<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Keluarga &#8211; Gereja Trinitas</title>
	<atom:link href="https://www.trinitas.or.id/kategori/artikel/keluarga/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.trinitas.or.id</link>
	<description>Paroki Cengkareng</description>
	<lastBuildDate>Wed, 31 Jan 2024 05:15:59 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.2</generator>

<image>
	<url>https://www.trinitas.or.id/wp-content/uploads/2024/01/cropped-logo@2x-32x32.png</url>
	<title>Keluarga &#8211; Gereja Trinitas</title>
	<link>https://www.trinitas.or.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>SABDA BAHAGIA KELUARGA &#8211; buku Rm Rudi Rahkito Jati OMI</title>
		<link>https://www.trinitas.or.id/sabda-bahagia-keluarga-buku-rm-rudi-rahkito-jati-omi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Seksi Komsos]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 17 Jul 2022 07:32:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Keluarga]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.trinitas.or.id/sabda-bahagia-keluarga-buku-rm-rudi-rahkito-jati-omi/</guid>

					<description><![CDATA[]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><iframe title="SABDA BAHAGIA KELUARGA - buku Rm Rudi Rahkito Jati OMI" width="1036" height="777" src="https://www.youtube.com/embed/N6wQG7nzUkw?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tantangan Keluarga Katolik di Zaman Sekarang</title>
		<link>https://www.trinitas.or.id/tantangan-keluarga-katolik-di-zaman-sekarang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Seksi Komsos]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 11 Jan 2015 17:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Keluarga]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.trinitas.or.id/tantangan-keluarga-katolik-di-zaman-sekarang/</guid>

					<description><![CDATA[Romo Alexander Erwin Santoso, MSF, Ketua Komisi Kerasulan Keluarga Keuskupan Agung Jakarta, beberapa waktu yang lalu sempat bertandang ke Gereja Stasi Santa Maria Imakulata untuk memimpin Misa Kudus.  Tak menyia-nyiakan kesempatan, Sabitah berbincang-bincang sejenak bersama Romo Erwin dengan 2 pertanyaan pokok: (1) Apa tantangan keluarga Katolik dewasa ini?;  dan (2) Apa harapan Romo Erwin untuk ... <a title="Tantangan Keluarga Katolik di Zaman Sekarang" class="read-more" href="https://www.trinitas.or.id/tantangan-keluarga-katolik-di-zaman-sekarang/" aria-label="Baca selengkapnya tentang Tantangan Keluarga Katolik di Zaman Sekarang">Read more</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Romo Alexander Erwin Santoso, MSF, Ketua Komisi Kerasulan Keluarga Keuskupan Agung Jakarta, beberapa waktu yang lalu sempat bertandang ke Gereja Stasi Santa Maria Imakulata untuk memimpin Misa Kudus.  Tak menyia-nyiakan kesempatan, Sabitah berbincang-bincang sejenak bersama Romo Erwin dengan 2 pertanyaan pokok: (1) Apa tantangan keluarga Katolik dewasa ini?;  dan (2) Apa harapan Romo Erwin untuk keluarga-keluarga Katolik di KAJ?</p>
<p>“Tantangan keluarga Katolik sekarang ini sebetulnya hampir mirip dengan tantangan keluarga Katolik dahulu.   Hanya sekarang ini ada tambahan tantangan baru dengan adanya media informasi dan kemudahan-kemudahan fasilitas.  Semuanya serba cepat.  Ini membawa pengaruh pada orang-orang untuk menjadi berpikir pendek.</p>
<p>“Sekarang ini, banyak orang bersikap ‘mudah menyelesaikan masalah’, bukannya ‘mau menyelesaikan masalah’.  Mudah menyelesaikan masalah artinya orang itu mau cepat selesai.  Karena mau cepat selesai, maka jalan-jalan pintas biasanya yang diambil -jJalan-jalan yang nantinya ternyata kurang menguntungkan.  Misalnya, pasangan suami-istri maunya cepat-cepat bercerai atau pisah rumah.  Mau cepat selesai, bukannya mau menyelesaikan masalah.  Masih banyak contoh kasus lainnya lagi.</p>
<p> </p>
<p><span id="more-1163"></span></p>
<p>“Hal lain adalah pergaulan anak-anak kita di zaman sekarang ini.  Kita melihat begitu hebatnya anak-anak zaman sekarang ini dalam berrelasi dan bergaul sehingga banyak yang kebablasan.  Saya pikir itu semua karena akibat kemudahan-kemudahan yang ada sekarang ini.  Kita hanya main ‘klik’ saja.  Hanya dengan satu kali klik, mereka sudah mendapat banyak informasi.  Padahal hidup ini tidak hanya berisi ‘satu kali klik’ saja, bukan?!  Justru orang-orang yang setia pada proses, merekalah yang akan dapat menyelesaikan persoalan dengan lebih baik dan lebih tuntas, hasilnya pun lebih permanen.</p>
<p>“Saya berharap keluarga-keluarga Katolik di KAJ mau lebih memahami ajaran-ajaran Katolik, karena sekarang ini – menurut saya – ajaran-ajaran Katolik mungkin akan tenggelam dan dilupakan jika tidak dipahami oleh keluarga.  Banyak orang yang tidak tahu bahwa dalam Gereja Katolik itu memang sangat sulit – bahkan tidak mungkin – untuk bercerai, misalnya.  Kalau pandangan dan ajaran pernikahan tak terceraikan ini tidak diingat dan dihayati oleh pasangan suami-istri, bisa jadi mereka menganggap perkawinan mereka itu sama seperti perkawinan lainnya.</p>
<p>“ Memasuki perkawinan dalam Gereja Katolik itu sangat berbeda.  Maka menurut saya, yang paling penting adalah pendampingan bagi keluarga Katolik – terutama keluarga muda.  Harus dipahami adanya perbedaan pada setiap tahap perkawinan, misalnya, pernikahan usia 1-5 tahun akan mengalami hal-hal yang berbeda dengan yang telah menikah 5-10 tahun.  Begitu juga yang telah menikah 5-10 tahun akan mengalami hal-hal yang berbeda dengan usia perkawinan 10-20 tahun.  Untuk itulah diperlukan pendampingan dari pihak Gereja secara terus-menerus.  Supaya pasturi makin lama makin mengetahui dan mengerti bahwa menjadi seorang Katolik itu begitu berharga sekaligus juga menantang karena harus selalu berjuang untuk setia dan bertahan.  Harus diingat bahwa kita hidup di dunia yang dikelilingi oleh golongan mayoritas dengan pandangan yang sangat berbeda mengenai keluarga dan perkawinan.</p>
<p>“Pendampingan keluarga adalah kewajiban setiap Romo Paroki.  Memang tidak mungkin untuk mengunjungi satu per satu keluarga yang ada di Paroki, tapi paling tidak Romo Paroki dapat mengusahakan untuk mengundang – misalnya – para ahli atau pihak-pihak yang mempunyai kecakapan khusus dalam bidangnya, lalu mengadakan sarasehan atau seminar keluarga.  Banyak cara, yang penting harus selalu dalam koordinasi dengan Romo Paroki.”  (disusun berdasarkan wawancara/tis)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mencari Allah dalam Keluarga</title>
		<link>https://www.trinitas.or.id/mencari-allah-dalam-keluarga/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Seksi Komsos]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 21 Dec 2014 17:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Keluarga]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.trinitas.or.id/mencari-allah-dalam-keluarga/</guid>

					<description><![CDATA[Kembali kita jelang Natal, sebuah peristiwa keluarga,  karena kita bersama menyambut seorang Bayi (Tuhan Yesus Kristus) dalam sebuah keluarga (Santo Yosef dan Santa Maria).  Kalau berbicara tentang keluarga, mungkin akan menjadi lebar dan luas, karena dapat juga menyangkut keluarga besar dari 2 orang yang disatukan dan membentuk keluarga baru.  Kali ini, marilah kita bersama berbicara ... <a title="Mencari Allah dalam Keluarga" class="read-more" href="https://www.trinitas.or.id/mencari-allah-dalam-keluarga/" aria-label="Baca selengkapnya tentang Mencari Allah dalam Keluarga">Read more</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Kembali kita jelang Natal, sebuah peristiwa keluarga,  karena kita bersama menyambut seorang Bayi (Tuhan Yesus Kristus) dalam sebuah keluarga (Santo Yosef dan Santa Maria).  Kalau berbicara tentang keluarga, mungkin akan menjadi lebar dan luas, karena dapat juga menyangkut keluarga besar dari 2 orang yang disatukan dan membentuk keluarga baru.  Kali ini, marilah kita bersama berbicara tentang Keluarga Inti Katolik yaitu suami/ayah, istri/ibu, dan anak-anak yang menjadi anggota Gereja Katolik karena pembaptisannya, karena pernikahannya, karena lahir dalam keluarga Katolik.</p>
<p>Dalam dunia moderen yang serba maju dan serba cepat seperti sekarang ini, keluarga-keluarga Katolik yang tinggal di Jakarta mau tak mau harus mengikuti arus hiruk-pikuk dunia sekelilingnya.  Kerasnya perjuangan untuk dapat bertahan dalam hidup yang demikian ini membuat banyak keluarga Katolik mengalami keletihan jasmani dan rohani.  Hidup bagai robot dengan waktu-waktu yang serasa telah terprogram dan terjadi demikian setiap harinya.  Rutinitas yang membuat jenuh, belum lagi kemacetan parah yang sering melanda Ibukota Jakarta.  Masih adakah tersisa waktu untuk berkumpul bersama keluarga?</p>
<p><span id="more-1164"></span></p>
<p>Maka menjadi tepat tema Natal tahun ini yang dicanangkan oleh Keuskupan Agung Jakarta: “Berjumpa dengan Allah dalam Keluarga”.  Kita bersama sekali lagi diingatkan untuk masuk dalam keluarga kita masing-masing, untuk menghadirkan Allah bagi sesama anggota keluarga, untuk berbagi cinta dan belas kasih Allah di dalam keluarga kita – kepada orang-orang yang sangat kita cintai, yang dipercayakan Tuhan kepada kita.</p>
<p> </p>
<p>Keluarga Katolik dan Tantangan Masa Kini</p>
<p>“Keluarga menjadi lingkup etika dan moral perdana, kendati mengalami krisis budaya besar. Sebagai sel terkecil masyarakat, kita belajar hidup bersama dalam perbedaan, dan orangtua mewariskan iman pada keturunannya. Keluarga harus menjadi tempat perlindungan, tempat setiap orang menemukan ketentraman dan kedamaian. Sebab di sinilah iman berkembang dan tumbuh. Iman yang berkembang di tengah kehangatan keluarga akan menghasilkan manusia yang semakin menyadari akan perannya sebagai bagian dari masyarakat. Dengan demikian keluarga menjadi benteng bagi setiap nilai-nilai negatif yang tumbuh di tengah masyarakat yang semakin moderen.” (Seruan Apostolik  Paus Fransiskus, Evangelii Gaudium)</p>
<p>Sungguh tepat seruan yang disampaikan oleh Paus Fransiskus.  Keluarga adalah sel terkecil dalam masyarakat.  Kumpulan keluarga juga membentuk Gereja.  Masa depan sebuah negara ada pada generasi penerus yang dilahirkan di dalam keluarga-keluarga.  Masa depan Gereja pun ada di tangan anak-anak yang lahir dan dibesarkan di dalam keluarga-keluarga Katolik. Sadarkah kita akan hal ini?</p>
<p>Banyak orangtua yang terpaksa harus bekerja keras berdua untuk mencari nafkah demi mencukupi kebutuhan ekonomi keluarga.  Di saat kedua orangtua meninggalkan anak-anaknya untuk mencari  dan mencukupi nafkah hidup,apakah orangtua juga memikirkan solusi terbaik pendampingan anak-anaknya selama mereka tidak ada di rumah?</p>
<p>Dalam hal pewarisan iman kepercayaan kepada anak-anak, apakah orangtua menyadari kewajiban mereka untuk menjadi yang pertama dan utama dalam menanamkan iman kepada anak-anaknya?    Sering terjadi, orangtua karena kesibukan yang luar biasa, tidak mampu lagi untuk menyediakan waktu untuk memperkenalkan Tuhan kepada anak-anaknya. Tanggungjawab penerusan iman ini malah diserahkan orangtua kepada sekolah dan Gereja.  Tak sedikit orangtua yang menuntut Gereja dan sekolah, lalu menyalahkan Gereja dan sekolah jika anak-anaknya menjadi “rusak” karena jauh dari iman.  Sedikit yang menyadari peran utama orangtua dalam pendidikan iman anak-anaknya.</p>
<p>Di era serba maju dan canggih ini, tak sedikit orangtua yang terkesan lepas kendali dalam memperkenalkan teknologi canggih kepada anak-anaknya.  Semoga orangtua masih mampu menakar baik-buruk dampak teknologi canggih bagi anak-anaknya, sehingga orangtua masih dapat menentukan batas-batas penggunaannya  kepada anak-anaknya.</p>
<p>Menarik yang dipaparkan Romo F.X. Rudi Rahkito Jati, OMI pada Rekoleksi Awal Orangtua Calon Penerima Komuni Pertama pada awal November lalu.  Romo Rudi prihatin akan daya  ketertarikan yang kuat dari telepon genggam “smartphone” yang mampu membawa dunia yang luas ini masuk dalam genggaman tangan kita.  Lewat “smartphone”, seorang remaja puteri SMP dapat melakukan apa pun, termasuk mengirim foto dirinya tanpa busana sehelai pun kepada teman sekelasnya yang berbeda jenis.  Ini bukan cerita isapan jempol belaka, tetapi nyata terjadi di Paroki kita.  Gejala apakah ini?</p>
<p>Media-media sosial yang dapat dijangkau dengan internet dari telepon genggam atau gadget canggih lainnya membuat anak-anak kita dengan mudah bergaul luas dengan banyak orang di dunia maya.  “Chatting” istilahnya.  Apakah teman “chatting” anak kita memang dikenalnya dalam keseharian?  Atau hanya sebatas orang yang bertemu di dunia maya dan menjadi akrab?  Siapa mereka itu?  Apa yang jadi topik pembicaraan mereka?</p>
<p>Kegemaran “chatting” juga membawa dampak sosial yang kurang menguntungkan.  Anak-anak – bahkan mungkin orangtua sendiri – menjadi malas bersosialisasi di dunia nyata.  Malas bertemu dengan orang lain.  Malas bicara karena sudah terbiasa bicara secara tertulis.  Keasyikan “chatting” dan main gadget juga membuat relasi dalam keluarga menjadi dingin.  Masing-masing asyik dengan dunianya sendiri.  Menjadi pemandangan biasa sekarang ini di rumah-rumah makan untuk melihat keluarga yang makan bersama, duduk bersama di satu meja, tetapi masing-masing asyik dengan gadgetnya  dan lupa akan kehadiran anggota keluarga lainnya di meja makan itu.  Sebuah kenyataan yang cukup memprihatinkan, bukan?!</p>
<p>Memang ada sisi positif dari teknologi canggih dan informatika, tapi orangtua tetap harus memiliki kewaspadaan dan antisipasi atas kejadian-kejadian negatif yang mungkin dialami keluarga sebagai konsekuensi  dunia maju sekarang ini.</p>
<p> </p>
<p>Di Mana Allah dalam Keluarga?</p>
<p>“Apakah Anda mengajarkan anak-anak Anda berdoa?  Apakah Anda mempersiapkan anak-anak  – bersama dengan para imam – untuk menerima Sakramen-Sakramen yang harus mereka terima di saat mereka masih muda: Pengakuan Dosa, Ekaristi, dan Krisma?  Apakah Anda menyemangati anak-anak di kala mereka sakit untuk mengingat penderitaan Kristus, memohon pertolongan dari Bunda Terberkati dan para kudus?  Apakah Anda berdoa Rosario bersama (keluarga)?  Apakah Anda berdoa bersama anak-anak Anda, dengan komunitas lokal Anda, setidaknya sesekali? “ (Seruan Apostolik Santo Paus Yohanes Paulus II, Familiaris Consortio)</p>
<p>Apa jawaban kita sebagai orangtua atas pertanyaan-pertanyaan tersebut di atas?</p>
<p>Kita yang telah menerima baptisan, diterima menjadi anak-anak Allah dan diutus untuk mewartakan Kabar Gembira penebusan dunia.  Kita membawa Allah dalam diri kita, maka dengan sukacita kita membagikan Allah yang kita kenal dan imani kepada sesama kita, yang terutama tentunya kepada para anggota Keluarga Inti Katolik kita: suami/istri dan anak-anak kita.</p>
<p>Lewat saling berbagi Allah, kita saling menguatkan dan bertumbuh dalam iman dan pengharapan yang sama.  Kita memiliki cinta kasih dan belas kasih yang sama yang kita teladani dari Allah. Keluarga kita akan menjadi keluarga yang berjalan di jalan yang sama, dengan tujuan yang sama.  Keluarga kita akan menjadi bagian dari Gereja dan masyarakat dengan pondasi iman yang mantap.</p>
<p>“Teladan kejujuran Anda dalam berpikir dan bertindak, yang disatukan dalam doa bersama, adalah pelajaran hidup dan tindakan ibadah yang istimewa.  Dengan demikian, Anda membawa damai ke dalam rumah Anda: “Pax huic domui” – Damai sejahtera bagi rumah ini.  Ingatlah, hanya dengan demikianlah Anda membangun Gereja.” (Seruan Apostolik Santo Paus Yohanes Paulus II, Familiaris Consortio)</p>
<p>Berjumpa dengan Allah dalam keluarga pada hakekatnya adalah berjumpa dengan para anggota keluarga yang memiliki Allah dalam hatinya.  Allah ada dalam hati suami, hati istri, hati anak-anak.   Keluarga yang saling berbagi Allah lewat keutamaan-keutamaan Kristiani, yang bersama berjuang untuk menghadirkan Allah di setiap waktu bagi orang-orang yang dicintai dan saling mencintai. (smartis)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Istri Saya TIDAK BEKERJA!</title>
		<link>https://www.trinitas.or.id/istri-saya-tidak-bekerja/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Seksi Komsos]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 28 Apr 2014 12:57:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Keluarga]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.trinitas.or.id/istri-saya-tidak-bekerja/</guid>

					<description><![CDATA[Inilah sebuah percakapan antara seorang suami (S) dengan seorang psikolog (P).   P:  Apa pekerjaan Bapak? S:  Saya seorang Akuntan di sebuah bank ternama. P:  Istri Bapak? S:  Istri saya tidak bekerja.  Dia hanya seorang Ibu Rumah Tangga. P:  Siapa yang menyiapkan makan pagi untuk keluarga, Pak? S:  Istri saya, karena istri saya tidak bekerja. ... <a title="Istri Saya TIDAK BEKERJA!" class="read-more" href="https://www.trinitas.or.id/istri-saya-tidak-bekerja/" aria-label="Baca selengkapnya tentang Istri Saya TIDAK BEKERJA!">Read more</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]><xml> <w:WordDocument> <w:View>Normal</w:View> <w:Zoom>0</w:Zoom> <w:TrackMoves /> <w:TrackFormatting /> <w:PunctuationKerning /> <w:ValidateAgainstSchemas /> <w:SaveIfXMLInvalid>false</w:SaveIfXMLInvalid> <w:IgnoreMixedContent>false</w:IgnoreMixedContent> <w:AlwaysShowPlaceholderText>false</w:AlwaysShowPlaceholderText> <w:DoNotPromoteQF /> <w:LidThemeOther>EN-US</w:LidThemeOther> <w:LidThemeAsian>X-NONE</w:LidThemeAsian> <w:LidThemeComplexScript>X-NONE</w:LidThemeComplexScript> <w:Compatibility> <w:BreakWrappedTables /> <w:SnapToGridInCell /> <w:WrapTextWithPunct /> <w:UseAsianBreakRules /> <w:DontGrowAutofit /> <w:SplitPgBreakAndParaMark /> <w:DontVertAlignCellWithSp /> <w:DontBreakConstrainedForcedTables /> <w:DontVertAlignInTxbx /> <w:Word11KerningPairs /> <w:CachedColBalance /> </w:Compatibility> <m:mathPr> <m:mathFont m:val="Cambria Math" /> <m:brkBin m:val="before" /> <m:brkBinSub m:val=" " /> <m:smallFrac m:val="off" /> <m:dispDef /> <m:lMargin m:val="0" /> <m:rMargin m:val="0" /> <m:defJc m:val="centerGroup" /> <m:wrapIndent m:val="1440" /> <m:intLim m:val="subSup" /> <m:naryLim m:val="undOvr" /> </m:mathPr></w:WordDocument> </xml><![endif]--></p>
<p><!--[if gte mso 9]><xml> <w:LatentStyles DefLockedState="false" DefUnhideWhenUsed="true"   DefSemiHidden="true" DefQFormat="false" DefPriority="99"   LatentStyleCount="267"> <w:LsdException Locked="false" Priority="0" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Normal" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="heading 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 7" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 8" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 9" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 7" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 8" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 9" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="35" QFormat="true" Name="caption" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="10" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Title" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="1" Name="Default Paragraph Font" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="11" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtitle" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="22" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Strong" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="20" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Emphasis" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="59" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Table Grid" /> <w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Placeholder Text" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="1" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="No Spacing" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Revision" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="34" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="List Paragraph" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="29" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Quote" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="30" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Quote" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="19" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Emphasis" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="21" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Emphasis" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="31" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Reference" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="32" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Reference" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="33" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Book Title" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="37" Name="Bibliography" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" QFormat="true" Name="TOC Heading" /> </w:LatentStyles> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 10]>


<style>
 /* Style Definitions */
 table.MsoNormalTable
	{mso-style-name:"Table Normal";
	mso-tstyle-rowband-size:0;
	mso-tstyle-colband-size:0;
	mso-style-noshow:yes;
	mso-style-priority:99;
	mso-style-qformat:yes;
	mso-style-parent:"";
	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
	mso-para-margin-top:0in;
	mso-para-margin-right:0in;
	mso-para-margin-bottom:10.0pt;
	mso-para-margin-left:0in;
	line-height:115%;
	mso-pagination:widow-orphan;
	font-size:11.0pt;
	font-family:"Calibri","sans-serif";
	mso-ascii-font-family:Calibri;
	mso-ascii-theme-font:minor-latin;
	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";
	mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
	mso-hansi-font-family:Calibri;
	mso-hansi-theme-font:minor-latin;}
</style>


<![endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"><span style="font-size: small;">Inilah sebuah percakapan antara seorang suami (S) dengan seorang psikolog (P).</span></p>
<p><span style="font-size: small;"> </span><span style="font-size: small;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"><span style="font-size: small;">P:  Apa pekerjaan Bapak?</span></p>
<p><span style="font-size: small;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"><span style="font-size: small;">S:  Saya seorang Akuntan di sebuah bank ternama.</span></p>
<p><span style="font-size: small;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"><span style="font-size: small;"> </span></p>
<p><span style="font-size: small;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"><span style="font-size: small;">P:  Istri Bapak?</span></p>
<p><span style="font-size: small;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"><span style="font-size: small;">S:  Istri saya <strong>tidak bekerja</strong>.  Dia hanya seorang Ibu Rumah Tangga.</span></p>
<p><span style="font-size: small;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"><span style="font-size: small;"> </span></p>
<p><span style="font-size: small;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"><span style="font-size: small;">P:  Siapa yang menyiapkan makan pagi untuk keluarga, Pak?</span></p>
<p><span style="font-size: small;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"><span style="font-size: small;">S:  Istri saya, karena istri saya <strong>tidak bekerja</strong>.</span></p>
<p><span style="font-size: small;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"><span style="font-size: small;"></p>
<p><span id="more-1090"></span></p>
<p></span></p>
<p><span style="font-size: small;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"><span style="font-size: small;">P:  Jam berapa istri Bapak bangun untuk menyiapkan makan pagi?</span></p>
<p><span style="font-size: small;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"><span style="font-size: small;">S:  Istri saya bangun sekitar pukul 05.00, karena dia membersihkan rumah dulu sebelum menyiapkan makan pagi.</span></p>
<p><span style="font-size: small;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"><span style="font-size: small;"> </span></p>
<p><span style="font-size: small;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"><span style="font-size: small;">P:  Anak-anak ke sekolah diantar?</span></p>
<p><span style="font-size: small;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"><span style="font-size: small;">S:  Ya, istri saya yang mengantar mereka ke sekolah, karena istri saya <strong>tidak bekerja</strong>.</span></p>
<p><span style="font-size: small;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"><span style="font-size: small;"> </span></p>
<p><span style="font-size: small;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"><span style="font-size: small;">P:  Setelah mengantar anak-anak ke sekolah, apa yang istri Bapak lakukan?</span></p>
<p><span style="font-size: small;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"><span style="font-size: small;">S:  Istri saya pergi ke pasar, lalu pulang untuk memasak dan mencuci pakaian. Kan memang dia <strong>tidak bekerja</strong>.</span></p>
<p><span style="font-size: small;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"><span style="font-size: small;"> </span></p>
<p><span style="font-size: small;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"><span style="font-size: small;">P:  Saat sore hari, setelah pulang dari kantor, apa yang Bapak lakukan?</span></p>
<p><span style="font-size: small;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"><span style="font-size: small;">S:  Istirahat, karena saya sudah capek dengan segala kerja saya sepanjang hari di kantor.</span></p>
<p><span style="font-size: small;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"><span style="font-size: small;"></span></p>
<p><span style="font-size: small;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"><span style="font-size: small;">P:  Lalu, apa yang istri Bapak lakukan?</span></p>
<p><span style="font-size: small;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"><span style="font-size: small;">S:  Istri saya menyiapkan makan malam, membantu anak-anak menyelesaikan pekerjaan sekolah mereka, menyiapkan meja makan, mencuci perabotan setelah makan malam, membersihkan rumah, lalu mengajak anak-anak tidur.</span></p>
<p><span style="font-size: small;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"><span style="font-size: small;"> </span></p>
<p><span style="font-size: small;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center; line-height: normal;" align="center"><span style="font-size: small;">***</span></p>
<p><span style="font-size: small;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"><span style="font-size: small;"> </span></p>
<p><span style="font-size: small;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"><span style="font-size: small;">Dari percakapan di atas, menurut pendapat Anda, siapakah yang bekerja “lebih banyak”?</span></p>
<p><span style="font-size: small;"> </span><span style="font-size: small;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"><span style="font-size: small;">Rutinitas harian dari para istri – ibu rumah tangga – berlangsung sejak pagi hingga jauh malam.  Apakah itu bisa dikatakan sebagai: ”TIDAK BEKERJA” ?</span></p>
<p><span style="font-size: small;"> </span><span style="font-size: small;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"><span style="font-size: small;">Memang benar, menjadi seorang ibu rumah tangga itu tidak memerlukan <strong>ijazah</strong>, bahkan posisi jabatan yang tinggi, tetapi PERAN seorang ibu rumah tangga sangatlah penting!</span></p>
<p><span style="font-size: small;"> </span><span style="font-size: small;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"><span style="font-size: small;">Maka hargailah para ibu rumah tangga, karena mereka telah berkorban tak terhitung jumlahnya.  Semoga refleksi kecil di atas dapat menjadi pengingat kita semua untuk lebih mampu dan mau memahami peran dan pekerjaan masing-masing.</span></p>
<p><span style="font-size: small;"> </span><span style="font-size: small;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"><span style="font-size: small;">Mari bersama kita refleksikan ARTI menjadi seorang istri sekaligus seorang ibu rumah tangga:</span></p>
<p><span style="font-size: small;"> </span><span style="font-size: small;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"><span style="font-size: small;">Saat seorang ibu rumah tangga sedang diam, itu berarti ia sedang memikirkan berjuta-juta persoalan atau pekerjaan yang perlu ia selesaikan. </span></p>
<p><span style="font-size: small;"> </span><span style="font-size: small;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"><span style="font-size: small;">Saat seorang istri memandang suaminya, ia sedang mencari jawab kenapa ia begitu mencintai suaminya meski sang suami sering memandangnya dengan sebelah mata.</span></p>
<p><span style="font-size: small;"> </span><span style="font-size: small;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"><span style="font-size: small;">Saat seorang istri berkata: “Aku akan menghadapi segalanya bersamamu,” maka ia akan melakukan hal itu dengan sungguh-sungguh, bagaikan sebuah batu karang yang teguh.</span></p>
<p><span style="font-size: small;"> </span><span style="font-size: small;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"><span style="font-size: small;">Jangan melukai hatinya atau menyalahkan dia atau tidak bersyukur atas keberadaannya dalam hidup Anda dan keluarga Anda!!!</span></p>
<p><span style="font-size: small;"> </span><span style="font-size: small;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"><span style="font-size: small;">Berterima kasihlah kepada para istri yang bersedia dengan sukacita menjadi ibu rumah tangga. </span></p>
<p><span style="font-size: small;"> </span><span style="font-size: small;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"><span style="font-size: small;">(dari internet/diterjemahkan secara bebas oleh Romo Rudi Rahkito Jati, OMI)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"><span style="font-size: small;">Sumber: Majalah Sabitah, Edisi 62, Maret-April 2014<br /></span></p>
<p><span style="font-size: small;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: small;"> </span></p></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>2 Kunci Untuk Perkawinan Bahagia</title>
		<link>https://www.trinitas.or.id/2-kunci-untuk-perkawinan-bahagia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Seksi Komsos]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 10 Jan 2014 03:13:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Keluarga]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.trinitas.or.id/2-kunci-untuk-perkawinan-bahagia/</guid>

					<description><![CDATA[Hampir semua perkawinan dimulai dengan perayaan yang meriah. Bersama keluarga dan para sahabat, setiap pasangan memiliki banyak harapan dan mimpi yang indah untuk kebersamaan mereka di masa mendatang. Tetapi jalan menuju perkawinan yang bahagia itu jauh dari mudah. Statistik perceraian dewasa ini membuktikan bahwa banyak pasangan yang memilih untuk tidak mau lagi berjalan bersama dalam ... <a title="2 Kunci Untuk Perkawinan Bahagia" class="read-more" href="https://www.trinitas.or.id/2-kunci-untuk-perkawinan-bahagia/" aria-label="Baca selengkapnya tentang 2 Kunci Untuk Perkawinan Bahagia">Read more</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]><xml> <w:WordDocument> <w:View>Normal</w:View> <w:Zoom>0</w:Zoom> <w:TrackMoves /> <w:TrackFormatting /> <w:PunctuationKerning /> <w:ValidateAgainstSchemas /> <w:SaveIfXMLInvalid>false</w:SaveIfXMLInvalid> <w:IgnoreMixedContent>false</w:IgnoreMixedContent> <w:AlwaysShowPlaceholderText>false</w:AlwaysShowPlaceholderText> <w:DoNotPromoteQF /> <w:LidThemeOther>EN-US</w:LidThemeOther> <w:LidThemeAsian>X-NONE</w:LidThemeAsian> <w:LidThemeComplexScript>X-NONE</w:LidThemeComplexScript> <w:Compatibility> <w:BreakWrappedTables /> <w:SnapToGridInCell /> <w:WrapTextWithPunct /> <w:UseAsianBreakRules /> <w:DontGrowAutofit /> <w:SplitPgBreakAndParaMark /> <w:DontVertAlignCellWithSp /> <w:DontBreakConstrainedForcedTables /> <w:DontVertAlignInTxbx /> <w:Word11KerningPairs /> <w:CachedColBalance /> </w:Compatibility> <w:BrowserLevel>MicrosoftInternetExplorer4</w:BrowserLevel> <m:mathPr> <m:mathFont m:val="Cambria Math" /> <m:brkBin m:val="before" /> <m:brkBinSub m:val=" " /> <m:smallFrac m:val="off" /> <m:dispDef /> <m:lMargin m:val="0" /> <m:rMargin m:val="0" /> <m:defJc m:val="centerGroup" /> <m:wrapIndent m:val="1440" /> <m:intLim m:val="subSup" /> <m:naryLim m:val="undOvr" /> </m:mathPr></w:WordDocument> </xml><![endif]--></p>
<p style="text-align: left;"><!--[if gte mso 9]><xml> <w:LatentStyles DefLockedState="false" DefUnhideWhenUsed="true"   DefSemiHidden="true" DefQFormat="false" DefPriority="99"   LatentStyleCount="267"> <w:LsdException Locked="false" Priority="0" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Normal" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="heading 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 7" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 8" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 9" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 7" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 8" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 9" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="35" QFormat="true" Name="caption" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="10" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Title" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="1" Name="Default Paragraph Font" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="11" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtitle" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="22" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Strong" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="20" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Emphasis" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="59" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Table Grid" /> <w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Placeholder Text" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="1" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="No Spacing" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Revision" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="34" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="List Paragraph" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="29" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Quote" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="30" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Quote" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="19" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Emphasis" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="21" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Emphasis" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="31" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Reference" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="32" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Reference" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="33" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Book Title" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="37" Name="Bibliography" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" QFormat="true" Name="TOC Heading" /> </w:LatentStyles> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 10]> <mce:style><!   /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} --> <!--[endif] --></p>
<p class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;">Hampir semua perkawinan dimulai dengan perayaan yang meriah. Bersama keluarga dan para sahabat, setiap pasangan memiliki banyak harapan dan mimpi yang indah untuk kebersamaan mereka di masa mendatang.<span style="mso-spacerun: yes;"> </span>Tetapi jalan menuju perkawinan yang bahagia itu jauh dari mudah.<span style="mso-spacerun: yes;"> </span>Statistik perceraian dewasa ini membuktikan bahwa banyak pasangan yang memilih untuk tidak mau lagi berjalan bersama dalam perkawinan dan memilih untuk bercerai.</p>
<p class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;">Memang mudah untuk hanya menyalahkan angka perceraian yang tinggi pada hal-hal seperti tidak adanya kualitas waktu kebersamaan, membiarkan kepahitan dan penolakan tumbuh dalam hati masing-masing, dan ketidakmampuan untuk membangun komunikasi yang baik antara satu dan lainnya.<span style="mso-spacerun: yes;"> </span>Tidak ada habis-habisnya buku, artikel, dan seminar yang mencoba mengupas dan memberitahu bagaimana caranya untuk meningkatkan relasi dalam perkawinan.<span style="mso-spacerun: yes;"> </span>Memang kualitas waktu, pengampunan dan komunikasi adalah hal-hal yang vital dalam menciptakan perkawinan yang bahagia, tetapi pada saat hal-hal tersebut tidak terjadi dalam perkawinan, ini menjadi tanda adanya masalah yang lebih rumit lagi yang sebenarnya sedang terjadi.<span style="mso-spacerun: yes;"> </span>Selama masalah itu tidak dicoba ungkapkan dan dipecahkan bersama, maka tidak akan ada usulan-usulan perbaikan yang dapat berjalan dengan baik.</p>
<p class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;">Untuk mengetahui apa yang diperlukan bagi sukses relasi perkawinan, marilah kita baca kutipan ayat-ayat Kitab Suci berikut ini:</p>
<p class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"> </p>
<p><span id="more-1066"></span></p>
<p class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;">..dan seorang dari mereka, seorang ahli Taurat, bertanya untuk mencobai Dia: “Guru, hukum manakah yang terutama dalam hukum Taurat?” Jawab Yesus kepadanya: “Kasihanilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.<span style="mso-spacerun: yes;"> </span>Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.<span style="mso-spacerun: yes;"> </span>Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.” (Matius 22:35-40)</p>
<p class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;">Penulis percaya bahwa setiap masalah perkawinan dapat ditarik balik pada salah satu dari pasangan &#8211; atau bahkan keduanya &#8211; <span style="mso-spacerun: yes;"> </span>yang tidak mampu memenuhi kedua hukum di atas.<span style="mso-spacerun: yes;"> </span>Sama demikian dengan relasi apa pun.<span style="mso-spacerun: yes;"> </span>Pada saat kita memusatkan diri pada keinginan dan kebutuhan pribadi daripada keinginan dan kebutuhan Tuhan atau pasangan kita, maka kita sudah berada di pintu masuk ke permasalahan perkawinan.</p>
<p class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;">Apakah Anda mempunyai masalah berkomunikasi dalam perkawinan?<span style="mso-spacerun: yes;"> </span>Berapa sering Anda benar-benar memusatkan perhatian Anda untuk mendengarkan yang dikatakan oleh pasangan (atau Tuhan) daripada diam membisu?<span style="mso-spacerun: yes;"> </span>Merasa pahit dan menolak pasangan Anda?<span style="mso-spacerun: yes;"> </span>Kapan saat terakhir Anda membawa pasangan Anda ke hadapan Tuhan untuk didoakan dan sungguh berterima kasih kepada Tuhan atas relasi Anda berdua? <span style="mso-spacerun: yes;"> </span>Mencoba dengan susah payah untuk menemukan waktu yang berkualitas untuk Anda berdua?<span style="mso-spacerun: yes;"> </span>Bagaimana jika berdoa bersama pasangan Anda dan memohon pada Tuhan untuk menunjukkan apa yang Tuhan ingin Anda berdua lakukan bagi waktu Anda?</p>
<p class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;">Saat Anda mulai melakukan hal-hal tersebut, Anda akan menyadari bahwa perhatian Anda langsung mulai beralih dari diri dan keinginan Anda ke Tuhan dan pasangan Anda.<span style="mso-spacerun: yes;"> </span>Sebagai hasilnya, masalah komunikasi akan menampakkan perbaikan, kemarahan dan penolakan memudar dan Anda secara alamiah akan mulai ingin menghabiskan waktu bersama dengan pasangan Anda.<span style="mso-spacerun: yes;"> </span>Tentu saja Anda tak bisa mengharapkan perubahan-perubahan dapat cepat terjadi, instan.<span style="mso-spacerun: yes;"> </span>Diperlukan waktu untuk itu semua karena relasi Anda dan pasangan juga terikat dengan masalah keuangan, perkembangan anak-anak dan masalah-masalah lainnya.<span style="mso-spacerun: yes;"> </span>Tetapi jika Anda berkomitmen <span style="mso-spacerun: yes;"> </span>pada relasi Anda dengan Tuhan dan mau dengan sadar membuat keputusan setiap harinya untuk menaruh Tuhan dan pasangan Anda sebagai yang utama, maka perkawinan Anda akan dapat menangkal segala bentuk permasalahan dalam <span style="mso-spacerun: yes;"> </span>perkawinan.<span style="mso-spacerun: yes;"> </span>Bukan itu saja, Anda akan juga mengalami sukacita bersama pasangan Anda sepanjang perjalanan perkawinan Anda!</p>
<p class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;">Apakah Anda sedang bergumul untuk mendapatkan kebahagiaan dalam perkawinan Anda?<span style="mso-spacerun: yes;"> </span>Mungkin inilah waktunya Anda dan pasangan Anda mau mengundang Tuhan untuk menjadi Pemberi Arah pada relasi perkawinan Anda.<span style="mso-spacerun: yes;"> </span>Jika Anda ingin melakukan hal demikian, marilah berdoa bersama:</p>
<p class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;">“Tuhan Allahku, terima kasih sekali untuk menyatukan kami sebagai pasangan suami-istri.<span style="mso-spacerun: yes;"> </span>Kami tahu bahwa Engkau memiliki rencana dan tujuan untuk perkawinan kami.<span style="mso-spacerun: yes;"> </span>Kami mengundang Engkau, Tuhan Yesus, untuk mengampuni segala bentuk egoisme kami.<span style="mso-spacerun: yes;"> </span>Masuklah dalam hidup dan relasi perkawinan kami.<span style="mso-spacerun: yes;"> </span>Arahkan langkah kami sejak sekarang.<span style="mso-spacerun: yes;"> </span>Mohon rahmatMu supaya kami senantiasa mampu menaruh Engkau dan setiap yang lainnya menjadi yang utama setiap harinya.<span style="mso-spacerun: yes;"> </span>Buatlah relasi perkawinan kami menjadi berkat bagi orang banyak.<span style="mso-spacerun: yes;"> </span>Tetapi yang utama, buatlah relasi perkawinan kami menjadi berkat untukMu.<span style="mso-spacerun: yes;"> </span>Amin.”</p>
<p class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;">(ditulis oleh Kevin Miller/diterjemahkan secara bebas dari situs www.thoughts-about-god.com/smartis)</p>
<p class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;">Sumber: Majalah Sabitah Edisi 61, November-Desember 2013</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Meluangkan Waktu Untuk Anak-Anak</title>
		<link>https://www.trinitas.or.id/meluangkan-waktu-untuk-anak-anak/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Seksi Komsos]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 07 Apr 2013 12:45:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Keluarga]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.trinitas.or.id/meluangkan-waktu-untuk-anak-anak/</guid>

					<description><![CDATA[Beberapa waktu yang lalu, kita sebagai umat Paroki dikejutkan dengan kabar adanya seorang remaja yang membunuh ayah dari sahabatnya hanya karena sang ayah mencoba melerai perkelahian antara si remaja dengan sahabatnya itu. &#160;Juga kita mendengar ada seorang remaja &#8211; umat Paroki kita&#160; juga &#8211; yang bunuh diri lantaran satu dan lain masalah yang dirasakannya sudah ... <a title="Meluangkan Waktu Untuk Anak-Anak" class="read-more" href="https://www.trinitas.or.id/meluangkan-waktu-untuk-anak-anak/" aria-label="Baca selengkapnya tentang Meluangkan Waktu Untuk Anak-Anak">Read more</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;" mce_style="text-align: justify;">Beberapa waktu yang lalu, kita sebagai umat Paroki dikejutkan dengan kabar adanya seorang remaja yang membunuh ayah dari sahabatnya hanya karena sang ayah mencoba melerai perkelahian antara si remaja dengan sahabatnya itu. &nbsp;Juga kita mendengar ada seorang remaja &#8211; umat Paroki kita&nbsp; juga &#8211; yang bunuh diri lantaran satu dan lain masalah yang dirasakannya sudah tak dapat lagi ia pecahkan.&nbsp; Dalam 2 kasus ini, kita tentu bertanya-tanya: “Mengapa bisa terjadi demikian?”</p>
<p style="text-align: justify;" mce_style="text-align: justify;">Kesibukan orangtua di luar rumah memang sering meninggalkan masalah tersendiri: anak-anak menjadi lebih banyak ditinggalkan di rumah.&nbsp; Memang ada orang-orang yang kita percayai untuk menjaga dan mengasuh anak-anak, tetapi bukankah anak-anak akan lebih merasa aman dan nyaman bersama orangtua mereka?</p>
<p style="text-align: justify;" mce_style="text-align: justify;">Bentuk kebersamaan keluarga bisa bermacam-macam.&nbsp; Tidak harus semuanya dilakukan di luar rumah dan menelan biaya ekstra.&nbsp; Kita bisa menciptakan suasana akrab kekeluargaan justru di dalam rumah kita sendiri, misalnya: Makan bersama di satu meja makan dengan sajian masakan ibu, ayah atau bahkan anak-anak yang sudah mulai beranjak besar; Nonton tivi bersama; Mengerjakan tugas-tugas rumah tangga bersama; Bermain bersama dengan permainan yang disesuaikan dengan usia anak-anak; Baca buku bersama; Menelusuri internet bersama; Membantu anak memecahkan soal-soal pekerjaan rumahnya, dan lain sebagainya.</p>
<p style="text-align: justify;" mce_style="text-align: justify;">Kebersamaan bukan saja menciptakan rasa saling mengasihi di antara anggota keluarga, tetapi juga rasa saling memiliki, saling memperhatikan, dan saling merindukan.&nbsp; Kebersamaan pada akhirnya mampu merekatkan hati anggota keluarga satu dengan yang lainnya, bahkan dapat menjadi ajang pembelajaran toleransi, saling berbagi, beriman, bersaudara dan berbelarasa.</p>
<p style="text-align: justify;" mce_style="text-align: justify;">
<p><span id="more-999"></span></p>
<p>Persoalan zaman moderen memang seringkali menjadi penghalang keluarga dapat berkumpul bersama. Kedua orangtua sibuk bekerja, atau jika biasanya ada ibu yang tidak bekerja, para ibu pun terkadang meleburkan diri dalam kegiatan-kegiatan pribadi atau sosial kemasyrakatan hingga terkadang malah pulang paling akhir dibanding anggota keluarga lainnya.&nbsp; Anak-anak juga sekarang cenderung memiliki jam belajar yang panjang karena sepulang dari sekolah mereka harus ikut berbagai les tambahan akademik maupun ketrampilan.</p>
</p>
<p style="text-align: justify;" mce_style="text-align: justify;">Seyogyanya orangtua perlu memikirkan untuk terus mengusahakan terjadinya kebersamaan keluarga secara khusus, meski itu berarti mengorbankan kepentingan-kepentingan pribadi.&nbsp; Ayah dan Ibu harus berani berkata ‘tidak’ untuk sejumlah kegiatan yang tak terlalu penting yang menyita waktunya jika dibandingkan dengan berkumpul bersama keluarga.&nbsp; Banyak yang sering mengatakan bahwa kebersamaan keluarga bukan dilihat dari banyaknya waktu keluarga dapat berkumpul bersama, tetapi dari kualitas pertemuan keluarga.&nbsp; Mungkin pernyataan itu tidak seluruhnya salah, tetapi jika kita mampu membuat keluarga sesering mungkin untuk berkumpul dan bercengkrama bersama, tentu keluarga pun akan bertumbuh ke arah yang lebih baik&nbsp; dan bahagia lagi.&nbsp; Pada dasarnya, perkembangan rasa simpati, empati, berbagai emosi dan jiwa anak-anak pertama-tama terjadi di dalam keluarganya masing-masing, bukan?!</p>
<p style="text-align: justify;" mce_style="text-align: justify;">Mari bersama kita terus mencoba untuk dapat menyisihkan lebih banyak lagi waktu bagi kebersamaan keluarga.&nbsp; Jangan bosan untuk terus berkreasi dalam mengisi setiap waktu kebersamaan.&nbsp; Keluarga yang bahagia, rukun dan selalu sukacita, tentu menjadi idaman kita semua.&nbsp; Bisa?&nbsp; Pasti bisa jika kita mau terus mengusahakannya. (ts)</p>
<p style="text-align: justify;" mce_style="text-align: justify;">Sumber: Majalah Sabitah Edisi 59, Maret-April 2013</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Berjanji Dan Setia Sampai Akhir</title>
		<link>https://www.trinitas.or.id/berjanji-dan-setia-sampai-akhir/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Seksi Komsos]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 13 Jan 2013 15:40:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Keluarga]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.trinitas.or.id/berjanji-dan-setia-sampai-akhir/</guid>

					<description><![CDATA[&#8220;Demikianlah mereka bukan lagi dua melainkan satu, karena itu apa yang telah dipersatukan oleh Allah tidak boleh diceraikan oleh manusia.&#8221; (Mat 19:6).&#160; Demikian penggalan Kitab Suci dari Injil Matius yang disebutkan dengan lantang oleh seorang ibu yang terlahir dengan nama Maria Carmila Suwahyo.&#160; Wanita kelahiran Jombang, 14 Agustus 1937 ini telah 52 tahun mendampingi kekasih ... <a title="Berjanji Dan Setia Sampai Akhir" class="read-more" href="https://www.trinitas.or.id/berjanji-dan-setia-sampai-akhir/" aria-label="Baca selengkapnya tentang Berjanji Dan Setia Sampai Akhir">Read more</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;" mce_style="text-align: justify;">&#8220;Demikianlah mereka bukan lagi dua melainkan satu, karena itu apa yang telah dipersatukan oleh Allah tidak boleh diceraikan oleh manusia.&#8221; (Mat 19:6).&nbsp; Demikian penggalan Kitab Suci dari Injil Matius yang disebutkan dengan lantang oleh seorang ibu yang terlahir dengan nama Maria Carmila Suwahyo.&nbsp; Wanita kelahiran Jombang, 14 Agustus 1937 ini telah 52 tahun mendampingi kekasih hatinya, Yohanes Suwahyo Hadikusumo.</p>
<p style="text-align: justify;" mce_style="text-align: justify;">Ketika ditanya suka duka mengarungi bahtera rumah tangga, ibu dari 11 anak dan nenek dari 13 cucu ini menjawab dengan santun dan sederhana: &#8220;Saya hanya nggugemi Gusti, hanya belajar untuk setia setiap hari pada bapak dan anak-anak, dan itu artinya saya belajar untuk selalu setia pada Sakramen Perkawinan yang pernah saya ucapkan di Gereja Santa Theresia Sedayu, 19 April 1960, 52 tahun yang lalu,&#8221; demikian Ibu Wahyo, begitu panggilan Beliau, yang sungguh adalah ibu yang selalu setia mendampingi suami tercinta di masa-masa tua.</p>
<p style="text-align: justify;" mce_style="text-align: justify;">Hidup sebagai seorang ibu dari 11 anak, tentulah tidak mudah, apalagi Ibu Wahyo hanyalah seorang ibu rumah tangga yang sehari-harinya hanya berada di rumah untuk mengurus putera-puterinya.&nbsp; Sementara Pak Wahyo hanyalah seorang Guru SMP Kanisius Wonosari yang harus menghidupi istri dan ke-11 anaknya.&nbsp; Beliau bekerja sebagai Guru Kanisius sampai pensiun.&nbsp; Kesulitan dalam rumah tangga yang paling dirasakan Ibu Wahyo adalah kesulitan ekonomi karena harus memenuhi kebutuhan sandang, pangan juga papan untuk kelangsungan hidup mereka.&nbsp; Dapat dibayangkan berapa penghasilan seorang guru SMP yang harus menghidupi satu istri dan 11 anak.&nbsp; Untungnya, Ibu Wahyo adalah ibu yang tidak pernah mengeluh seberapa besar penghasilan Pak Wahyo yang diberikan kepadanya untuk mengelola rumah tangga mereka.&nbsp; Setiap hari Ibu Wahyo harus berpikir keras untuk mengelola keuangan sehingga semua kebutuhan dapat tercukupi dalam satu bulan, setidaknya soal yang paling sederhana, yaitu makan setiap hari, sambil menunggu Pak Wahyo gajian bulan berikutnya.&nbsp; &#8220;Bagi saya, yang paling penting bapak dan anak-anak kenyang dulu, baru kemudian saya,&#8221; demikian ujar Ibu Wahyo.</p>
<p style="text-align: justify;" mce_style="text-align: justify;">
<span id="more-896"></span>
</p>
<p style="text-align: justify;" mce_style="text-align: justify;">&#8220;Setiap hari saya selalu berdoa bersama bapak.&nbsp; Kami berdua tidak henti-hentinya memohon berkat untuk kelangsungan rumah tangga kami yang tergolong keluarga besar.&nbsp; Kami juga percaya bahwa Tuhan selalu mendengar doa kami terutama di masa-masa sulit ketika kami harus memenuhi kebutuhan anak-anak,&#8221; demikian jawaban Ibu Wahyo ketika ditanya apa yang diperbuatnya ketika menghadapi masa-masa sulit mungurus anak-anak bersama Bapak.&nbsp; Sekarang, Ibu Wahyo dan suaminya tinggal menikmati masa tua mereka berdua karena masa-masa sulit itu sudah terlewati dan anak-anak mereka sudah mandiri.</p>
<p style="text-align: justify;" mce_style="text-align: justify;">&#8220;Saya itu prihatin dengan kehidupan rumah tangga zaman sekarang.&nbsp; Hanya karena alasan ekonomi lalu pasangan memutuskan untuk berpisah, belum lagi alasan yang lain seperti: tidak cocok, salah satu selingkuh, kurang perhatian, dan lain-lain.&nbsp; Apa mereka tidak pernah berpikir janji yang mereka ucapkan di depan Altar?&nbsp; Dan yang paling penting adalah Sakramen Perkawinan yang pernah diterima,&#8221; kata Ibu Wahyo menanggapi berbagai berita mengenai pasangan yang memutuskan untuk berpisah yang Beliau baca di majalah, TV, maupun yang terjadi di lingkungan tempat tinggalnya.&nbsp; Menurut Beliau, ketika pasangan berjanji untuk selalu setia sebagai pasangan suami istri, sesungguhnya tidak hanya mereka berdua yang saling berjanji setia pada pasangannya dan kepada Allah, melainkan Allah sendiri yang berjanji setia kepada mereka sebagai pasangan suami-istri.&nbsp; Selama menjalani bahtera rumah tangga, Ibu Wahyo selalu menggunakan kata &#8220;sinau&#8221; atau belajar dalam hal apa pun, baik dalam hal mengurus suami, anak, maupun belajar dalam hal memupuk kesetiaan pada rutinitas sehari-hari.&nbsp; Saling bicara atau kata lainnya sekarang komunikasi adalah hal yang selalu dilakukan oleh Ibu Wahyo dikala menghadapi permasalahan dengan Pak Wahyo.&nbsp; Menurut Beliau, mereka jarang bertengkar karena Pak Wahyo adlaah suami yang sabar dan setia mendampingi Ibu Wahyo mengurus rumah tangga mereka.</p>
<p>Di masa tuanya sekarang, Ibu Wahyo hanya tinggal berdua dengan suami tercinta.&nbsp; Ibu Wahyo tetap setia mendampingi Pak Wahyo meski suami tercintanya itu sudha tidak dapat lagi melihat dan sakit dimakan usia.&nbsp; Sesekali putera-puteri dan cucu-cucu datang mengunjungi Beliau berdua.&nbsp; Meski harus mengurus Pak Wahyo yang sudah tak dapat melihat dan menderita sakit, Ibu Wahyo tidak pernah sekali pun absen untuk ke gereja pagi hari.&nbsp; Setiap pagi tepat pkl. 05.40 WIB, Ibu Wahyo sudah duduk di barisan depan Gereja St. Petrus dan Paulus Minomartani untuk mengikuti Misa Pagi, tidak peduli dingin atau hujan.&nbsp; Beliau juga tetap setia mengikuti kegiatan di Gereja sebagai anggota Legio Maria Paroki Minomartani. &#8220;Bunda Maria adalah tempat saya berkeluh-kesah ketika saya mengalami kesulitan dalam hidup.&nbsp; Teladan Bunda Maria pula yang selalu menguatkan saya untuk selalu setia pada bapak dan anak-anak,&#8221; kata Ibu Wahyo yang menjadikan Bunda Maria sebagai pelindung kehidupan rumah tangganya.&nbsp; Selain kegiatan Paroki, Ibu Wahyo juga tetap aktif mengikuti kegiatan Lingkungan seperti arisan, pendalaman iman, dan Rosario.</p>
<p>&#8220;Carilah dahulu Kerajaan Allah, maka kamu akan mendapatkan&#8230; wah, saya lupa terusannya,&#8221; demikian ucapan Ibu Wahyo sambil tersenyum ketika ditanya apa yang dicarinya di hari tuanya. &#8220;Pokoknya, hiduplah mengikuti teladan Tuhan Yesus, hiduplah sederhana seperti Bunda Maria dan Santo Yusuf.&nbsp; Jangan mengikuti hal yang sifatnya instan karena sesungguhnya hidup itu tidak ada yang didapat dengan instan.&nbsp; Kalau mendapatkan sesuatu dengan istan, menikmatinya juga instan, hehehe&#8230; tetapi jika mendapatkan sesuatu dengan ketekunan dan bekerja keras maka menikmatinya juga akan lebih lama,&#8221; kata Ibu Wahyo berkomentar mengenai cara hidup yang baik sesuai dengan ajaran Katolik.</p>
</p>
<p style="text-align: justify;" mce_style="text-align: justify;">Demikian sekilas kehidupan seorang ibu yang patut kita teladani.&nbsp; Ibu Wahyo bukanlah seorang aktifis Gereja, bukan pula tokoh Lingkungan, namun kesederhanaan dan kesabaran Ibu Wahyo dalam mengarungi bahtera rumah tangga mampu membawanya untu tetap mendampingi suami sampai akhir.&nbsp; Inilah bukti kesetiaan Ibu Wahyo pada Sakramen Perkawinan, bukti bahwa Allah sungguh hadir dan memenuhi janjiNya, yaitu janji Allah untuk selalu setia mendampingi Ibu Wahyo dan Pak Wahyo mengarungi bahtera rumah tangga sampai akhir. &#8220;Saya, Maria Carmila berjanji setia sampai akhir&#8230; ah, sudah 52 tahun lalu, saya lupa&#8230;! Hahaha&#8230;,&#8221; demikian canda Ibu Wahyo mengakhiri ceritanya. (F. Endang Dwi Wilastuty, anggota Sahabat Seminari dan Keluarga Besar OMI Yogyakarta)</p>
<p>Sumber: Majalah Caraka &#8211; Media Komunikasi Skolastikat OMI, Edisi Oktober-Desember 2012</p>
<p></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Makan Malam Bersama Keluarga di Rumah</title>
		<link>https://www.trinitas.or.id/makan-malam-bersama-keluarga-di-rumah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Seksi Komsos]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 21 Nov 2012 17:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Keluarga]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.trinitas.or.id/makan-malam-bersama-keluarga-di-rumah/</guid>

					<description><![CDATA[Keluarga sekarang punya kecenderungan tidak memiliki waktu untuk makan malam bersama di rumah.  Mungkin ayah dan atau ibu yang bekerja belum tiba di rumah dari kantornya – entah harus lembur atau mungkin terkena macet.  Terkadang anak-anak memiliki jadwal tambahan pelajaran yang ketat, sehingga pulang ke rumah sudah lewat dari jam makan malam dan harus cepat-cepat ... <a title="Makan Malam Bersama Keluarga di Rumah" class="read-more" href="https://www.trinitas.or.id/makan-malam-bersama-keluarga-di-rumah/" aria-label="Baca selengkapnya tentang Makan Malam Bersama Keluarga di Rumah">Read more</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Keluarga sekarang punya kecenderungan tidak memiliki waktu untuk makan malam bersama di rumah.  Mungkin ayah dan atau ibu yang bekerja belum tiba di rumah dari kantornya – entah harus lembur atau mungkin terkena macet.  Terkadang anak-anak memiliki jadwal tambahan pelajaran yang ketat, sehingga pulang ke rumah sudah lewat dari jam makan malam dan harus cepat-cepat tidur karena besok pagi sudah harus pergi ke sekolah lagi.  Pilihan keluarga akhirnya jatuh pada seminggu sekali atau sesekali makan malam bersama di rumah makan atau pujasera.</p>
<p>Makan malam bersama sekeluarga di rumah sebenarnya memiliki nilai-nilai positif.  Selain mampu menjadi sarana berkomunikasi antar anggota keluarga, makan malam bersama ternyata bisa menjadi tempat melatih anak-anak untuk belajar mencintai sayur-mayur.  Makan malam bersama di rumah, dengan masakan yang disiapkan di rumah, sudah tentu lebih menjamin kebersihan dan kandungan gizi yang baik untuk seluruh anggota keluarga.  Makan makanan sehat membuat anggota keluarga terhindar dari ancaman kegemukan dan sakit-penyakit.</p>
<p>Ajang makan malam bersama juga dapat dipakai untuk memperkenalkan jenis makanan yang baru, sehingga anak-anak dapat mencobanya dan menjadi suka.  Dengan demikian, varitas pilihan jenis makanan anak-anak menjadi bertambah, anak tidak menjadi bosan dengan sajian makanan yang itu, itu lagi, yang sering membuat mereka tak mau makan karena bosan.</p>
<p>Dengan makan malam bersama, orangtua dapat mengontrol porsi makan anak-anaknya.  Mereka akan makan dengan takaran porsi tepat dan cenderung tidak berlebihan.  Hidangan di restoran biasanya mempunyai tingkat kalori dan porsi yang besar, yang mau tak mau harus dihabiskan sehingga mudah memicu datangnya kelebihan makanan dan kelebihan berat badan.</p>
<p><span id="more-946"></span></p>
<p>Makan malam bersama bisa menjadi tempat anggota keluarga dilatih dan berlatih keberanian untuk menolak, meminta dengan sopan, toleransi dengan sesamanya, berani mengemukakan pendapatnya di depan  orang yang lebih tua darinya.  Makan malam bersama juga dapat menjadi sarana bagi orangtua dalam memberikan nasihat-nasihat dan ajaran kebajikan buat anak-anaknya dan ikut masuk dalam persoalan yang sedang dihadapi anak-anak mereka.  Terkadang obrolan santai dan cerita-cerita polos anak-anak dapat menjadi obat pereda ketegangan orangtuanya.</p>
<p>Model ideal makan malam bersama supaya tercipta kesatuan keluarga adalah duduk berkumpul di meja makan.  Kadang terjadi, seluruh keluarga memang makan bersama tetapi mereka duduk terpisah-pisah &#8211; ada yang di meja makan, ada yang makan sambil menikmati acara tivi, ada yang sambil bermain gadget, bahkan ada yang sambil mengerjakan PR sekolahnya.</p>
<p>Usahakanlah supaya keluarga sungguh melepas segala kegiatan dan berkumpul jadi satu di sekitar meja makan untuk menikmati sajian bersama-sama.  Kebersamaan keluarga ini juga bisa dikuatkan dengan para anggota keluarga secara bergantian setiap harinya memimpin doa makan.  Dengan makan malam bersama, akan terbangun kesatuan dan keutuhan keluarga.  Saling percaya dan saling mendukung antar anggota keluarga yang membuat ikatan tali kekeluargaan erat terbina.</p>
<p>Begitu banyak manfaat makan malam bersama keluarga.  Mengapa kita tidak mulai mencobanya?  Jika tidak bisa dilakukan setiap hari, mulailah dengan beberapa kali dalam seminggu.  Tidak ada kata tidak mungkin atau tidak bisa, yang harus dilakukan adalah kesediaan dari masing-masing anggota keluarga untuk mengorbankan sedikit waktunya dan kegiatannya, demi untuk bersama-sama menyantap makanan yang menjadi berkat bagi keluarga setiap harinya. <em>(smartis)</em></p>
<p><em>(Sumber: Majalah Sabitah, Media Komunikasi Umat Paroki Trinitas, Cengkareng, Edisi 57, November-Desember 2012)<br /></em></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Surat Kepada Keluarga</title>
		<link>https://www.trinitas.or.id/surat-kepada-keluarga/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Seksi Komsos]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 30 Jun 2012 13:47:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Keluarga]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.trinitas.or.id/surat-kepada-keluarga/</guid>

					<description><![CDATA[Melihat kangguru dan anak di kantungnya Kita diingatkan, bahwa kebaikan lahir di dekat hati Rasa aman diberikan melalui kesediaan melindungi Dan persatuan dijamin dalam lelah bersama Anak-anak adalah masa depan milik dunia Sekarang ini, mereka bersekolah bersama kita Buatlah mereka damai di dalam genggamanmu Lahirkan pribadi mencintai, karena sapaan lembutmu Tanpa dibatasi waktu..hanya kegembiraan bersama.. ... <a title="Surat Kepada Keluarga" class="read-more" href="https://www.trinitas.or.id/surat-kepada-keluarga/" aria-label="Baca selengkapnya tentang Surat Kepada Keluarga">Read more</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div style="text-align: center; font-style: italic;">Melihat kangguru dan anak di kantungnya</p>
<p>Kita diingatkan, bahwa kebaikan lahir di dekat hati</p>
<p>Rasa aman diberikan melalui kesediaan melindungi</p>
<p>Dan persatuan dijamin dalam lelah bersama</p>
<p>Anak-anak adalah masa depan milik dunia</p>
<p>Sekarang ini, mereka bersekolah bersama kita</p>
<p>Buatlah mereka damai di dalam genggamanmu</p>
<p>Lahirkan pribadi mencintai, karena sapaan lembutmu</p>
<p>Tanpa dibatasi waktu..hanya kegembiraan</p>
<p>bersama..</p></div>
<p>
<br />KELUARGA KELUARGA YANG TERKASIH</p>
<p>Suatu  kegembiraan karena akhirnya masa liburan tiba bagi anak-anak kita.  Anak-anak mempunyai lebih banyak kesempatan bersama sama kita. Dalam  beberapa minggu, mereka menjadi sepenuhnya anak-anak kita, karena  seluruh acara mereka sekarang menjadi acara bersama kita, orang tuanya,  dan saudara-saudarinya. Mau di bawa kemana anak-anak kita itu dalam  liburan dari tugas belajar?</p>
<p>
<span id="more-864"></span><br />
Masa liburan menjadi kesenangan  sekaligus menjadi tantangan bagi kita para orang tua untuk mendampingi  anak-anak di saat mereka menikmati liburan dan membutuhkan kedekatan  dengan keluarganya.. Kedua faktor, edukasi dan kegembiraan, sangat baik  dialami anak-anak kita pada masa liburan ini. Anak-anak secara alami  selalu berada dalam masa belajar untuk mengantar mereka menjadi semakin  dewasa, termasuk pada waktu liburan tiba, tanpa beban study formal.</p>
<p>Keluarga-keluarga  terkasih, apakah kita sudah merencanakan suatu liburan yang  menyenangkan? Atau kita merencanakan program tertentu yang didesain  untuk menambah pengetahuan dan ketrampilan anak-anak dalam liburannya?  Untuk sebagian anak-anak, kata “liburan” membuat mereka membayangkan  paket-paket liburan atau kursus-kursus spesial. Yang lain mungkin sudah  membayangkan suatu liburan ke luar negeri atau tempat wisata yang jauh.</p>
<p>Anak-anak  dari keluarga sederhana memikirkan untuk menghabiskan masa liburan  bersama teman-teman atau membantu orang tuanya, ikut bekerja, atau  sekedar mengunjungi sanak family di kampung halaman. Pertanyaan  anak-anak dari semua kalangan sebenarnya sama: apakah aku akan mengalami  liburan yang menyenangkan dan berkesan? Kita sebagai orang tua  ditantang untuk menghadirkan suatu liburan yang bermutu bagi mereka,  apapun kondisi keluarga kita.</p>
<p>Kita sudah cukup banyak menghadapi  pengalaman kesulitan bersama-anak-anak kita. Komunikasi bersama mereka  kadang menjadi begitu langka, karena kesibukan masing-masing ketika  mereka sekolah. Dalam masa liburan, kita perlu menyediakan waktu yang  lebih dari cukup untuk semakin mengenal satu sama lain. Keluarga memang  hidup dan tinggal serumah, tetapi ini membuat kita merasa kaget melihat  perubahan dan perkembangan anak-anak kita yang berubah pesat. Kita  seperti kehilangan kendali atas mereka.</p>
<p>Masa liburan akan menjadi  masa yang menyenangkan, karena anak-anak yang berlibur bersama kedua  orang tuanya yakin bahwa orang tua mereka memberi perhatian dan  menyayangi mereka melalui kebersamaan di antara mereka. Ambillah waktu  untuk berbagi: omong-omong, pergi ke tempat khusus (tidak harus ke  tempat yang mahal dan jauh); mengunjungi nenek-kakek, oom atau tantenya;  atau barangkali merencanakan acara menanam pohon bersama di depan rumah  dan mengecat tembok dan pagar.</p>
<p>Keluarga-keluarga terkasih, acara  kebersamaan bagi kita di Jakarta dan sekitarnya menjadi suatu acara  yang mahal. Bukan karena tempat tujuan, melainkan suatu kesempatan  langka untuk seluruh anggota keluarga, anak-anak dan orang tuanya dalam  suatu relasi tanpa batas waktu dan ekspresi bebas yang menunjukkan cinta  dan penerimaan. Beberapa minggu menjadi saat emas bagi suatu pendidikan  nilai kebersamaan, kerukunan, kasih, perhatian, kerjasama, dll. di  antara orang tua-anak yang mengubah dan meneguhkan.</p>
<p>Tempat sebaik  dan seindah apapun tidak banyak berarti, kalau mereka pergi sendiri.  Tetapi kalau mereka menikmati sapaan ramah dan tulus satu sama lain,  waktu liburan bahkan bisa menjadi kesempatan memberikan dukungan,  pendampingan, didikan, dan peneguhan yang lebih mahal dari  program-program liburan berkelas apapun tanpa adanya waktu bersama untuk  suatu relasi manusiawi dengan anggota keluarga yang lain.</p>
<p>Barangkali  kita harus belajar dari masa kecil atau kisah-kisah masa kecil kita  (para orang tua) masing-masing. Memancing, mengunjungi nenek-kakek,  berkebun, memasak, membacakan buku cerita, reparasi mobil/motor bersama,  berbelanja bersama, olahraga keluarga, dan pergi ke Gereja bersama  dalam waktu yang sama, menjadi pilihan untuk menjalani waktu liburan  istimewa.</p>
<p>Pendidikan nilai dan prakteknya sekaligus dapat  diberikan ketika orang tua dan anak-anaknya tidak dikejar-kejar waktu.  Inilah saat terindah sepanjang tahun yang sesungguhnya diperlukan oleh  semua anggota keluarga. Jadilah orang tua yang baik dan bijaksana.  Pakailah saat-saat liburan sebagai saat emas untuk menjadikan anak-anak  kembali “menjadi milik kita”, bukan milik sekolah; bukan milik  teman-temannya; bukan milik komputer, TV, dan buku-bukunya; melainkan  menjadi milik kita sepenuhnya, sebagai satu keluarga.</p>
<p>Selamat berlibur..!</p>
<p>Alexander Erwin MSF<br />Komisi Kerasulan Keluarga Keuskupan Agung Jakarta</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sahabat Spesial</title>
		<link>https://www.trinitas.or.id/sahabat-spesial/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Seksi Komsos]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 01 May 2012 04:26:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Keluarga]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.trinitas.or.id/sahabat-spesial/</guid>

					<description><![CDATA[Siapa saja pasti sudah sering mendengar kata &#8216;autis&#8217;.&#160; Lewat tulisan ini saya ingin membagikan pengalaman tentang apa dan bagaimana saya memahami para penderita autis.&#160; Namun sebelumnya, saya akan memberi gambaran teoritis tentang apa itu autis sehingga muncul kesamaan persepsi tentang autis.&#160; Kadang karena kurang memahami apa dan siapa penderita autis, kita mendengar orang berkata &#8220;dasar ... <a title="Sahabat Spesial" class="read-more" href="https://www.trinitas.or.id/sahabat-spesial/" aria-label="Baca selengkapnya tentang Sahabat Spesial">Read more</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Siapa saja pasti sudah sering mendengar kata &#8216;autis&#8217;.&nbsp; Lewat tulisan ini saya ingin membagikan pengalaman tentang apa dan bagaimana saya memahami para penderita autis.&nbsp; Namun sebelumnya, saya akan memberi gambaran teoritis tentang apa itu autis sehingga muncul kesamaan persepsi tentang autis.&nbsp; Kadang karena kurang memahami apa dan siapa penderita autis, kita mendengar orang berkata &#8220;dasar autis&#8221; dengan maksud bercanda.</p>
<p style="text-align: justify;">Autis berasal dari Bahasa Yunani &#8220;autos&#8221; yang berarti &#8220;diri&#8221; (self).&nbsp; Pengertian autis adalah gangguan pada perkembangan otak dan sistem syaraf sehingga anak berpola tingkah laku hiperaktif.&nbsp; Anak-anak autis mengalami gangguan yang kompleks menyangkut komunikasi, interaksi sosial, dan gangguan aktivitas imajinasi.&nbsp; Ciri-ciri penderita autis adalah anak cenderung menyendiri, berforkus pada diri, dan bermain dengan dunianya sendiri.&nbsp; Anak sulit berkonsentrasi dalam mengerjakan tugas atau tidak fokus.&nbsp; Penderita autis juga sensitif terhadap makanan yang baunya tajam dan menyengat, mereka sensitif terhadap cahaya, suara ramai dan keras.&nbsp; Anak-anak autis kadang memiliki kemampuan yang cukup tinggi di bidang-bidang tertentu, walaupun di sisi lain ada juga yang mengalami keterbelakangan mental.&nbsp; Mereka membutuhkan pendampingan ekstra dari orangtua dan orang-orang di sekitarnya agar dapat tumbuh berkembang seperti halnya anak-anak lainnya.</p>
<p style="text-align: justify;">
<span id="more-808"></span><br />
Berangkat dari pemahaman ini saya terdorong untuk mengenal dan mendalami kehidupan anak-anak autis dengan kompleksitas permasalahannya.&nbsp; Peristiwa ini terjadi 2 tahun yang lalu, di Klaten, Jawa Tengah, tepatnya di Lembaga Arogya Mitra, yang menangani anak-anak autis hiperaktif.&nbsp; Di sana saya bersentuhan langsung dengan anak-anak autis yang sering disebut anak-anak spesial.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam perjumpaan dengan mereka, awalnya saya mengalami rasa takut.&nbsp; Saya takut kalau kata dan tindakan saya menyakiti mereka.&nbsp; Namun, dengan rahmat Allah, saya mulai mengenal mereka.&nbsp; Lewat mereka saya menyadari bahwa untuk mengenal sesuatu atau seorang pribadi tidak cukup hanya berdasarkan buku-buku yang dipelajari, media elektronik yang canggih, metode-metode pendekatan, informasi, dan sharing dari berbagai sumber.</p>
<p style="text-align: justify;">Lebih dari itu, diperlkukan keterbukaan hati serta pengosongan diri untuk menerima hal yang baru.&nbsp; Menerima mereka dalam realias hidup sehari-hari melalui hal-hal sederhana seperti melipat baji, melipat selimut, mencuci piring, menyapu, dan sebagainya.&nbsp; Hari demi hari saya belajar untuk mengenal setiap pribadi yang Allah anugerahkan kepada saya.&nbsp; Saya berusaha menanamkan pandangan positif mengenaimereka yaitu bahwa sahabat-sahabat spesial ini adalah anugerah dari Allah yang patut saya cintai dan sayangi.</p>
<p style="text-align: justify;">Walaupun menumbuhkan pandangan positif itu tidak semudah membalikkan telapak tangan, namun saya dengan sadar memilihnya.&nbsp; Dalam permenungan, saya diingatkan bagaimana Yesus sendiri memberi teladan dan contoh persahabatan.&nbsp; Seorang sahabat rela mati dan mengorbankan diri bagi sahabat-sahabatnya.&nbsp; Pergulatan untuk belajar dan berproses bersama para penderita autisme menyadarkan saya tentang makna hidup.&nbsp; Sempat terlintas dalam benak saya sebuah pertanyaan: &#8220;Mengapa Allah menciptakan manusia dengan kekurangan?&#8221; Bukankah Allah sendiri berfirman: &#8220;Manusia diciptakan menurut gambar dan rupa ALlah (Kej 1:26) dan baik adanya (Kej 1:31)&#8221;.&nbsp; Bukankah manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan yang memiliki martabat yang luhur dan dilengkapi dengan potensi-potensi yang ada di dalam dirinya?&nbsp; Dalam keterbatasan diri ternyata Allah turut campur tangan dalam hidup saya dan justru Allah menunjukkan jalan.&nbsp; Saya juga belajar menghargai setiap proses yang terjadi, suatu proses yang kelihatannya mandeg.&nbsp; Meskipun demikian justru di sanalah sebuah proses terjadi.&nbsp; Lambat namun pasti, saya bersyukur atas kesetiaanNya dalam membimbing dan mendampingi perjalanan hidup saya selama ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Di akhir tulisan ini, saya kembali teringat dengan sebuah refren lagu: &#8220;Persahabatan&#8230; bagai kepompong..&#8221;&nbsp; Lirik lagu ini amat sederhana namun kaya makna.&nbsp; Refren lagu ini menggambarkan suatu hubungan yang indah, yaitu sebuah persahabatan timbal balik agar masing-masing dapat bertumbuh dan berkembang sesuai potensi yang ada di dalam dirinya.&nbsp; Pertumbuhan dan perkembangan ini layaknya sebuah kepompong yang berisi ulat yang kemudian berubah indah menjadi kupu-kupu.(Sr. Lusi Andayani, SSpS)</p>
<p style="text-align: justify;">Sumber: Majalah Rohani No. 04, Tahun Ke-59, April 2012</p>
<p style="text-align: justify;"></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
