:

Kebangunan Rohani Katolik

PDKK Trinitas pada Jumat,  30 Januari 2015 menyelenggarakan Kebangunan Rohani Katolik (KRK) dengan tema “Kasih Yesus Memulihkanku” di Aula Kasih Gereja Stasi Santa Maria Imakulata, Citra Garden 3. Lebih dari 800 umat termasuk Panitia menghadiri KRK ini.  Seolah-olah Aula Kasih luasnya terlalu kecil atas kesuksesan acara tersebut sehingga Romo Peter Kurniawan Subagyo, OMI harus duduk … Read more

Usulan KAJ tentang Rabu Abu 2015

Minggu depan kita akan memulai Masa Prapaskah yang dimulai pada Rabu Abu, 18 Februari 2015.  Ada sementara umat yang bertanya, bolehkah umat yang merayakan Tahun Baru Imlek  mengganti pantang dan puasa seperti yang diwajibkan di setiap Rabu Abu ke hari lainnya mengingat Rabu Abu tahun ini jatuh bertepatan dengan malam Tahun Baru Imlek?  Berikut adalah cuplikan tanggapan dan usulan yang disarankan oleh Romo Samuel Pangestu, Pr, Vikaris Jenderal Keuskupan Agung Jakarta:

Read more

[LIPUTAN] Sehati & Seiman

Pada hari Minggu, 1 Februari 2015, berlangsung Seminar Orang Muda Katolik dengan tema “Sehati & Seiman” yang diadakan di Gereja Santo Laurensius, Alam Sutera. Acara ini diselenggarakan oleh teman-teman Antiokhia Laurensius Alam Sutera. Topik utama dari acara ini dibawakan oleh Romo Erwin Santoso, MSF. Dan juga menghadirkan bintang tamu yaitu pasangan artis katolik Darius Sinathrya … Read more

Rekoleksi Pengurus Dewan Pleno Paroki Trinitas

Pada hari Minggu, 17-18 Januari 2015, berlangsung Rekoleksi Pengurus Dewan Pleno Paroki Trinitas dengan tema “Kepemimpinan Kristiani dan Spiritualitas Pelayanan”, dan nara sumbernya adalah Rm. E. Martasudjita, Pr. Rekoleksi ini bertempat di sekolah Kirstoforus II, Taman Palem, Jakarta Barat. (ys) [atube]6-QQRWUCyLw[/atube] Foto oleh : Fransisco Denny KOMSOS

Tantangan Keluarga Katolik di Zaman Sekarang

Romo Alexander Erwin Santoso, MSF, Ketua Komisi Kerasulan Keluarga Keuskupan Agung Jakarta, beberapa waktu yang lalu sempat bertandang ke Gereja Stasi Santa Maria Imakulata untuk memimpin Misa Kudus.  Tak menyia-nyiakan kesempatan, Sabitah berbincang-bincang sejenak bersama Romo Erwin dengan 2 pertanyaan pokok: (1) Apa tantangan keluarga Katolik dewasa ini?;  dan (2) Apa harapan Romo Erwin untuk keluarga-keluarga Katolik di KAJ?

“Tantangan keluarga Katolik sekarang ini sebetulnya hampir mirip dengan tantangan keluarga Katolik dahulu.   Hanya sekarang ini ada tambahan tantangan baru dengan adanya media informasi dan kemudahan-kemudahan fasilitas.  Semuanya serba cepat.  Ini membawa pengaruh pada orang-orang untuk menjadi berpikir pendek.

“Sekarang ini, banyak orang bersikap ‘mudah menyelesaikan masalah’, bukannya ‘mau menyelesaikan masalah’.  Mudah menyelesaikan masalah artinya orang itu mau cepat selesai.  Karena mau cepat selesai, maka jalan-jalan pintas biasanya yang diambil -jJalan-jalan yang nantinya ternyata kurang menguntungkan.  Misalnya, pasangan suami-istri maunya cepat-cepat bercerai atau pisah rumah.  Mau cepat selesai, bukannya mau menyelesaikan masalah.  Masih banyak contoh kasus lainnya lagi.

 

Read more

Gathering Lingkungan Beata Teresa dari Kalkuta

Lingkungan Beata Teresa dari Kalkuta mengadakan “Gathering Lingkungan” dan perkenalan susunan anggota Pengurus Lingkungan yang baru pada 03 Januari 2015 di Rumah Air (The Jungle), Bogor.  Dengan sukacita kami juga menyambut anggota Lingkungan Beata Teresa dari Kalkuta yang baru bergabung, yaitu para umat Katolik warga Park Residence. Semoga dengan acara ini, tali persaudaraan dan cinta … Read more

“Jangan Takut, Hari Ini Telah Lahir Bagimu Juruselamat”

Maranatha

“Tuhan datanglah” adalah seruan permohonan agar Tuhan berkenan mendatangi umatNya. Tuhan kini sudah datang dalam rupa seorang bayi seperti yang diwartakan oleh malaikat kepada para gembala dan kawanannya:  “Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitahukan kepadamu kesukaan yang besar untuk seluruh bangsa: Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus Tuhan di kota Daud.” (Luk 2:10)  Dan tiba-tiba tampaklah bersama-sama dengan malaikat itu sejumlah bala tentara surga memuji Allah: “Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepadaNya.” (Luk 2:14) Ia datang untuk menyelamatkan setiap orang, membawa damai sejahtera dan kebahagiaan sejati kepada setiap orang yang percaya dan berharap kepadaNya. Maka kedatanganNya adalah sebuah Kabar Gembira karena Dia adalah Immanuel – Allah beserta kita. Sejalan dengan kehendak dan rencana ilahi ini, kita pun mengharapkan dan merindukan hal yang sama, yaitu keselamatan, damai sejahtera dan kebahagiaan sejati yang datang dari Tuhan.  Kita ingin hidup bahagia, mengalami damai sejahtera dan keselamatan.

 

Untuk Direnungkan

Apakah kita yang mengharapkan keselamatan, damai sejahtera dan kebahagiaan sejati, kini telah mengalamiNya? Kalau ternyata belum – Apakah ada yang salah? Salahnya di mana? Apa yang mesti kita lakukan untuk menjadi bahagia, damai dan sejahtera, sebagaimana yang dirancangkan dan dikehendaki oleh Allah sendiri? Untuk menemukan jawabannya marilah kita menimba inspirasi rohani dari seorang mistikus, yaitu Anthony de Mello, SJ.

 

 

Read more

Nada Untuk Asa, Sebuah Film Layar Lebar Karya Komsos KAJ

Nada untuk Asa. Sebuah rangkaian kata yang cukup puitis terdengar bukan? Namun sesungguhnya rangkaian kata tersebut sejatinya adalah sebuah judul sebuah film layar lebar yang akan tayang mulai 5 Februari 2015. Lalu apa hubungannya sebuah film layar lebar berjudul Nada untuk Asa dengan gereja Katolik? Ternyata Nada untuk Asa adalah sebuah film buah proyek Seksi … Read more

Mencari Allah dalam Keluarga

Kembali kita jelang Natal, sebuah peristiwa keluarga,  karena kita bersama menyambut seorang Bayi (Tuhan Yesus Kristus) dalam sebuah keluarga (Santo Yosef dan Santa Maria).  Kalau berbicara tentang keluarga, mungkin akan menjadi lebar dan luas, karena dapat juga menyangkut keluarga besar dari 2 orang yang disatukan dan membentuk keluarga baru.  Kali ini, marilah kita bersama berbicara tentang Keluarga Inti Katolik yaitu suami/ayah, istri/ibu, dan anak-anak yang menjadi anggota Gereja Katolik karena pembaptisannya, karena pernikahannya, karena lahir dalam keluarga Katolik.

Dalam dunia moderen yang serba maju dan serba cepat seperti sekarang ini, keluarga-keluarga Katolik yang tinggal di Jakarta mau tak mau harus mengikuti arus hiruk-pikuk dunia sekelilingnya.  Kerasnya perjuangan untuk dapat bertahan dalam hidup yang demikian ini membuat banyak keluarga Katolik mengalami keletihan jasmani dan rohani.  Hidup bagai robot dengan waktu-waktu yang serasa telah terprogram dan terjadi demikian setiap harinya.  Rutinitas yang membuat jenuh, belum lagi kemacetan parah yang sering melanda Ibukota Jakarta.  Masih adakah tersisa waktu untuk berkumpul bersama keluarga?

Read more