Apakah ada sosok pemimpin yang bisa memuaskan semua orang? Tentu saja ada. Tapi, sosok seperti itu mungkin hanya bisa dihitung dengan jari.
Selalu saja ada yang tidak puas dengan kepemimpinannya. Menyatukan banyak “ide dalam kepala” ke dalam satu visi dan misi bersama bukanlah pekerjaan yang mudah bagi pemimpin. Karena itulah, menjadi pemimpin seperti itu perlu bersiap-siap untuk menerima ketidap-puasan dalam bentuk kritikan maupun gerutuan.
Rupanya, problem yang dialami oleh sebagian pemimpin – tidak harus provinsial atau pimpinan komunitas, tetapi bisa juga ketua forum atau panitia – juga dialami oleh salah satu tokoh besar dalam Alkitab, yaitu Musa. Musa adalah nabi besar (bdk. Ul 34:10-11), sekaligus bapa pendiri dan pemimpin besar bangsa Israel. Ia dikenal sebagai seorang yang sangat lembut hatinya (bdk. Bil 12:3). Ia sangat terkenal akan kedekatannya dengan Tuhan: “Dan Tuhan berbicara kepada Musa dengan berhadapan muka seperti seorang berbicara kepada temannya.” (Kel 33:11)
