PENGUMUMAN
Doaku, Keindahan Jiwaku
Tuesday, 24 August 2010 11:50

1. Ada waktu-waktu tertentu saat satu-satunya yang kita perlukan ialah BERDOA.

2. Berdoa dengan seluruh tenaga, lahir dan batin. Kekuatan batin sangat bertambah. Jiwa dan roh kita sempat merekah dan menjadi sangat indah.

3. Ada doa yang muncul spontan bagaikan kenangan-kenangan masa silam. Biasanya itu semua adalah doa-doa kesayangan kita.

4. Doa-doa lama yang datang kembali ini, biasanya berdering manis dan bening.  Begitu beningnya hingga mengubah suasana batin yang muram menjadi terang temaram.

 
Ruang Doa
Tuesday, 10 August 2010 17:30

“Saya ingin di sebalah sini ada ruang sholat. Tidak perlu besar,” begitu pesan salah seorang klien saya ketika mendesain rumahnya. Saya tidak merasa sesutu yang aneh lagi kalau ada orang yang menginginkan ruang sholat di rumahnya. Saya sering melihat ruang sholat di dalam rumah kalau sedang berkunjung ke tempat kerabat. Di dalam ruang kosong, hanya ada hamparan karpet dan sajadah. Di situlah mereka biasanya melakukan sholat 5 waktu. Baik sendirian maupun berjemaah bersama keluarga.

Pengalaman lain lagi ketika saya mempunyai kesempatan mendesain rumah teman yang beragama Buddha.  Dia juga minta disediakan ruang sembahyang. “Di sini saya akan menempatkan meja sembahyang. Tidak perlu terlihat dari luar,” pesannya. Ketika pertama kali bertemu untuk membahas desain rumahnya, saya lupa menempatkan ruang sembahyang. Benar-benar lupa. Dia tiba-tiba bertanya, ”Ruang sembahyangnya mana? Jangan dilupakan, ya, karena dari situ rejeki saya berasal.”

 
Surat Dari Seorang Mantan Koruptor
Sunday, 27 June 2010 22:03

MARI BELAJAR DARI ZAKHEUS!  (Lukas 19:1-10)

(Perhatian: Bila Anda merasa sebagai seorang koruptor, sebaiknya Anda  jangan membaca renungan ini!)

Pada suatu hari saya menerima sebuah surat. Pengirimnya tanpa nama alias anonim.  Meski demikian, bagi saya, isinya sangat menarik dan ada baiknya saya sharingkan juga kepada Anda sekalian pada saat ini. Demikian bunyi surat itu:

Yth Pastor di tempat,

Salam sejahtera. Izinkan saya untuk berbagi cerita dengan Pastor. Meski saya tidak mencantumkan nama saya pada sampul belakang surat ini, sudilah Pastor tetap membaca surat ini. Saya tidak keberatan, bahkan akan sangat berterima kasih seandainya Pastor juga berkenan memuat surat saya ini dalam majalah Gereja.

Saya Suka Korupsi

Saya adalah seorang mantan koruptor. Saya pernah mengumpulkan banyak uang dalam waktu yang relatif singkat tanpa harus mengeluarkan banyak keringat. Uang yang saya peroleh melalui korupsi kadangkala jumlahnya jauh lebih banyak dari pada gaji bulanan saya.  Saya adalah seorang sarjana teknik lulusan sebuah perguruan tinggi di luar negeri. Sepulang dari luar negeri, saya bekerja di sebuah perusahaan  minyak swasta. Setelah beberapa tahun meniti karier, akhirnya saya menjadi salah seorang manajer di perusahaan tersebut. Sebagai orang yang berposisi manajer, saya sering memberikan instruksi kepada karyawan untuk membersihkan gudang dari timbunan material-material yang angka penyusutannya sudah dianggap mencapai 100%. Saya kemudian menjual material itu sebagai “rongsokan” kepada para pengumpul besi tua. Sebagian besar hasil penjualan itu masuk ke rekening saya di bank.  Sebagian kecil masuk ke perusahaan sebagai pemasukan tambahan.

 
Terlalu Banyak Makan
Wednesday, 09 June 2010 15:58

Yang Terkasih,

Betapa dukanya Roh-Ku melihat kondisi fisikmu sekarang ini. Aku tidak menciptakanmu untuk memuliakan setan dalam tubuhmu. Tidak! Aku menciptakanmu segambar dan serupa dengan Aku. Aku menciptakanmu untuk memuliakan Aku.

Tidak, Aku tidak malu terhadap dirimu. Aku tidak kurang mengasihimu. Aku tidak melihatmu seperti  engkau melihat secara fisik. Aku melihatmu sebagaimana Aku diciptakan.

Aku melihatmu disembuhkan, sehat, sempurna, bergerak dengan kebebasan dan keceriaan seorang anak. Inilah yang Aku miliki bagi dirimu. Akan tetapi, engkau membiarkan dirimu tergoda. Engkau cenderung memikirkan setiap godaan setan. Engkau, seperti Adam, gagal dalam makanan. Akan tetapi, engkau mempunyai kuasa untuk melawan.

 
Besi dan Air
Saturday, 24 April 2010 10:55

Ada dua benda yang bersahabat karib yaitu besi dan air. Besi seringkali berbangga akan dirinya sendiri. Ia sering menyombong kepada sahabatnya : "Lihat ini aku, kuat dan keras. Aku tidak seperti kamu yang lemah dan lunak" Air hanya diam saja mendengar tingkah sahabatnya.

Suatu hari besi menantang air berlomba untuk menembus suatu gua dan mengatasi segala rintangan yang ada di sana . Aturannya : "Barang siapa dapat melewati gua itu dengan selamat tanpa terluka maka ia dinyatakan menang" Besi dan air pun mulai berlomba : Rintangan pertama mereka ialah mereka harus melalui penjaga gua itu yaitu batu-batu yang keras dan tajam. Besi mulai menunjukkan kekuatannya, Ia menabrakkan dirinya ke batu-batuan itu.Tetapi karena kekerasannya batu-batuan itu mulai runtuh menyerangnya dan besipun banyak terluka di sana sini karena melawan batu-batuan itu.

 
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 Next > End >>

Page 1 of 6