:

Aksi Nyata Kunjungan Sosial Lingkungan St. Louis (Wil. IV) dan Lingkungan Sta. Helena (WIl. IX)

Dalam rangka mengisi bulan Maria serta mewujudkan aksi nyata Mei 2014, 33 umat Lingkungan St. Louis bersama dengan 29 umat Lingkungan Sta. Helena mengadakan kunjungan sosial ke Panti  Werdha  Taman Gracelil di Sentul, Bogor.  Acara diawali dengan Jalan Salib dan Rosario bersama di Gua Maria Taman Gracelil,   kemudian dilanjutkan dengan kegiatan bersama menghibur  Oma dan … Read more

Ziarah WK Ranting Catharina

Mei 2014, WK Ranting Catharina mengadakan Ziarah ke 9  Gua Maria yang ada di Jakarta, yaitu: Gua Maria di (1) Gereja Stasi Santa Maria Imakulata (Paroki Trinitas); (2)  Gereja Paroki Regina Caeli, Pantai Indah Kapuk; (3) Gereja Paroki Stella Maris, Pluit; (4) Gereja Paroki St. Yohanes Bosco, Taman Sunter Indah; (5) Gereja Stasi St. Andreas … Read more

Misa Pemberkatan ABC (Algonz’ Base Camp)

Puji Tuhan! Algonz’ Base Camp atau ABC sudah berusia 1 tahun.  Misa Pemberkatan yang berlangsung pada 7 Maret 2014 dipimpin oleh Romo Nikodemus CP dan dihadiri lebih dari 45 OMK beserta para pendampingnya. ABC digunakan untuk kegiatan persekutuan OMK Wilayah 32 “St. Aloysius Gonzaga” (area Citra Garden 1 Extension, Bulak Teko, Kodam Kalideres). Bangunan ABC … Read more

Syukuran Tahun Baru Lingkungan Maria Ratu Damai

Di awal tahun yang baru, banyak sekali harapan umat yang ingin dibagikan bersama dengan saudara-saudara seimannya di Lingkungan Maria Ratu Damai. Baik harapan untuk keluarga, usaha dan pelayanan,  semoga semuanya akan menjadi lebih baik dari tahun sebelumnya. Lingkungan menjadi salah satu fasilitas kita untuk saling berbagi, mendoakan, mendukung, dan memberikan kesaksian pengalaman hidup. Acara Syukuran … Read more

Ekaristi Sumber Keselamatan

Pada saat Rekoleksi para Calon Baptis Dewasa, Minggu, 01 Maret 2015, saya membuat pertanyaan refleksi bagi para perserta. Pertanyaannya adalah “pengalaman apa  yang membuat Anda memutuskan menjadi Katolik?” Jawaban dari 70 peserta Rekoleksi adalah sebagai berikut: Menjadi Katolik setelah melihat dan menyaksikan orang Katolik hidupnya baik, kekeluargaan lebih erat dan jiwa sosial lebih tinggi (21 … Read more

Kerangka Acuan Gerakan Tahun Syukur KAJ 2015

PENGANTAR

Tahun 2015 adalah tahun terakhir preiode implementasi Arah Dasar Pastoral (Ardaspas) KAJ 2011-2015.  Setelah sosialisasi Ardaspas KAJ pada tahun 2011, di tahun-tahun berikutnya umat KAJ telah diajak untuk memusatkan gerakan berpastoral pada ketiga pilar utama cita-cita Gereja KAJ, yakni “…semakin memperdalam IMANnya akan Yesus Kristus, membangun PERSAUDARAAN sejati dan terlibat dalam PELAYANAN kasih di tengah masyarakat.”

 

Tema-tema pastoral di KAJ tiap tahun adalah:

Tahun 2011 : Tahun Sosialisasi Ardaspas KAJ

Tahun 2012 : Tahun Iman (sekaligus Tahun Ekaristi)

Tahun 2013 : Tahun Persaudaraan

Tahun 2014 : Tahun Pelayanan

Tahun 2015 : Tahun Syukur

Read more

Pemberkatan Pastoran Baru

Sabtu, 21 Februari 2015, Romo Samuel Pangestu, Pr, Vikaris Jenderal Keuskupan Agung Jakarta (KAJ), memberkati Pastoran Gereja Stasi sta. Maria Imakulata yang telah selesai pembangunannya.  Dalam ibadat sederhana yang dihadiri Romo-Romo Stasi dan anggota Dewan Paroki dan Dewan Stasi, pemberkatan berlangsung hikmat.  Seusai memberkati Pastoran, Romo Vikjen menjadi Selebran Utama dalam Misa Kudus sore hari … Read more

Peraturan Pantang dan Puasa KAJ 2015

PERATURAN PANTANG DAN PUASA KEUSKUPAN AGUNG JAKARTA  UNTUK TAHUN 2015

TEMA: TIADA SYUKUR TANPA PEDULI

 

Masa Prapaskah/Waktu Puasa Tahun 2015 dimulai pada hari Rabu Abu, 18 Februari sampai dengan hari Sabtu, 4 April 2015.

“Semua orang beriman kristiani menurut cara masing-masing wajib melakukan tobat demi hukum ilahi” (KHK k.1249).  Dalam masa tobat ini Gereja mengajak umatnya “secara khusus meluangkan waktu untuk berdoa, menjalankan ibadat dan karya amalkasih, menyangkal diri sendiri dengan melaksanakan kewajiban-kewajibannya secara lebih setia dan terutama dengan berpuasa dan berpantang” (ibid).  Semua orang beriman diajak untuk merefleksikan pengalaman hidup dan mengadakan pembaharuan untuk semakin setia sebagai murid Yesus.

Dalam rangka pertobatan dan pembaharuan hidup beriman, Gereja mengajak kita semua untuk mewujudkannya, terutama dalam masa prapaskah ini dengan memperhatikan beberapa ketentuan berikut ini:

Read more

Surat Gembala Prapaskah 2015

(Dibacakan sebagai pengganti khotbah, pada Misa Sabtu/Minggu, 14/15 Februari 2015)

TIADA SYUKUR TANPA PEDULI

Para Ibu dan Bapak,

Para Suster dan Bruder, Para Imam dan Frater,

Kaum Muda, Remaja dan Anak-Anak yang terkasih dalam Yesus Kristus,

 

1.  Bersama-sama dengan seluruh Gereja, pada hari Rabu yang akan datang kita memasuki masa Prapaskah.  Selama masa Prapaskah kita diajak untuk secara khusus menyiapkan diri agar kita masing-masing, keluarga dan komunitas kita dapat mengalami Paskah yang sejati, Paskah yang membaharui kehidupan.  Masa Prapaskah adalah masa peziarahan rohani yang akan menjadi semakin bermakna kalau ditandai dengan doa yang tekun dan karya-karya kasih yang tulus.  Dengan demikian kita dapat memetik buah-buah penebusan yaitu hidup baru yang dianugerahkan oleh Allah kepada kita.  Hidup baru itu akan membuat kita mampu menjalankan nasehat Rasul Paulus, yaitu agar kita melakukan segala sesuatu hanya demi kemuliaan Tuhan: “Jika engkau makan atau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu demi kemuliaan Allah.” (1 Kor 10:31).  Kita juga berharap, khususnya melalui olah rohani selama masa Prapaskah ini, kita semakin mencapai “kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus.” (Ef 4:13)

2.  Masa Prapaskah tahun ini kita jalani ketika kita merayakan Tahun Syukur Keuskupan Agung Jakarta.  Dalam rangka Tahun Syukur itu, semboyan yang ingin kita dalami adalah “Tiada Syukur Tanpa Peduli”.  Semboyan ini mencerminkan dinamika hidup beriman kita yang kita harapkan menjadi semakin ekaristis.  Dalam perayaan Ekaristi kita mengenangkan Yesus yang “mengambil roti, mengucap syukur, lalu memecah-mecahkan roti itu dan memberikannya kepada murid-muridNya.”  Dengan demikian jelas bahwa bentuk syukur yang paling sesuai dengan teladan Yesus adalah kerelaan untuk “dipecah-pecah” dan “dibagikan” seperti roti Ekaristi.  Panitia Aksi Puasa Pembangunan Keuskupan Agung Jakarta telah menyiapkan bahan-bahan yang sangat memadai untuk mendalami makna semboyan “Tiada Syukur Tanpa Peduli”.  Keikutsertaan dalam kegiatan-kegiatan bersama yang sudah disiapkan pastilah akan memperkaya, meneguhkan dan menjadikanhidup kita pujian bagi tuhan dan berkat bagi semakin banyak orang.  Kalau Anda karena berbagai alasan, tidak mungkin mengikuti pertemuan-pertemuan pendalaman iman bersama-sama, Panitia Aksi Puasa Pembangunan juga sudah menyediakan bahan “Retret Agung Umat: Perjalanan Rohani Menanti Kebangkitan” yang dapat digunakan secara pribadi.

 

Read more