| Samakah Persekutuan Doa dengan Misa? |
| Pendalaman Iman - Kalangan Orang Beriman |
| Monday, 02 February 2009 23:09 |
|
Sebagian orang mengatakan ikut Perayaan Ekaristi liturginya “membosankan”, sehingga ada pendapat mengikuti ‘Persekutuan Doa’ lebih menarik dan sudah cukup, atau sama dengan mengikuti Misa. Betulkah demikian? Tata Perayaan Ekaristi saat ini adalah hasil pemugaran yang tak perlu diragukan lagi kualitasnya sebab jauh lebih memperjelas kehadiran Misteri yang aktif dan partisipasi umat di dalamnya. Daya tarik Liturgi yang sehat ada dalam lubuk hati yang terbuka untuk mendengarkan suara Tuhan, merasakan kehadiran-Nya, menyatu dengan korban-Nya, menyatu dalam kasih. Kalau setiap orang datang dengan disposisi pribadi yang sungguh “beriman dan bertobat”, ingin menyegarkan perjumpaan ilahi dalam kebersamaan gerejani, maka hilanglah segala kerewelan. Hal ini berlaku bagi umat beriman dan para pelayan liturgi. Jangan cepat khawatir tentang daya tarik liturgis; keheningan umat selama Doa Syukur Agung bukan tanda kepasifan. Sebenarnya apa yang mau dicari dalam setiap ibadah? Kita perlu katekese yang memadai tentang Ekaristi sehingga umat dapat mengalami keterlibatan yang sungguh berdayaguna bagi hidup dan karyanya. Sumber: Buku Tanya Jawab Pengetahuan (minimum) Hidup Menggereja, disusun oleh Johanes K. Handoko, Ketua Panitia Perayaan 30 Tahun Gereja Katolik Trinitas, Paroki Cengkareng, 2008
|
Trinitas Facebook Fan Page
Join us so and get updates from our official fan page.
Gereja Trinitas on Twitter
Follow us on twitter so you will get updates from us!
Wapita
Download selebaran wapita dalam format PDF.






