You are here : Home Renungan Mari Merenung Terlalu Banyak Makan

Terlalu Banyak Makan

Yang Terkasih,

Betapa dukanya Roh-Ku melihat kondisi fisikmu sekarang ini. Aku tidak menciptakanmu untuk memuliakan setan dalam tubuhmu. Tidak! Aku menciptakanmu segambar dan serupa dengan Aku. Aku menciptakanmu untuk memuliakan Aku.

Tidak, Aku tidak malu terhadap dirimu. Aku tidak kurang mengasihimu. Aku tidak melihatmu seperti  engkau melihat secara fisik. Aku melihatmu sebagaimana Aku diciptakan.

Aku melihatmu disembuhkan, sehat, sempurna, bergerak dengan kebebasan dan keceriaan seorang anak. Inilah yang Aku miliki bagi dirimu. Akan tetapi, engkau membiarkan dirimu tergoda. Engkau cenderung memikirkan setiap godaan setan. Engkau, seperti Adam, gagal dalam makanan. Akan tetapi, engkau mempunyai kuasa untuk melawan.

Di dalam dirimu ada Firman-Ku, Di dalam dirimu ada Roh-Ku. Di dalam dirimu terdapat segala sesuatu yg engkau perlukan untuk melawan dan mengalahkan setan dalam realitas kehidupan pikiranmu, karena di bidang inilah engkau dikalahkan. Kegagalanmu bukan pada makan banyak. Kegagalanmu adalah terus memikirkan makanan. Engkau menjadi gemuk dalam pikiranmu lama sebelum tubuhmu memanifestasikan hasil dari makan terlalu banyak.

“Mengapa engkau makan terlalu banyak?” Englau berteriak penuh frustasi dalam pikiran dan rohmu. Setiap kali engkau makan engkau sadar bahwa engkau tidak seharusnya makan, dan engkau menyalahkan dirimu dan engkau memutuskan di dalam hatimu untuk tidak pernah lagi tergoda makanan! Akan tetapi, engkau melakukannya lagi dan lagi. Setan menempatkanmu pada komedi putar, dan engkau tidak akan bisa keluar. Akan tetapi, sebenarnya engkau bisa, dan ini begitu sederhana!

Mulailah dengan merendahkan diri di hadapan-Ku. Persembahkan tubuhmu kepada-Ku sebagai persembahan yang kudus dan hidup. Putuskan untuk menjadikan tubuhmu sebagai tempat yang terbaik bagu-Ku, karena di bumi Aku tinggal dalam tubuhmu. Engkau adalah bait Roh Kudus. Ya, engkau dan saudara-saudaramu adalah bait Roh Kudus!

Bagaimana sibuknya engkau membersihkan rumahmu bila presiden akan datang berkunjung? Nah baiklah anak-Ku, Aku tidak datang berkunjung. Aku sudah berada di sini, tinggal di dalam dirimu. Renungkanlah itu setiap hari.

Lihatlah diri-Ku dalam dirimu, hidup dan bergerak dan melakukan karya-Ku di bumi melalui dirimu.

Tanamkan pikiran itu di bagian yang terpenting dalam pikiranmu, dan engkau akan berkemenangan atas makanan. Kemudian engkau akan melawan, karena engkau tidak akan membuang lumpur di atas lantai rumahmu yang bersih sebelum tamu datang. Engkau tidak akan memasukkan makanan yang tidak sehat dan dalam jumlah yang banyak ke dalam bait, karena hal tersebut akan menajiskan bait-Ku.

Kasihmu,

Tuhan

(Sumber: Buku Bonnie G. Schluter ; Kontribusi: Lina, Koordinator Bina Iman Anak Paroki Trinitas, Cengkareng)