:

Memakan Kitab

Sebelum nabi Yehezkiel diminta Allah berbicara kepada kaum Israel, ia diperintahkan untuk memakan gulungan kitab yang diberikan Allah kepadanya. Nabi Yehezkiel menurutinya. Di dalam mulutnya kitab itu terasa manis seperti madu. (bdk. Yehezkiel 3:1-4).

Nabi Yehezkiel memakan kitab dalam arti harfiah. Namun, memakan kitab dalam arti simbolis adalah  membaca, merenungkan, dan melaksanakan Sabda Allah. Gereja Katolik di Indonesia mentradisikan bulan September sebagai Bulan Kitab Suci Nasional, dengan tujuan agar umat Katolik meluangkan waktu lebih banyak pada bulan ini untuk membaca dan merenungkan Sabda Allah dalam Alkitab.

Apakah manfaat membaca, merenungkan, dan melaksanakan Sabda Tuhan? Nabi Daud dalam Mazmur 119 yang terdiri dari 176 ayat, mengulas panjang-lebar tentang bahagianya orang yang hidup menurut Taurat Tuhan. Ia mengatakan, “peringatan-peringatanMu menjadi kegemaranku, menjadi penasihat-penasihatku.” (Mazmur 119:24).

Read more

Minggu Biasa XXVI, 30 September 2012

Bacaan 1: Bil 11:25-29
Bacaan 2: Yak 5:1-8
Bacaan Injil: Mrk 9:38-43.45.47-48
“Jangan kamu cegah dia! Sebab tidak seorang pun yang telah mengadakan mujizat demi nama-Ku, dapat seketika itu juga mengumpat Aku.”
Ketika saya bertugas sebagai Ekonom Keuskupan Agung Semarang, saya sering bepergian cukup lama berhubungan dengan tugas tersebut, entah di dalam negeri atau ke luar negeri. Waktu itu saya bepergian ke luar negeri dan begitu pulang kembali ke tempat tinggal, wisma uskup, saya memperoleh informasi bahwa salah seorang pegawai telah dipanggil Tuhan. Dalam hati saya bertanya-tanya: bagaimana urusan pemakaman dst.., tiba-tiba salah seorang pegawai yang bertugas dalam keuangan memberi laporan kepada saya bahwa telah mengeluarkan uang melebihi dari wewenang yang dimiliki guna urusan pemakaman pegawai yang dipanggil Tuhan tersebut. Yang bersangkutan minta maaf, namun sebaliknya saya sangat berterima kasih atas kebijakan dan tindakannya, karena ia telah melakukan tugas yang seharusnya menjadi tugas atau pekerjaan saya. Dalam hidup sehari-hari hal itu dapat terjadi dalam diri siapa saja, di mana tugas pekerjaan utamanya dikerjakan orang lain: ada yang marah-marah karena merasa dilecehkan atau dilangkahi, sebagaimana dikatakan para rasul kepada Yesus, yang melaporkan bahwa ada orang yang mengusir setan atau mengadakan mujizat dalam nama Yesus. Yesus tidak marah, melainkan mengingatkan para rasul, sebagaimana saya kutipkan di atas. Maka marilah kita renungkan atau refleksikan sabda Yesus di bawah ini.
“Jangan kamu cegah dia! Sebab tidak seorang pun yang telah mengadakan mujizat demi nama-Ku, dapat seketika itu juga mengumpat Aku.” (Mrk 9:39)

Read more

Minggu Biasa XXIV, 16 September 2012

Bacaan 1  – Yes 50:5-9a;
Bacaan 2 – Yak 2:14-18;
Bacaan Injil – Mrk 8:27-35

“Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.”

Dalam kehidupan bersama para imam, bruder, suster maupun awam sering terjadi ketegangan karena adanya perbedaan, entah antara tua dan muda maupun antara mereka yang bergelar sarjana, doktor atau professor dan mereka yang hanya berijasah sekolah menengah atau sarjana biasa. Dengan kata lain ada orang-orang yang menyombongkan dirinya dengan pangkat, gelar, usia dst.., atau hidup dan bertindak hanya mengikuti selera dan keinginan pribadi, kurang atau tidak menghayati imannya. Dalam suatu kesempatan memberi rekoleksi pada suster Tarekat tertentu saya ingatkan akan apa yang tertulis dalam Kitab Hukum Kanonik, yaitu “Kerasulan semua religius pertama-tama terletak dalam kesaksian hidup mereka yang sudah dibaktikan, yang harus mereka pelihara dengan doa dan tobat”(KHK kan 679). Mendengar masukan saya ada suster senior yang bergelar sarjana marah-marah dan cukup lama membenci saya. Memang pada masa ini juga terjadi kemerosotan moral atau penghayatan iman hampir di seluruh bidang kehidupan, dimana orang hidup dan bertindak hanya mengikuti selera atau keinginan pribadi. Maka marilah kita renungkan atau refleksikan sabda Yesus hari ini.

“Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.Karena siapa yang mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku dan karena Injil, ia akan menyelamatkannya” (Mrk 8:34-35)

Nyawa adalah yang menghidupkan dan menggairahkan, maka nyawa bagi kita masa ini hemat saya dapat diartikan sebagai ‘cita-cita, harapan, dambaan atau impian dst..”, yang hemat saya sungguh menjiwai cara hidup dan cara bertindak kita. Sabda hari ini mengingatkan dan mengajak kita semua agar kita mengintegrasikan cita-cita, harapan, dambaan atau impian pada iman kita atau secara konkret hidup dan bertindak sesuai dengan visi, charisma atau spiritualitas yang telah kita akui dan usahakan untuk digeluti atau dihayati. Kami harapakan kita semua, umat beriman sungguh dalam semangat iman hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Sabtu, 15 September 2012

“Inilah ibumu!”

(1Kor 10:14-22; Yoh 19:25-27)

“Dan dekat salib Yesus berdiri ibu-Nya dan saudara ibu-Nya, Maria, isteri Klopas dan Maria Magdalena. Ketika Yesus melihat ibu-Nya dan murid yang dikasihi-Nya di sampingnya, berkatalah Ia kepada ibu-Nya: “Ibu, inilah, anakmu!” Kemudian kata-Nya kepada murid-murid-Nya: “Inilah ibumu!” Dan sejak saat itu murid itu menerima dia di dalam rumahnya” (Yoh 19:25-27), demikian kutipan Warta Gembira hari ini.

Berefleksi atas bacaan-bacaan dalam rangka mengenangkan pesta SP Maria Berdukacita hari ini, saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:

· Setelah mengenangkan Salib Suci Yesus kita diajak untuk mengenangkan BundaNya, SP Maria Berdukacita, Bunda Maria yang berpartisipasi dalam penderitaan dan salib Yesus. Seorang ibu pada umumnya memang sangat dekat dengan anaknya. Di dalam hidup sehari-hari seorang ibu pada umumnya lebih tahan menderita daripada seorang bapak, dan kasih seorang ibu kepada anak-anaknya juga lebih besar, sebagaimana tercermin dalam sebuah lagu “Kasih ibu kepada beta tak terhingga sepanjang masa, hanya memberi tak harap kembali, bagai sang surya menyinari dunia”. Dan juga ada motto “sorga ada di bawah telapak kaki ibu”. Maka pertama-tama kami mengajak kita semua yang beriman kepada Yesus Kristus untuk meningkatkan dan memperdalam devosi kepada SP Maria, entah dengan berdoa rosario atau berziarah ke tempat-tempat perziarahan SP Maria. Tentu saja juga tak boleh dilupakan untuk meneladan SP Maria yang rendah hati, hidup sederhana, taat kepada kehendak dan perintah Tuhan. Marilah kita kenangkan dan hayati juga kasih ibu kita masing-masing yang telah mengandung, melahirkan, menyusui dan mendidik kita dengan penuh pengorbanan. Tidak mengakui dan menghayati kasih ibu berarti menjadi orang yang tak tahu kasih, dan pada umumnya juga menjadi orang kurangajar, suka membuat orang lain menderita dan sengsara. Sebagai anak, dan kiranya kita semua pernah atau sedang berposisi sebagai anak, hendaknya menghayati sikap mental ‘kemuridan’, yaitu sikap mental rendah hati dan belajar terus menerus sampai mati. Kita dapat belajar dalam dan melalui aneka peristiwa atau kejadian sehari-hari, dan untuk itu perlu memperdalam keutamaan melihat dan mendengarkan. Sekali lagi semoga kita tidak melupakan ibu kita masing-masing kapan pun juga.

Read more

Peresmian Gereja Katolik Santa Maria Imakulata oleh Bapak Gubernur DKI Jakarta Dr. Ing. H. Fauzi Bowo

Sungguh merupakan hari yang penuh syukur dan sukacita, karena Gereja Katolik Sta. Maria Imakulata yang begitu kita nantikan selama beberapa tahun sejak dibentuknya Panitia Pembangunan Gereja akhirnya diresmikan oleh Gubernur DKI Jakarta, Dr. Ing. H. Fauzi Bowo, dan siap untuk digunakan. Tepat pada Pesta Kelahiran Bunda Maria, hari Sabtu 8 September 2012, Dr. Ing. H. Fauzi Bowo, berkenan hadir, bersama juga dengan Romo Vikjen Yohanes Subagyo Pr serta Walikota Jakarta Barat, Drs. H. Burhanuddin MM, untuk meresmikan Gereja Sta. Maria Imakulata. Dr. Ing. H. Fauzi Bowo yang sempat meninjau ruang Gereja serta balkon, mengungkapkan rasa syukurnya, serta berpesan agar kita terus menjaga tali silaturahmi dengan warga sekitar yang non-katolik.

Read more

RIP: Romo Antonio Bocchi, OMI

“Sebab jika kita hidup, kita hidup untuk Tuhan, dan jika kita mati, kita mati untuk Tuhan. Jadi baik hidup atau mati, kita adalah milik Tuhan.” (Roma 14:8)

Pada Pesta Kelahiran Santa Maria, Bunda Allah, Sabtu, 08 September 2012, pkl. 15.30 waktu Italia, Romo Antonio Bocchi, OMI berpulang ke pangkuan Yesus Kristus untuk menikmati hidup kekal. Romo Toni – begitu Almarhum biasa disapa oleh para umatnya – kembali mengalami serangan jantung sesaat sebelum Beliau menjalani operasi jantung pada 17 Agustus 2012 yang lalu.  Sejak saat itu Romo Toni ada dalam keadaan koma hingga akhir hidupnya dalam usia 72 tahun di RS Novara, Italia, di tengah-tengah keluarganya.

Romo Toni adalah salah satu dari 7 Oblat Italia anggota Delegasi Samarinda yang datang ke Indonesia di tahun 1977 untuk berkarya di Kalimantan Timur. 8 tahun pertama karya pelayanannya di Keuskupan Samarinda ini adalah di Malinau, lalu kemudian juga berkarya di Tanjung Selor dan Tarakan.  Bersama Misionaris Oblat Italia lainnya, Romo Toni melayani orang-orang Dayak, mengunjungi mereka melewati sungai-sungai dengan menggunakan perahu khas yang disebut “Ketinting”.  Dengan sukacita dan gagah berani para Misionaris Oblat ini mewartakan karya keselamatan Kristus lebih luas dan lebih luas lagi di Kalimantan Timur.

Read more

Surat Kasih Romo A. Widiatmoko, OMI

Ibu, Bapak,Saudara-Saudariku yang terkasih,

Hari ini, Sabtu, 08 September 2012, benar-benar merupakan hari yang bersejarah bagi kita semua.  Sungguh luar biasa karya Tuhan di tengah kita!!! Pada Pesta Kelahiran Bunda Maria ini, Gereja Katolik Santa Maria Imakulata yang begitu kita damba-dambakan selama banyak tahun sejak dibentuknya PPG Sta Maria Imakulata, akhirnya diresmikan oleh Gubernur DKI Jakarta, Bapak Fauzi Bowo, dan selanjutnya siap untuk digunakan.

Oleh karena itu, perkenankan saya mewakili para Pastor yang berkarya di Paroki Trinitas mengucapkan terima kasih kepada Ibu, Bapak, Saudara-Saudari, dan semua umat Paroki Trinitas, khususnya kepada PPG Sta. Maria Imakulata, atas kerjakeras dan pengabdian Anda semua yang menunjukkan rasa cinta bakti Anda kepada Tuhan dengan tanpa kenal lelah. Juga saya ucapkan terima kasih kepada kelompok khusus tim doa Paroki kita seperti Legio Maria, PDKK, PDOMK, KTM, Kelompok Sto. Leopold, Taize dan Sadhana yang telah memagari acara peresmian gereja kita ini dengan jadwal doa dan puasa yang tidak putus. Juga terima kasih kepada seluruh umat yang telah mengambil bagian dalam Doa Novena Sta. Maria Imakulata, dan cara-cara dukungan lainnya seturut talenta dan kesanggupan masing-masing. Terima kasih pula kepada Dewan Paroki Trinitas dan Dewan Stasi Sta. Maria Imakulata. Tentunya juga, last but not least, kepada Panitia Peresmian Gereja Sta. Maria Imakulata yang demikian luar biasa komitmennya. Daftar ucapan terima kasih ini masih dapat kita perpanjang lagi, seperti kepada jajaran Muspika dan Muspiko Pemerintah, para Pengurus RW 13 CitraGarden City 3, para tokoh agama dan tokoh masyarakat di sekitar gereja Sta. Maria Imakulata, dan pihak-pihak lainnya.  Dalam kacamata orang beriman, kita menyadari bahwa ini semua adalah campur tangan kasih Tuhan. Amin.

Read more

Bangga Jadi Katolik

“Banyak orang sekarang ini mendirikan gerejanya berdasarkan KITAB SUCI. Pertanyaan muncul: SIAPAKAH YANG MENCIPTAKAN KITAB SUCI? APAKAH KITAB SUCI MENCIPTAKAN GEREJA ATAU GEREJALAH YANG MENCIPTAKAN KITAB SUCI? Semakin bingung kan? Walaupun topiknya lumayan sulit untuk dipahami, tapi lebih baik tahu daripada tidak sama skali.

Terhadap pertanyaan utama: “SIAPAKAH YANG MENCIPTAKAN KITAB SUCI” memang rasanya sulit untuk dipahami. Karena itu, mungkin kita bisa merumuskan seperti ini; ATAS JASA SIAPAKAH TULISAN-TULISAN BERSERAKAN ITU DIKUMPULKAN MENJADI KITAB SUCI SEPERTI YANG KITA MILIKI SKARANG INI?

1. KITAB SUCI BUKANLAH SATU-SATUNYA SUMBER IMAN

Dengan judul ini saja, kita sudah berseberangan dengan keyakinan saudara/ri kita Protestan, yang inti ajarannya adalah “SOLA SCRIPTURA” (Hanya Kitab Suci saja). Namun, saya tidak mau berpolemik tentang keyakinan yang berbeda seperti ini. Apa yang saya jelaskan adalah soal kelogisan berpikir dan keyakinan akan kebenaran yang tertulis berdasarkan sejarahnya.

Yesus selama hidup-Nya di dunia ini tak pernah menyebutkan tentang sebuah Kitab Suci (dalam arti keharusan adanya sebuah Kitab Suci seperti TAURAT dalam Agama Yahudi). Benar kan? Dia tidak pernah memerintahkan para Rasul-Nya untuk percaya kepada sebuah buku. Demikian pun IA tak pernah memerintahkan para murid-Nya untuk menuliskan sebuah buku. Karena itu, sewaktu hidupnya para Rasul, harus diakui bahwa tidak ada yang namanya KITAB SUCI. Dengan kata lain, kita bisa menyimpulkan bahwa Yesus tak pernah membangun Gereja-Nya di atas dasar sebuah Kitab/Buku sebagai dasar iman, tetapi Ia membangun sebuah Gereja sebagai pilar dan dasar dari sebuah kebenaran. (2 Tim 3:15). Dan Dia tidak pernah berjanji sebuah buku/Kitab melaikan Diri-Nya sendiri akan selalu beserta Gereja-Nya sampai akhir zaman (Mat.12:15) dan Roh Kudus akan memimpin para rasul dan para pengganti mereka sampai kepenuhan kebenaran yakni setelah Ia naik ke Surga (Yoh.14:16-17).

Read more

Novena Santa Maria Imakulata untuk Peresmian Gereja

Bapak/Ibu/Saudara/Saudari yang terkasih,

Peresmian Gereja Katolik Santa Maria Imakulata tinggal sebentar lagi.  Kami,  para Romo Paroki Trinitas, mengajak Ibu/Bapak/Saudari/Saudara sekalian untuk berdoa Novena Santa Maria Imakulata, mohon kepada Tuhan agar seluruh rencana dan persiapan untuk peresmian Gereja Santa Maria Imakulata dapat berjalan dengan baik dan aman, demikian juga dengan rencana pengoperasian gereja kita ini mulai dari Misa Perdana dan selanjutnya.  Marilah kita sebagai umat beriman berdoa mohon bantuan Bunda Maria.

Novena kita mulai hari ini, 30 Agustus 2012,  dan akan berakhir pada 0 7 September 2012. Novena ini dapat didoakan secara pribadi, atau berkelompok/Lingkungan menurut kesanggupan dan situasi yang ada.  Kami, para Romo Paroki Trinitas, akan mendoakannya sebagai komunitas dalam doa harian kami.

Mohon juga agar ajakan novena ini dapat diteruskan kepada yang lain.

Berkah Dalem.

Romo Antonius Widiatmoko, OMI

Intensi Khusus: Mohon agar acara peresmian Gereja Katolik Santa Maria Imakulata dapat berjalan dengan baik, aman, dan lancar; iman seluruh umat Katolik Paroki Trinitas semakin diteguhkan dan kasihnya kepada Tuhan makin dikobarkan.

Novena…..

Read more