You are here : Home Artikel

Busana dan Perilaku Pantas di Gereja

Seorang pembaca Arlington Catholic Herald di Springfield, Amerika Serikat bertanya: Saya seorang warga senior. Belakangan ini, saya terheran-heran melihat perilaku orang di gereja, bagaimana mereka berpakaian dan cara mereka ambil bagian dalam Misa, yang sama sekali berbeda dengan semasa saya masih muda. Mohon pendapat.

Sesungguhnya, beberapa minggu belakangan ini saya menerima beberapa surat senada mengenai perilaku yang kurang pantas di gereja. Di satu pihak, kita tak perlu heran akan perilaku dan busana yang kurang pantas di gereja. Bagaimanapun, kita tinggal di tengah masyarakat di mana orang mencucuk bagian-bagian tubuh mereka dan memasanginya dengan cincin seperti di telinga, alis, hidung, lidah - yah, seperti yang biasa dilakukan para petani kepada ternak-ternak mereka (walau para petani tidak mencucuk lidah ternak-ternaknya). Banyak perusahaan sekarang menerapkan “Jumat Santai” di mana para karyawan pria dan wanita tidak harus mengenakan busana formal. Tetapi, The Wall Street Journal baru-baru ini melaporkan bahwa sebagian besar karyawan sekarang lebih tampak amburadul pada hari “Jumat Santai” dan dengan demikian melakukan pekerjaan mereka dengan amburadul pula. Add a comment
Readmore

31 Tahun Paroki Trinitas: Menjadi Seperti Trinitas

Minggu ini adalah minggu bahagia, karena Paroki kita berpesta nama.  Sudah 31 tahun usia Paroki kita tercinta, banyak suka-duka telah kita alami bersama, semoga semua ini bisa menjadikan iman kita semakin dewasa, pikiran kita semakin bijaksana.  Minggu lalu baru kita alami Pentakosta, semoga kita semua boleh memetik buah-buah Roh Kudus dari diri kita untuk dibagikan dan digunakan untuk  kemajuan Paroki Trinitas.

Sulit juga bicara soal paham Trinitas.  Allah Bapa, Putera, dan Roh Kudus.  Allah dalam tiga diri, namun satu adanya.  Satu kesatuan untuk menciptakan, menyelamatkan, memberkati, menyertai, memimpin, dan menuntun kita senantiasa.  Secara sederhana Trinitas dapat kita artikan sebagai Allah yang peduli akan anak-anakNya, yang tidak akan meninggalkan kita sendirian.  Bapa yang sayang anak-anakNya mengirim Putera tunggalNya untuk menebus kita semua.  Putera yang sangat mengasihi kita, rela mati di kayu salib, membayar lunas dosa kita, dan tak mau meninggalkan kita begitu saja.  Ia mengirim Roh Kudus, Roh-Nya sendiri untuk menemani kita setiap saat.  Luar biasa, bukan?

Add a comment
Readmore

Ketika Harus Mengakhiri.....

Roh Moo-Hyun (mantan Presiden Korea Selatan):
I can't imagine the countless agonies down the road. The rest of my life would only be a burden for others. I can't do anything because I'm not healthy. I can't read books, nor can I write.  Don't be too sad. Isn't life and death all part of nature? Don't be sorry. Don't blame anybody. It's fate. Please cremate me. And please leave a small tombstone near home. I've long thought about that. (catatan bunuh diri yang ditemukan di computer mantan Presiden Korea Selatan Roh Moo-Hyun – sumber:  BBC News).

Akhir-akhir ini, berita meninggalnya beberapa orang ternama dengan jalan bunuh diri, membuat penulis prihatin. Di Korea, bahkan mantan presidennya, Roh Moo-Hyun, memilih jalan ini, karena pada awalnya Roh adalah Presiden yang terkenal bersih, bahkan berjanji untuk memberantas korupsi, malah ketahuan istrinya dan keluarganya menerima suap sebesar $ 6 Mn (6 juta). Dengan perasaan malu dan bersalah yang mendominasi, Roh akhirnya memilih bunuh diri dengan cara menjatuhkan dirinya ketika mendaki gunung di belakang rumahnya. Tragis dan ‘shocking’.

Add a comment
Readmore

Membongkar Misteri Kebangkitan

Berbicara tentang kebangkitan menyisakan sebuah pertanyaan apakah rahasia kebangkita bisa terkuak padahla kita belum emngalami kematian. Masuk dalam dunia kebangkita tidak harus mengalami kematian fisik. Bangkit mempunyai arti: perubahan dari yang kurang baik menjadi lebih baik. Kurang bersemangat menjadi bersemangat. Kurang peduli menjadi lebih peduli. Mengapa Tuhan mengijinkan manusia berada dalam keadaan yang kurang baik? Mari kita simak injil Yohanes.

Yohanes bab 11:14 Karena itu Yesus berkata dengan terus terang : "Lazarus sudah mati; tetapi syukurlah Aku tidak hadir pada waktu itu, sebab demikian lebih baik bagimu supaya kamu dapat belajar percaya." 39 Kata Yesus, "Angkat batu itu!" Marta, saudara orang yang meninggal itu, berkata kepadaNya : "Tuhan, ia sudah berbau, sebab sudah empat hari ia mati." 40 Jawab Yesus, "Bukankah sudah Kukatakan kepadamu : Jikalau engkau percaya, engkau akan melihat kemuliaan Allah?" 43 Dan sesudah berkata demikian berserulah Ia dengan suara keras, "Lazarus, marilah keluar!" 44 Orang yang telah mati itu datang keluar, kaki dan tangannya masih terikat dengan kain kafan dan mukanya tertutup dengan kain peluh. Kata Yesus kepada mereka, "Bukalah kain-kain itu dan biarkan ia pergi."

Add a comment
Readmore

Untuk Kita Renungkan

Banyak dari kita yang pasti mengenal penyanyi kondang Nusantara, Ebiet G. Ade.  Di era 1980-an, Ebiet begitu dikenal luas dengan lagu-lagu buah penanya sendiri.  Penampilannya yang sederhana dan selalu ditemani gitar, serta lirik-lirik lagunya yang tidak biasa semakin membuat Ebiet menjadi seorang penyanyi yang ‘lain daripada yang ada’ pada masanya.


Apa hubungannya dengan tulisan ini?

“Untuk Kita Renungkan” adalah salah satu lagu hasil tulisan Ebiet G. Ade.  Lagu ini begitu berkesan buat penulis.  Dari sejak penulis kenal lagu ini hingga sekarang, seringkali kata-kata dalam lagu ini bergema dan bergema lagi, seiring dengan kejadian-kejadian yang penulis alami sendiri atau yang terjadi di sekitar penulis.  Untuk itu, penulis ingin sekali berbagi cerita dengan para Pembaca semua. Add a comment
Readmore
Page 82 of 91