:

Rabu, 27 Februari 2013

“Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu hendaklah ia menjadi pelayanmu” (Yer 18:18-20; Mat 20:17-28) “ Ketika Yesus akan pergi ke Yerusalem, Ia memanggil kedua belas murid-Nya tersendiri dan berkata kepada mereka di tengah jalan: “Sekarang kita pergi ke Yerusalem dan Anak Manusia akan diserahkan kepada imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, dan mereka akan menjatuhi … Read more

Peraturan Pantang dan Puasa Keuskupan Agung Jakarta 2013

TEMA: “Makin Beriman, Makin Bersaudara, Makin berbelarasa”

Masa Prapaskah/Waktu Puasa Tahun 2013 dimulai pada hari Rabu Abu, 13 Februari sampai dengan hari Sabtu, 30 Maret 2013.

“Semua orang beriman kristiani menurut cara masing-masing wajib melakukan tobat demi hukum ilahi’ (KHK k.1249). Dalam masa tobat ini Gereja mengajak umatnya “secara khusus meluangkan waktu untuk berdoa, menjalankan ibadat dan karya amalkasih, menyangkal diri sendiri dengan melaksanakan kewajiban-kewajibannya secara lebih setia dan terutama dengan berpuasa dan berpantang” (ibid). Semua orang beriman diajak untuk merefleksikan pengalaman hidup dan mengadakan pembaharuan untuk semakin setia sebagai murid Yesus.

Dalam rangka pertobatan dan pembaharuan hidup beriman, Gereja mengajak kita semua untuk mewujudkannya, terutama dalam masa prapaskah ini dengan memperhatikan beberapa ketentuan berikut ini:

Read more

Surat Gembala Prapaskah 2013

(dibacakan sebagai pengganti kotbah, pada Misa Sabtu/Minggu, 9/10 Februari 2013)

“MAKIN BERIMAN, MAKIN BERSAUDARA, MAKIN BERBELARASA”

 

Para Ibu dan Bapak, Suster, Bruder, Frater,

Kaum muda, remaja dan anak-anak yang terkasih dalam Kristus,

Pertama-tama saya ingin mengucapkan Selamat Tahun Baru Imlek kepada saudari/saudara yang merayakannya. Kita semua tahu, Tahun Baru Imlek pada mulanya berkaitan dengan syukur para petani atas datangnya musim semi, musim yang indah dan menjadi lambang munculnya kembali kehidupan setelah musim dingin yang beku. Kalau pun tidak semua dari antara kita merayakan Tahun Baru Imlek, bolehlah kita semua ikut masuk ke dalam suasana sukacita dan syukur atas berseminya harapan akan masa depan baru, berkat pembaharuan hidup.

Sementara itu bersama dengan seluruh Gereja, pada hari Rabu yang akan datang, kita akan memasuki masa Prapaskah, dengan kegembiraan dan harapan, duka dan kecemasan kita masing-masing sebagai pribadi, sebagai keluarga maupun sebagai komunitas. Prapaskah adalah masa penuh rahmat, ketika kita bersama-sama mengolah pengalaman-pengalaman dan mengusahakan pembaharuan hidup agar dapat semakin mantap dan setia mengikuti Yesus Kristus sampai sengsara, wafat dan kebangkitan-Nya. Untuk kepentingan masa Prapaskah tahun ini, sudah disediakan sarana-sarana pembantu antara lain buku yang berjudul “Retret Agung Umat – Makin Beriman, Makin Bersaudara,  Makin Berbelarasa”. Semoga bahan-bahan yang sudah disediakan ini, dapat membantu seluruh umat untuk membuat masa Prapaskah semakin bermakna dan berbuah.

Read more

RIP Pastor Jean-Pierre Meichel, OMI

†

OMI

Saudara kita, Pastor Jean-Pierre Meichel

Telah berpulang ke Rumah Bapa

pada 16 Januari 2013 di usia 76 tahun

 

Pastor Jean-Pierre Meichel, OMI lahir pada 30 Maret 1936 di kota Mulhouse (PerancisTimur). Beliau dibersarkan di tengah empat saudari dan saudara: Melania, saudarinya, dan dua saudara bernama Camille dan Philibert yang kemudian masuk Kongregasi Marianis dan sekarang ini tinggal di Pantai Gading (Afrika) untuk masa pensiunnya.

Masih muda, Jean-Pierre berkenalan dengan para Misionaris OMI berkat seorang guru SD, Ibu Golle, yang menjadi pelindung baginya. Kemudian Jean-Pierre masuk dan belajar di Sekolah Apostolik di Augny sampai tahun 1955, yaitu ketika Beliau masuk Novisiat OMI di La Brosse Montceaux.

 

Read more

Misa Pemberkatan Gereja Stasi Sta. Maria Imakulata

Luar biasa! Itulah yang terasa begitu memasuki halaman Gereja Stasi Sta. Maria Imakulata di kawasan CitraGarden City 3. Persiapan panjang Misa Pemberkatan gereja ini akhirnya sampai pada titik pelaksanaannya.  Sabtu pagi, 08 Desember 2012, tepat pukul 10.00, Bapa Uskup Agung Jakarta, Mgr. Ignatius Suharyo memulai Misa Meriah Pemberkatan Gereja dengan berkonselebrasi bersama Romo Yohanes Subagyo, Pr – Vikaris Jenderal Keuskupan Agung Jakarta (KAJ), Romo Aloysius Susilo Wijoyo, Pr – Ketua Komisi Liturgi KAJ dan Wakil Ketua Paroki Dekenat Barat 2 KAJ, Romo Antonius Rajabana, OMI – Provinsial OMI Indonesia, dan Romo Peter K. Subagyo, OMI – Pastor Kepala Paroki Trinitas, Cengkareng.  Misa Meriah ini didahului oleh Upacara Pemberkatan Patung Santa Maria Imakulata yang terletak di tangga utama gereja oleh Romo A. Rajabana, OMI dengan disaksikan oleh  Bapa Uskup Agung serta 26 Imam dari seluruh Paroki KAJ dan perwakilan Distrik OMI se-Indonesia.  Kemudian, Bapa Uskup menerima simbolisme kunci gereja dari Panitia Pembangunan Gereja Sta. Maria Imakulata (PPG SMI) yang lalu diberikannya kepada Romo Peter K. Subagyo, OMI selaku Pastor Kepala Paroki Trinitas, Cengkareng.  Bapa Uskupa lalu menandatangani prasasti pemberkatan gereja dan menggunting pita sambil memberkati  pintu masuk gereja.  Sekitar 1.000 umat beserta tamu undangan yang hadir tampak bersuka cita atas acara pemberkatan ini. Tampak beberapa tamu kehormatan seperti Bpk. Inggard Joshua (Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta sekaligus Penasihat PPG SMI), Bpk. Putut Pudyantoro (Pencipta Hymne Sta. Maria Imakulata), serta kakak dari Romo Peter K. Subagyo, OMI, Ms. Pauline, yang datang secara khusus dari Melbourne, Australia untuk menghadiri peristiwa bersejarah ini.  Misa Meriah ini semakin semarak dengan alunan lagu-lagu indah dari gabungan 6 Paduan Suara Paroki (sekitar 90 orang) yang terdiri dari PS. Elizabeth, Salve Deus, Gregorius, Theresia, Regina Caeli dan Monica.

Read more

TERAMO JAKARTA 2013

TERAMO (Temu Raya Muda OMI) adalah suatu acara dua tahunan tempat berkumpulnya anak-anak usia OMK (Orang Muda Katolik) dan remaja dari Paroki-Paroki dan tempat-tempat yang dilayani oleh para Oblat. Para peserta Teramo akan mendengarkan Firman dan pengajaran, berdiskusi, bernyanyi, dan menampilkan kesenian dari daerah masing-masing. Setelah pada tahun 2009 diselenggarakan di Cilacap dan tahun 2011 … Read more

Media Online Katolik Harus Jadi Wadah Untuk Evangelisasi

Media online seperti web dan blog serta media sosial yang dikelola oleh orang Katolik secara individu, komunitas atau lembaga harus menjadi wadah evangelisasi dan mempromosikan nilai-nilai spiritual serta pengatahuan iman Katolik.

Hal itu disampaikan para nara sumber dalam temu blogger dan pengelola situs onlineyang diadakan oleh Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Agung Jakarta (Komsos KAJ) di aula katedral Jakarta pada Sabtu (15/12), yang dihadiri oleh sekitar 200 peserta dari paroki-paroki se-KAJ dan juga peserta dari Keuskupan Surabaya, Keuskupan Agung Semarang, Keuskupan Bandung,  dan Keuskupan Bogor.

“Web atau blog milik orang Katolik hendaknya juga memuat nilai-nilai evangelisasi dan spiritual untuk membantu para pembaca memperkaya iman mereka,” kata Romo Harry Sulistyo, ketua Komsos KAJ dalam forum itu.

Read more

Berjanji Dan Setia Sampai Akhir

“Demikianlah mereka bukan lagi dua melainkan satu, karena itu apa yang telah dipersatukan oleh Allah tidak boleh diceraikan oleh manusia.” (Mat 19:6).  Demikian penggalan Kitab Suci dari Injil Matius yang disebutkan dengan lantang oleh seorang ibu yang terlahir dengan nama Maria Carmila Suwahyo.  Wanita kelahiran Jombang, 14 Agustus 1937 ini telah 52 tahun mendampingi kekasih hatinya, Yohanes Suwahyo Hadikusumo.

Ketika ditanya suka duka mengarungi bahtera rumah tangga, ibu dari 11 anak dan nenek dari 13 cucu ini menjawab dengan santun dan sederhana: “Saya hanya nggugemi Gusti, hanya belajar untuk setia setiap hari pada bapak dan anak-anak, dan itu artinya saya belajar untuk selalu setia pada Sakramen Perkawinan yang pernah saya ucapkan di Gereja Santa Theresia Sedayu, 19 April 1960, 52 tahun yang lalu,” demikian Ibu Wahyo, begitu panggilan Beliau, yang sungguh adalah ibu yang selalu setia mendampingi suami tercinta di masa-masa tua.

Hidup sebagai seorang ibu dari 11 anak, tentulah tidak mudah, apalagi Ibu Wahyo hanyalah seorang ibu rumah tangga yang sehari-harinya hanya berada di rumah untuk mengurus putera-puterinya.  Sementara Pak Wahyo hanyalah seorang Guru SMP Kanisius Wonosari yang harus menghidupi istri dan ke-11 anaknya.  Beliau bekerja sebagai Guru Kanisius sampai pensiun.  Kesulitan dalam rumah tangga yang paling dirasakan Ibu Wahyo adalah kesulitan ekonomi karena harus memenuhi kebutuhan sandang, pangan juga papan untuk kelangsungan hidup mereka.  Dapat dibayangkan berapa penghasilan seorang guru SMP yang harus menghidupi satu istri dan 11 anak.  Untungnya, Ibu Wahyo adalah ibu yang tidak pernah mengeluh seberapa besar penghasilan Pak Wahyo yang diberikan kepadanya untuk mengelola rumah tangga mereka.  Setiap hari Ibu Wahyo harus berpikir keras untuk mengelola keuangan sehingga semua kebutuhan dapat tercukupi dalam satu bulan, setidaknya soal yang paling sederhana, yaitu makan setiap hari, sambil menunggu Pak Wahyo gajian bulan berikutnya.  “Bagi saya, yang paling penting bapak dan anak-anak kenyang dulu, baru kemudian saya,” demikian ujar Ibu Wahyo.

Read more