika seorang perawan … Read more

Minggu Paskah II, 07 April 2013

Mg Paskah II: Kis 5:12-16; Why 1:9-11a.12-13.17-19; Yoh 20:19-31 “Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.” Jika kita jajan atau makan di rumah makan kiranya kita tidak tahu/melihat bagaimana makanan dimasak, dan kita meskipun tidak melihat bumbu atau ramuan apa yang dimasukkan ke dalam makanan yang akan disajikan kita percaya bahwa tidak akan diracuni atau … Read more