You are here : Home Artikel

Paus Benedictus XVI membantu penduduk di Gaza

 

Ribuan orang yang melambaikan bendera Palestina berbaris melalui Roma, Sabtu, dalam demonstrasi menentang agresi Israel di Gaza. Beberapa dari demonstran memegang spanduk dengan swastika Nazi yang dilapiskan pada Bintang David.
    
Demonstran yang lain membawa foto besar anak-anak Palestina yang tewas sejak Israel melancarkan serangan udara di Jalur Gaza pada 27 Desember. Sebuah spanduk besar yang berbunyi "Hidup, tanah dan kebebasan untuk rakyat Palestina" berada di barisan paling depan.
   
Demonstrasi lainnya untuk perdamaian di Gaza berlangsung di Assisi, kota di Italia tengah, tempat St Francis lahir. Vatikan, sementara itu, mengumumkan bahwa Paus Benedictus XVI telah mengirim sejumlah uang tak ditentukan banyaknya dari dana amal pribadinya untuk membantu penduduk di Gaza.

Add a comment

Don't Give Up

Saudara saudara senang bertemu kalian semua di internet di Web site Paroki. Luar biasa sekarang semua bisa bertemu dan mencari informasi dan cerita mengenai paroki ini. Saya pakai  Don't Give up ! lagu dari Josh Groban sebagai semangat untuk kita yang baru masuk Tahun Baru! Memang kita harus menjadi siap Tahun ini. Kita sudah yakin tentang Cinta kasih Allah maka kita benar benar mengetahui dan merasakan Cinta Kasih Allah setiap hari.

Maka YOU ARE LOVED Puji Tuhan !  Marilah maju dengan keyakinan itu supaya kita semua maju dan berkembang dalam iman harapan dan cintakasih tahun 2009 ini. Semoga melalui internet and website ini juga kita akan lebih sering bertemu di sini dan saling mendoakan. Amin.

Add a comment
Show Video

Susan Bachtiar: "Tergantung Pribadi Masing-Masing..."

 
Siapa sangka, Susan Bachtiar, salah seorang selebriti nasional yang jarang tertimpa gosip adalah umat Paroki Cengkareng?  Karir gemilang selama 10 tahun sebagai model ditinggalkannya untuk menjadi presenter acara kuis ilmiah "Galileo Galilei" yang ditayangkan di salah satu stasiun TV swasta nasional di tahun 1998.  Kini, duta produk kecantikan keluaran Jepang ini terus menekuni dunia presenter/MC, menjadi pembicara atau moderator dalam seminar-seminar, di samping juga bekerja sebagai seorang guru di salah satu sekolah Katolik di Jakarta.  Apa pendapatnya tentang dunia mode sekarang ini?
Add a comment
Readmore

"Abah" Adi Kurdi: "Saya Ini Artis Kalau Lagi Syuting Saja..."

Siapa yang tidak kenal dengan "Abah" Adi Kurdi, dalam sinetron "Keluarga Cemara"?  Berbekal pendidikan public relations selama 2 tahun di New York University, ia mendirikan Studio 3, yang salah satu kursusnya adalah melatih cara berbicara dengan baik.  Ia juga berpengalaman merapihkan gaya bicara 2 orang menteri di Kabinet Gus Dur, yakni Menteri Pariwisata Marzuki Usman, dan Menteri Keuangan Bambang Sudibyo.

Berikut ini adalah hasil wawancara Sabitah dengan Adi Kurdi, sehubungan dengan perannya selaku Ketua Komisi Kerasulan Awam di Keuskupan Bogor, dan juga sebagai salah satu pembicara dalam Seminar Kerasulan Awam yang diselenggarakan oleh Paroki Cengkareng.
Add a comment
Readmore

Selebriti Pun Bersyukur

Ada selebriti di Puncak Perayaan Syukur 200 tahun Gereja Katolik di Jakarta Tingkat Dekenat Barat II.  Siapa mereka?  Tak lain dan tak bukan adalah pasangan pembawa acara Susan Bachtiar dan Edwin Manangsang, serta juara Indonesian Idol yang pertama, Delon.

Di temui di belakang panggung, Susan Bachtiar, umat Paroki Cengkareng yang belakangan ini kerap mengisi acara di Parokinya berkesan: "Acaranya bagus, seru, rame.  Saya melihat adanya gabungan antara jalinan tali persaudaraan antar umat Paroki dan unjuk kebolehan dan kreativitas dari masing-masing Paroki.  Umat terlihat sungguh kreatif, anak-anak mudanya pun lebih maju dan lebih baik."  Saat ditanya makna perayaan ini bagi Susan, ia berujar: "200 tahun bukanlah waktu yang sedikit, lama banget, kita harusnya berbangga dan bersyukur.  Dalam kurun waktu yang tak sebentar itu, Gereja semakin matang, ada juga sedikit berpolitik, umat pun bertambah maju dan semakin banyak.  Masalah-masalah bukannya tak ada, seperti misalnya gereja sebagai sarana beribadah yang kena gusur, atau umat ingin beribadah tapi tak punya tempat dan terpaksa harus menumpang.  Semoga bukan perayaannya saja yang semarak, tapi bagaimana Gereja bisa menyelesaikan masalah-masalah yang ada seperti misalnya yang saya sebutkan tadi.  Semoga umat pun semakin sadar dan tidak egois.  Kita perlu membuka diri, mengenal orang-orang di lingkungan kita."
Add a comment
Readmore
Page 88 of 91