You are here : Home Artikel Dunia Pustaka Maria Dalam Gereja

Maria Dalam Gereja

Penulis:
A. Eddy Kristiyanto, OFM

Penerbit:
Kanisius, Yogyakarta, 1987

Tebal:
137 halaman

De Maria numquam satis. Maria tidak pernah cukup diperbincangkan. Ibadat dan devosi khusus diperuntukkan pada Maria, Bunda Gereja. Berbagai permasalahan dan pertanyaan tentang Maria, sebagaimana tertuang dalam pokok ajaran Konsili Vatikan II (Lumen Gentium), menjadi pembahasan utama dalam buku setebal 137 halaman ini.
 
Penulis, A.Eddy Kristiyanto, OFM, menulis dengan gaya bahasa filosofis dan deskriptif. Ada tiga hal yang melatarbelakangi keyakinan Gereja, bahwa Yesus adalah satu-satunya pengantara Allah dan manusia. Pertama, Misteri Inkarnasi. Di dalam Yesus, terjadi persatuan yang sempurna antara Allah dan manusia.  Kedua, peranan Yesus sebagai Pengantara diwujudkan dalam karya hidupNya dan wafat di salib. Yesus memulihkan hubungan antara manusia dan Allah. Ketiga, manusia mengambil sikap beriman terhadap misteri kasih Allah.     
 
Hanya Maria, satu-satunya ciptaan yang diperkenankan masuk berhubungan dengan dan mengambil bagian lengkap dalam ketiga hal tersebut. Hal ini mencerminkan fungsi beliau sebagai Bunda rohani. Fungsi ini menjadi nyata dengan kesediaan Maria menjaga saudara-saudari Putranya yang kini masih merantau di dunia yang penuh ketidak-pastian dan kekuatiran.
 
Santa Perawan menjadi Advocata (pengacara), Auxiliatrix (pembantu), Adiutrix (penolong) dan Mediatrix (pengantara). Kehadiran Maria sama sekali tidak mereduksi atau menambah martabat Yesus sebagai satu-satunya Juruselamat kita. Hanya Roh Kristus sendiri yang menjamin bahwa kebundaan rohani Maria menjadi aktif, hidup dan berbuah dalam hidup menggereja.
 
Buku ini menegaskan bahwa fokus perhatian Kitanb Suci dan tradisi suci bukanlah pada pribadi Santa Maria, melainkan pada fungsi, karya dan martabat Yesus sebagai Penebus manusia. Segala sesuatu yang berhubungan dengan Maria harus dipahami dari peristiwa puncak Yesus Kristus, yakni kebangkitan dan wafatNya di kayu salib. Maria adalah hamba Tuhan yang miskin, rendah hati dan mau melayani sesama. Maria menjadi saksi dan bukti kemanusiaan dan ilahi bahwa janji Allah demi keselamatan manusia adalah kekal dari ujung langit tanpa batas ruang dan waktu. Membaca buku ini memberi hawa baru bagi kita untuk menjalani misi hidup kita bersama dengan Bunda Maria.

(Kontribusi: Henri Lois, S. Psi, Terapis anak tuna rungu & autis, umat Paroki Cengkareng)