:

Jumat, 11 Februari 2011

“Ia menjadikan segala-galanya baik” (Kej 3:1-8; Mrk 7:31-37)   “Kemudian Yesus meninggalkan pula daerah Tirus dan dengan melalui Sidon pergi ke danau Galilea, di tengah-tengah daerah Dekapolis. Di situ orang membawa kepada-Nya seorang yang tuli dan yang gagap dan memohon kepada-Nya, supaya Ia meletakkan tangan-Nya atas orang itu. Dan sesudah Yesus memisahkan dia dari orang … Read more

Kamis, 10 Februari 2011

“Seorang ibu datang dan tersungkur di kakiNya” (Kej 2:18-25; Mrk 7:24-30)   “Lalu Yesus berangkat dari situ dan pergi ke daerah Tirus. Ia masuk ke sebuah rumah dan tidak mau bahwa ada orang yang mengetahuinya, tetapi kedatangan-Nya tidak dapat dirahasiakan. Malah seorang ibu, yang anaknya perempuan kerasukan roh jahat, segera mendengar tentang Dia, lalu datang … Read more

Rabu, 09 Februari 2011

“Apa yang keluar dari seseorang itulah yang menajiskannya” (Kej 2: 4b-9.15-17; Mrk 7:14-23) “Lalu Yesus memanggil lagi orang banyak dan berkata kepada mereka: “Kamu semua, dengarlah kepada-Ku dan camkanlah. Apa pun dari luar, yang masuk ke dalam seseorang, tidak dapat menajiskannya, tetapi apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya.” [Barangsiapa bertelinga untuk mendengar hendaklah … Read more

Selasa, 08 Februari 2011

“Firman Allah kamu nyatakan tidak berlaku demi adat istiadat yang kamu ikuti itu” (Kej 1:20-2:4a; Mrk 7:1-13) “Orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat itu bertanya kepada-Nya: “Mengapa murid-murid-Mu tidak hidup menurut adat istiadat nenek moyang kita, tetapi makan dengan tangan najis?” Jawab-Nya kepada mereka: “Benarlah nubuat Yesaya tentang kamu, hai orang-orang munafik! Sebab ada tertulis: Bangsa … Read more

Gereja Sta. Maria Imakulata Mulai Dibangun

Senin, 31 Januari 2011, tepat pkl. 10.00, Romo Antonius Widiatmoko, OMI memulai Ibadat Pemberkatan dan Pemancangan Tiang Pertama tanda dimulainya pembangunan Gereja Santa Maria Imakulata di Perumahan Citra GardenCity 3, Pegadungan, Jakarta Barat.

Disaksikan oleh sejumlah undangan dan umat yang hadir, Romo A. Widiatmoko, OMI memberkati tiang pancang pertama, lahan, bahan bangunan dan alat-alat bangunan yang akan digunakan yang kemudian disusul dengan perecikan air suci oleh Romo Peter K. Subagyo, OMI pada tiang-tiang pancang lainnya, Romo F.X. Sudirman, OMI pada lahan gereja, dan Romo A. Widiatmoko, OMI pada tiang pancang pertama.  Tiang pertama pun dipancang ke tempatnya, dan resmi sudah gereja Sta. Maria Imakulata mulai dibangun.

Read more

Senin, 07 Februari 2011

“Semua orang yang menjamahNya menjadi sembuh” (Kej 1:1-19; Mrk 6:53-56)   “Setibanya di seberang Yesus dan murid-murid-Nya mendarat di Genesaret dan berlabuh di situ. Ketika mereka keluar dari perahu, orang segera mengenal Yesus. Maka berlari-larilah mereka ke seluruh daerah itu dan mulai mengusung orang-orang sakit di atas tilamnya kepada Yesus, di mana saja kabarnya Ia … Read more

Minggu Biasa V, 06 Februari 2011

Bacaan 1: Yes 58:7-10; Bacaan 2: 1Kor 2:1-5; Bacaan Injil: Mat 5:13-16 “Kamu adalah garam dunia.” “Small is beautiful” = Kecil itu indah, demikian kata sebuah pepatah. Pada masa kini aneka macam sarana-prasarana teknologi semakin kecil bentuknya, dan yang kecil tersebut sungguh menentukan, misalnya serat optic yang berfungsi untuk melancarkan komunikasi melalui anek macam sarana … Read more

Mata Fariz R.M. Berkaca-Kaca

Pengantar: Pada 25 Desember 2010, Fariz R.M. bernyanyi dalam Ibadah Natal GKI MaulanaYusuf bersama Qasidah Ar-Rahman, yang  dilanjutkan dengan sapaan Natal oleh Ulil Abshar Abdalla. Jauh melampaui sebagian kaum Muslimin yang masih enggan dan ragu berucap “Selamat Natal”, Fariz mantap akan keputusannya. Namun, sebagian teologiman Kristen justru mengecam acara tersebut.

5 Januari 2011, Fariz R.M. berhari jadi yang ke-52. Bersama Wiendy Widasari, Diani Sitompul, si kecil Sophia, dan Sahat, saya datang berucap selamat. Oneng menyambut dengan wajah riang, Fariz menyusul 10 menit kemudian. Kue hari jadi ‘Fariz 52: Mengalir Lebih Deras’ yang kami pesan dari rumah kue Hansel & Gretel tersaji di meja. Ditemani Sophia, putri Diani, Fariz meniup lilin, memotong kue, menyuapi sang istri dan memberi kecupan tipis di bibir. Saat mencicipi kue double chocolate, Fariz terbelalak: “Luar biasa enak!” serunya.

Fariz kemudian makan mie panjang umur yang dibawa Diani. Sahat menghajar 1 dari 7 bungkus nasi Padang rumah makan Sederhana yang dibawanya. Sebuah perayaan hari jadi yang bersahaja namun hangat. Seusai makan, kami berkongkow seru, termasuk membincang komentar beberapa teologiman di facebook soal Ibadah Natal di GKI Maulana Yusuf, 25 Desember 2010. Berikut, petikannya:

“Saya mengenal Yesus sejak lahir, berdoa kepadaNya, dan rajin mengikuti Komuni. Itu kebiasaan indah yang menghias masa kecil. Ketika Mami kemudian menjadi mualaf, saya pun ikut dengannya. Saya seorang Muslimin yang tidak terlalu taat, jarang sholat, namun berusaha mati-matian menghargai kemanusiaan.”

 

Read more

Bila Nabi Jatuh Cinta

Sebuah refleksi baca buku The Fifth Mountain. “Aku berani menghadapi raja Israel, putri dari Sidon itu, dan Dewan Kota Akbar, tapi satu kata itu – cinta – menimbulkan kengerian yang amat sangat dalam hatiku.” Perkenalanku dengan Paulo Coelho terjadi pada tahun 2000, ketika seorang teman putri memberiku buku The Alchemist. Aku bisa tahu bagaimana rasanya menyelami alam pikiran orang lain, terutama pikiran Santiago, si gembala. Perasaan yang sama kurasakan kembali ketika membaca karya Paulo Coelho yang lain, The Fifth Mountain (Gramedia Pustaka Utama, 2005). Dalam novel itu, Coelho mengajakku untuk merasakan dan menyelami pikiran dan terlebih-lebih perasaan Nabi Elia.

Ketika Elia – tokoh utama dalam novel The Fifth Mountain – bergulat dengan panggilan Tuhan untuk menjadi nabi-Nya, ia dihantar untuk berkenalan dengan seorang janda di Sarfat, yang disebut Akbar, yang memberikan tumpangan padanya. Puncak ketegangan perkenalan mereka adalah saat anak sang janda tiba-tiba meninggal dunia. Semua menyalahkan sang Nabi, yang menyembah Allah Yang Satu. Namun Elia berhasil memanggil anak lelaki itu dari kematiannya. Allah Yang Satu dimuliakan. Sang Nabi dan sang Janda pun jatuh cinta. Aku tidak ketinggalan jatuh cinta pada untaian kalimat romantisnya:

Read more