PENGUMUMAN
Informasi Kongregasi di Jakarta
Kongregasi - Kongregasi di Jakarta
Wednesday, 13 May 2009 13:03

 

Anda tertarik menjadi Imam, Bruder, atau Suster?  Silahkan hubungi:

Seminari Menengah Wacana Bhakti
Jl. Pejaten Barat No. 10A
Ragunan, Pasar Minggu
Jakarta 12550
Tel. 7804986 – 7804996

Seminari Tinggi KAJ Yohanes Paulus II
Wisma Cempaka
Jl. Cempaka Putih Timur XXV no. 7 & 8
Tel. 4203374 – 4207480
Wisma Puruhita
Jl. K.H. Maisin 84
Klender
Jakarta 13470
Tel. 86601331 – 86601333

Serikat Xaverian (SX)
Wisma Xaverian
Jl. Cempaka Putih Raya no. 42
Jakarta 10520
Tel. 4240356

Kongregasi Murid-Murid Tuhan (CDD)
Komunitas CDD
Jl. Dwi Warna Raya 1 no. 20
RT 15/09
Jakarta 10740
Tel. 6289192

Kongregasi Hati Maria Tak Bernoda (CICM)
Komunitas CICM
Jl. Gotong Royong 71
Pondok Bambu RT 012/03
Duren Sawit
Jakarta 13430
Tel. 8632174

Kongregasi Misi atau Lazaris (CM)
Pastoran Tanjung Priok
Jl. Melati no. 1
Tanjung Priok
Jakarta 14230
Tel. 43931808

Kongregasi Sengsara Yesus (CP)
Provinsialat CP
Jl. Patra Tomang II/24
Tanjung Duren, Jakarta 11510
Tel. 56943584

Kongregasi Redemptoris (CSsR)
Komunitas Immam CSsR
Jl. Taman Bougenville A3 no. 6
Jatubening, Pondok Gede
Bekasi 17412
Tel. 8645759

Misionaris Hati Kudus Yesus (MSC)
Rumah Induk MSC Jakarta
Jl. K.H. Hasyim Ashari 21-23
Jakarta 10130
Tel. 6326710 – 6326773

Misionaris Keluarga Kudus (MSF)
Komunitas Imam MSF
Jl. Sunter Permai II no. 10
RT 01/06
Sunter Agung
Jakarta 14350
Tel. 65301544 – 65301566

Ordo Salib Suci (OSC)
Pastoran Serpong
Jl. Alamanda V/1 Sektor 12
Bumi Serpong Damai
Tangerang
Tel. 5377427

Ordo Saudara-Saudara Dina Fransiskan (OFM)
Biara St. Fransiskus Asisi
Jl. Kramat Raya 134
Jakarta 10430
Tel. 3920838

Ordo Saudara-Saudara Dina Kapusin/Ordo Fratum Minorum Capuccinorum (OFMCap)
Pastoran Tebet
Jl. H. Ramli no. 24
RT 005/03
Menteng Dalam
Jakarta 12870
Tel. 8315999

Ordo Saudara-Saudara Dina Konventual/Ordo Fratum Minorum Conventualium (OFMConv)
Pastoran Sunter
Jl. Ancol Selatan II no. 8, RT 005/07
Sunter Agung
Jakarta 14350
Tel. 6401373

Ordo Karmelit (O.Carm)
Komunitas Imam Karmelit
Jl. Tosiga II, L12
Jakarta 11530
Tel. 5491985

Kongregasi S.P. Maria Yang Terkandung Tak Bernoda/Oblat Maria Imamaculata (OMI)
Pastoran Trinitas
Jl. Utama III no. 23
Cengkareng, Jakarta 11730
Tel. 6193882

Imam-Imam Hati Kudus Yesus (SCJ)
Komunitas Imam SCJ
Jl. Cipinang Cempedak II/1
Polonia RT 09/06
Jakarta 13340
Tel. 8198125

Serikat Salesian Don Bosco (SDB)
Komunitas SDB
Jl. Mandor Iren No. 5
Sunter Jaya
Jakarta 14350
Tel. 6517330 – 6522269

Serikat Yesus (SJ)
Kolose Hermanum
Jl. Johar Baru VIA
RT 008/09
Jakarta 10560
Tel. 4209377 – 4201874

Kongregasi Hati Kudus Yesus dan Maria (SS.CC)
Pastoran Odilia
Jl. Citra Raya Utama Timur Blok L2 Kav. 31
Citra Raya
Tangerang
Tel. 59408565

Serikat Sabda Allah (SVD)
Wisma Soverdi
Jl. Matraman Raya 125
Jakarta 13140
Tel. 8582447

KONGREGASI BRUDER-BRUDER

Kongregasi Bruder Budi Mulia (BM)
Biara Gunung Sahari
Jl. Gunung Sahari no. 91
Jakarta 10610
Tel. 4206572 – 4219055

Kongregasi Bruder Santa Perawan Maria Yang Terkandung Tak Bernoda (FIC)
Bruderan FIC
Jl. Haji Nawi 21
Jakarta 12420
Tel. 7691181

Bruder ALMA
Komunitas Bruder ALMA
Jl. Kelapa Dua No. 7
Rt 09/02
Cilincing
Jakarta 14120
Tel. 4407683

KONGREGASI SUSTER

Kongregasi Amalkasih Darah Mulia (ADM)
Komunitas Suster ADM
Jl. Melati Raya 31
Cengkareng Indah
Jakarta 11720
Tel. 6191257

Kongregasi Abdi Kristus (AK)
Jl. Ranjau no. 11, Kodam Jaya
Sumur Batu
Jakarta 10640
Tel. 4241439

Biarawati Karya Kesehatan (BKK)
Komunitas Suster BKK
Jl. Kramat VII/34
Jakarta 10430
Tel. 3144816

Tarekat Maria Mediatrix (TMM)
Biara St. Paula
Jl. Setia Kawan VII no. 27
Duri Pulo
Jakarta 10140
Tel. 6327541

Tarekat Santa Perawan Maria Amersfoort (SPM)
Komunitas Suster SPM
Pamulang Permai AX 14/7
Pamulang
Tangerang 15417
Tel. 7400734

Kongregasi Suster Santo Paulus dari Chartres (SPC)
Komunitas Suster SPC
Jl. Danau Agung 13 Blok E9/4
Sunter Podomoro
Jakarta 14350
Tel. 6402686

Kongregasi Santa Bunda Maria (SND)
Biara Notre Dame
Jl. Puri Kembang Barat Raya Blok M
Puri Indah
Jakarta 11610
Tel. 5826505

Kongregasi Fransiskus dari Perkandungan Tak Bernoda Bunda Suci Allah (SFIC)
Biara St. Fidelis
Jl. Prod. Dr. Supomo, Gg. H. Ramli no. 29
Menteng Dalam
Jakarta 12870
Tel. 8294377

Kongregasi Suster Fransiskus Dina (SFD)
Komunitas Suster SFD
Kompleks Gita Surya
Jl. Rajawali II Blok AJF no. 15-17
Perum Tigaraksa
Tangerang
Tel. 0812 967 4286

Tarekat Cintakasih dari Maria Bunda Berbelaskasih (SCMM)
Biara St. Agnes
Taman Grisenda Blok B1/65
Pantai Indah Kapuk
Jakarta 14460
Tel. 55965116

Kongregasi Hati Kudus Yesus (RSCJ)
Komunitas Suster RSCJ
Jl. Mohammad Kafi II no. 15
RT 006/005
Jakarta 12640
Tel. 7270343

Kongregasi Putri Bunda Pengasih Gembala Baik (RGS)
Komunitas Suster RGS
Jl. Jatinegara Barat no. 122
Jakarta 13320
Tel. 8572033

Tarekat Putri Reinha Rosari (PRR)
Komunitas Suster PRR
Jl. Persatuan no. 19B
Kelapa Dua Wetan RT 008/08
Ciracas
Jakarta 13730
Tel. 5866628

Serikat Puteri Kasih (PK)
Biara Rosalie Rendu
Jl. Kalibaru Timur VIA RT 07/113
Cilincing
Jakarta 14110
Tel. 4415928

Kongregasi Suster Sang Timur (PIJ)
Komunitas Suster PIJ
Jl.Edelweis Blok E1/9
Taman Modern, Cakung
Jakarta 13960
Tel. 4613152

Kongregasi Penyelenggaraan Ilahi (PI)
Komunitas Suster PI
Jl. Kelapa Gading V/39A
Kramat Jati, Cililitan
Jakarta 13510
Tel. 80870170

Tarekat Putri Bunda Hati Kudus (PBHK)
Biara Provinsialat
Jl. Jamrut no. 17
Jakarta 10430
Tel. 3149387

Ordo Santa Ursula (OSU)
Biara St. Ursula
Jl. Pos 2
Jakarta 10710
Tel. 3843792

Kongregasi Suster-Suster Santo Fransiskus (OSF)
Biara Bunda Maria Penolong Abadi
Jl. Raya Naronggong 202
Kemang Pratama
Bekasi 17116
Tel. 8222327

Kongregasi Suster-Suster Santo Dominikus (OP)
Komunitas Suster OP
Jl. Pejaten Raya no. 1, RT 007/010
Kompleks Sekolah Strada, Jatipadang
Jakarta 12540
Tel. 7807271

Kongregasi Suster-Suster Misionaris Claris dari Sakramen Mahakudus (MC)
Komunitas Suster MC
Jl. Duren Sawit Baru Blok A10 no. 15
Jakarta 13440
Tel. 8618071

Kongregasi Kasih Yesus dan Maria Bunda Pertolongan Baik (KYM)
Komunitas Suster KYM
Jl. Flamboyan Indah Raya Blok KM no. 11
Harapan Indah
Bekasi 17131
Tel. 88979367

Kongregasi Suster Fransiskan S. Lusia (KSFL)
Komunitas Suster KSFL
Jl. Mustika Sari no. 41
Bantar Gebang
Bekasi 14151
Tel. 8250289

Tarekat Jesus Maria Joseph (JMJ)
Komunitas Suster JMJ
Jl. Malang 23
Jakarta 10310
Tel. 3151664

Kongregasi Suster Belaskasih dari Hati Yesus Mahakudus (HK)
Komunitas Suster HK
Jl. Taman Surya Blok P/2
Sunrise Garden
Jakarta 11520
Etl. 5804421

Kongregasi Para Saudari Santa Perawan Maria dari Gunung Karmel (H.Carm)
Komunitas Suster H.Carm
Kav. DKI Blok 126/6
Meruya Selatan, Kembangan
Jakarta 11650
Tel. 5866628

Kongregasi Fransiskanes dari S. Georgius Martir (FSGM)
Komunitas Suster FSGM
Jl. Bangunan Barat no. 5
Kampung Ambon
Jakarta 13210
Tel. 4751007

Kongregasi Suster Fransiskus Misionaris Maria (FMM)

Biara Notre Dame Des Victories
Kompleks Sekolah Regina Pacis
Jl. Palmerah Utara 1 no. 1
Jakarta 11480
Tel. 5482818

Tarekat Puteri-Puteri Penolong Umat Kristiani (FMA)

Biara Regina Pacis
Jl. Sunter Indah V Blok HJ 1 no. 4-5
Jakarta 14350
Tel. 65303820

Puteri-Puteri Cinta Kasih Canossian (FDCC)
Biara Canossa
Gang Canossa no. 1
Jl. Ceger Raya, Jurang Mangu Timur
Pondok Aren
Tangerang 15224
Tel. 7356349

Puteri-Puteri Fransiskan dari Hati Kudus Yesus dan Maria (FCJM)
Pondok Clara Pfaender
Jl. Kemangsari I no. 74
Jatikramat, Kel. Jatibening, Pondok Gede
Jakarta 17412
Tel. 8482277

Kongregasi Suster Santo Fransiskus Charitas (FCh)
Biara Lembah Spoleto
Jl. Mawar Indah no. 75
Lebak Bulus, Cilandak
Jakarta 12440
Tel. 7654216

Kongregasi Suster Santo Paulus dari Salib (CP)
Komunitas Suster CP
Jl. Pakis Raya H6/10
Bojong Indah
Jakarta 11740
Tel. 5828588

Suster Santo Fransiskus Asisi (KFS)
Komunitas KFS
Jl. Janur Elok IV QC 8/12A
Kelapa Gading Permai
Jakarta 14520
Tel. 4522827

Kongregasi Pengikut Yesus (CIJ)
Biara St. Paulus
Jl. Lapangan Strada II/6
Kranji
Bekasi 17135
Tel. 8846741

Suster-Suster Cinta Kasih Santo Carolus Borromeus (CB)

Biara CB
Jl. Salemba Tengah 8
Jakarta 10440
Tel. 3906535

Suster Fransiskanes Santa Elisabeth (FSE)

Biara PSE St. Paskalis
Jl. Cempaka Putih Timur I no. 7
Jakarta 10510
Tel. 4206788


Sumber: Komisi Panggilan Keusukupan Agung Jakarta, 2009 (dari buku "Inikah Pilihan Hidupku?" yang diterbitkan menyambut Minggu Panggilan 2009)

 

 
Sejarah Kongregasi JMJ
Kongregasi - Kongregasi JMJ
Friday, 07 November 2008 14:13
Didirikan oleh Pater Mathias Wolff, SJ pada 29 Juli 1822 di Amesfoort, Belanda, dengan nama "Pedagogi Chretienne" atau Societas Jesus Maria Joseph dan mengambil Keluarga Kudus Nazareth sebagai Pelindung Kongregasi.  Berawal dari keprihatian Pater Mathias akan situasi semangat umat Katolik yang sangat merosot pada jamannya karena orang-orang lebih mengutamakan hal-hal duniawi daripada kehidupan beriman.  Pater Mathias beranggapan bahwa salah satu jalan untuk mengembalikan semangat keagamaan sehingga orang lebih mengutamakan nilai-nilai adikodrati daripada nilai-nilai kodrati yang bersifat duniawi adalah dengan mempersiapkan calon-calon katekis dan pemimpin yang bersemangat.  Maka pendidikan dianggap sebagai karya yang dapat menjawab salah satu kebutuhan umat pada waktu itu.

Karisma dan spiritualitas Tarekat JMJ adalah 'kesiap-sediaan apostolis yang selalu menyesuaikan diri dengan kebutuhan masyarakat pada jamannya yang ditandai oleh sikap lepas bebas sebagai tanda penyerahan diri, melaksanakan kehendak Bapa' (Konstitusi no. 3).  Sedangka motto Tarekat JMJ adalah 'apabila Anda berada di tempat yang dikehendaki oleh Tuhan, tetaplah di sana, tetapi apabila ia menghendaki Anda ke lain tempat, pergilah…." (Konsitusi no. 3).  Tarekat ini pun mempunyai visi dan misi untuk bersama Gereja setiap hari kita akan memperbaharui wajah-wajah yang suram, tanpa belas kasih, putus asa karena berbagai alasan menjadi wajah baru dan bersinar.  Sistim ketidakadilan, penindasan, diskriminasi, eksploitasi dalam hati manusia maupun dalam tatanan sosial masyarakat dihapus dan diganti dengan tatanan yang lebih adil.  Jalan kemerdekaan yang ditempuh adalah mengubah wajah suram menjadi cerah dan memancarkan kasih Allah.  Bersama Gereja, Tarekat JMJ diutus untuk membawa wajah baru dunia.

Atas undangan Bapa Uskup Batavia, Tarekat JMJ datang ke Indonesia pada 30 April 1897 untuk mulai menaburkan benih-benih Kerajaan Allah lewat jalur pendidikan kepada anak-anak puteri di Minahasa, Sulawesi Utara.  Para pionir tiba di Minahasa pada 17 Juli 1898, tetapi baru mendapat ijin membuka karya resmi di bidang pendidikan pada Oktober 1907.  Sebelum Perang Dunia II, Gereja menugaskan Tarekat JMJ untuk berkarya di daerah Indonesia bagian Tengah dan Timur yang meliputi diantaranya Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Banggai di Sulawesi Tengah, Muna di Sulawesi Tenggara, dan Irian Jaya (sekarang Papua).  Setelah daerah-daerah tersebut, karya Tarekat JMJ baru merambah ke wilayah Jawa, Sumatera, Sumbawa, dan Timor.  Di tahun 1984, Tarekat JMJ mulai berkarya di Paroki  Cengkareng dengan membuka pendidikan khusus SMU yang kemudian disusul dengan pembukaan pendidikan untuk SMP, SD, dan TK.

Kongregasi yang mempunyai 44 komunitas/rumah biara yang tersebar di beberapa kepulauan di Indonesia ini pada mulanya hanya berkarya di bidang pendidikan.  Dengan adanya perkembangan jaman dan melihat kebutuhan umat yang semakin menantang, maka berbagai karya lainnya mulai dijalankan oleh Tarekat ini:

Bidang pendidikan dimulai dari TK, SD, SMU, SLB, SPK, dan AKPER.

Bidang Karya Kesehatan dengan mendirikan rumah sakit, rumah bersalin, dan balai pengobatan.

Bidang Sosial yang berpusat di Keuskupan Manado meliputi asrama SLB, asrama siswa/mahasiswa
atau pegawai, panti asuhan, rumah jompo, serta membuka lapangan kerja bagi mantan penderita penyakit
kusta.

Bidang Pastoral meliputi pemberian pelajaran agama, pastoral care (pendampingan rohani) di rumah sakit, pendampingan muda-mudi, retret, rekoleksi, dan pendalaman iman.

Pendidikan calon JMJ dibagi dalam 3 tahap: (1) Masa Pra-Postulat/Aspiran adalah masa perkenalan terhadap lingkungan Tarekat dengan tinggal pada salah satu komunitas/rumah biara; (2) Masa Postulat adalah masa calon diperkenalkan secara resmi pada Kongregasi dan sebaliknya, selama kurang lebih satu tahun; (3) Masa Novisiat selama 2 tahun yang dibagi menjadi Masa Tahun Kanonik saat calon diberi kesempatan secara intensif untuk mengundurkan diri dari dunia dan hanya memusatkan diri pada hal-hal rohani, dan Masa Yunior saat seorang suster muda diharapkan dapat mengintegrasikan antara hidup rohani/doa dan karya.  Adapun syarat-syarat bergabung dengan Tarekat JMJ adalah: (1) wanita berumur 18 tahun ke atas; (2) telah dibaptis; (3) pendidikan minimum SLTA/sederajat; (4) sehat jasmani dan rohani; (5) mendapat ijin orangtua/pastor paroki/pembimbing rohani; (6) terdorong untuk mempersembahkan diri kepada Tuhan dan sesama.

Untuk lebih mengenal dan mengetahui informasi selanjutnya, silahkan menghubungi kami pada alamat-alamat berikut:

Generalaat JMJ
Jagersboschlaan 17
5262 LS Vught Netherland
Fax. 073-6570249

Privinsialat JMJ
Jl. Somba Opu 273
Makasar, Sulawesi Selatan
Tel. 0411-855841

Susteran JMJ "Bintang Kejora"
Jl. Taman Cengkareng Indah Blok HC 11
Jakarta Barat 11720
Tel. 021-5407495
 
Sejarah Kongregasi OMI
Kongregasi - Kongregasi OMI
Friday, 07 November 2008 14:09

Kongregasi (atau Tarekat) Oblat Maria Imakulata (OMI) adalah tarekat tingkat kepausan yang anggotanya tersebar di sekitar 74 negara di dunia.  Tarekat ini berawal dari sekelompok kecil imam-imam yang dirintis oleh St. Eugenius de Mazenod di Aix-en-Provence, Perancis pada  25 Januari 1816 . Kemudian, kelompok yang dikenal dengan nama "Misionaris dari Provence" ini disahkan oleh Paus Leo XII dengan persetujuan resmi atas Konstitusi dan Aturan Tarekat pada 17 Februari 1826 dengan nama "Misionaris Oblat Maria Imakulata" (OMI).  Pilihan khusus OMI adalah melayani kaum miskin dan menjangkau daerah yang sulit/terlantar.

Dari Perancis OMI tersebar ke seluruh dunia, termasuk ke Indonesia.  Di tahun 1972, para Oblat - panggilan untuk para Imam OMI - yang berasal dari Provinsi Australia mulai berkarya di Keuskupan Purwokerto.  Sejak tahun 1975, mereka mulai berkarya di Keuskupan Agung Jakarta, yakni di wilayah Cengkareng.  Para Oblat Provinsi Perancis dan Provinsi Italia juga mulai berkarya di Indonesia sejak tahun 1977.  Mereka adalah para Imam yang terusir dari Laos karena rezim Komunis.  Oblat asal Perancis berkarya di Keuskupan Sintang, sedangkan Oblat asal Italia berkarya di Keuskupan Samarinda.

Setelah 15 tahun berkarya di Indonesia, para Oblat dari 3 Provinsi terpisah ini merasakan adanya dorongan untuk lebih mengembangkan karya-karya mereka dan memantapkan kesatuan OMI di Indonesia.  Untuk itu mereka sepakat untuk mulai merintis kelahiran OMI Provinsi Indonesia.  Lewat serangkaian pertemuan dan rapat, akhirnya OMI Provinsi Indonesia lahir pada 21 Mei 1993, dengan Provinsial pertamanya Romo Mario Bertolli, OMI (alm).

Inilah karya-karya OMI Provinsi Indonesia:

Rumah Formasi: Novisiat Beato Joseph Gerard dan Seminari Tinggi OMI di Yogyakarta.  Sejak diterimanya calon-calon Oblat asli Indonesia oleh para Oblat asal Australia di tahun 1974 hingga sekarang, tercatat telah ditahbiskan 29 Oblat asli Indonesia.  Romo Gregorius Basir Karimanto, OMI yang pernah bertugas di Paroki Cengkareng sebagai Kepala Paroki dan Ketua DP/PGDP 2002-2005 adalah Imam OMI pertama asal Indonesia yang ditahbiskan di tahun 1987.

Karya Parokial: Pulau Jawa (Jakarta, Purwokerto, Banyumas, dan Cilacap); Kalimantan Barat (Sepauk dan Dankan Silat); dan Kalimantan Timur (Tarakan, Malinau, Pulau Sapi, Balikpapan, dan Penajam).

Karya Kemasyarakatan lewat Yayasan Sosial Bina Sejahtera yang berkedudukan di Cilacap berupa program padat karya, bank perkreditan rakyat, balai pengobatan, Kelompok Swadaya Perempuan (Cilacap), dan Kelompok Swadaya Wanita (Yogyakarta), serta menyelenggarakan sekolah tingkat TK/SD/SMP/SMA/ SMK, LPK, dan Akademi Maritim.

Karya Devosional: Rumah Retret Santa Maria Imakulata dan Gua Maria di Kaliori, Jawa Tengahl; Gua Maria Metogog di Tarakan; dan Rumah Wisata Rohani Bintang Laut di Pangandaran.

Kehadiran OMI di Cengkareng dimulai pada bulan November 1974, saat Keuskupan Agung Jakarta menyerahkan Stasi Cengkareng kepada Tarekat OMI untuk ditingkatkan menjadi Paroki.  Pada Februari 1975, hadir Oblat pertama di Cengkareng, Romo Patrick Moroney, OMI.  Sejak saat itu hingga kini, Paroki Cengkareng digembalakan oleh para Oblat yang silih berganti hadir untuk berkarya dan berjalan bersama seluruh umat Cengkareng.  Hidup dan karya para OMI dapat berjalan dengan baik di Cengkareng tentulah berkat dukungan dan kerjasama dengan umat yang digembalakan.

Gereja yang hidup adalah Gereja yang mampu menunjukkan persatuan dan kerjasama yang baik antara Imam dan umatnya.  Keterlibatan umat Cengkareng sungguh sangat beraneka bentuknya: menjadi Pengurus Dewan Paroki, Wilayah, atau Lingkungan; terlibat dalam karya sosial, pelayanan kesehatan, pelayanan sekolah, mendukung karya perutusan para Oblat lewat doa-doa dan penggalangan dana pendidikan bagi para calon OMI.  Peranserta kaum awam dalam karya-karya para Oblat dirasakan sungguh penting, karena karya pelayanan Kerajaan Allah adalah bukan melulu tugas para Imam, melainkan juga tugas kaum awam dengan berbagai macam profesinya.  Awam dan Imam adalah rekan sekerja dalam melanjutkan karya perutusan Yesus Kristus di dunia ini.

Pelayanan bagi kaum muda mendapat perhatian lebih dari para Oblat.  Bukan hanya karena di pundak merekalah masa depan Gereja dan bangsa berada, tetapi pelayanan kaum muda memang merupakan misi awal yang digariskan oleh Bapa Pendiri OMI, St Eugenius de Mazenod.  Dalam zaman yang serba maju seperti sekarang ini, pendampingan bagi kaum muda menjadi sungguh penting, teristimewa dalam membantu mereka untuk menemukan panggilan hidupnya secara benar dan siap menghadapi tantangan zaman yang semakin berat.

Tak dapat dipungkiri, Gereja senantiasa membutuhkan seorang Imam untuk menjadi gembalanya.  "Banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih", mungkin ungkapan ini merupakan bagian dari misteri Panggilan Imamat.  Semua diberi kesempatan dan tawaran, tetapi Dia yang Empunya pekerjaan yang akan memilih siapa saja yang tepat untuk melakukan tugas perutusanNya.  OMI Provinsi Indonesia dengan tangan terbuka selalu menanti kaum muda yang merasakan Panggilan Khusus dariNya untuk bergabung ke dalam Komunitas OMI.  Semoga banyak orang muda Katolik dari Cengkareng yang semakin membuka diri pada Panggilan KhususNya.  Harapan kami adalah ditahbiskannya seorang Oblat asli Cengkareng di suatu saat nanti.

Mari kita terus berkarya dan berjalan bersama dalam terang tuntunan Allah Tritunggal Mahakudus.

(Sumber: Sabitah Edisi 48, Mei-Juni 2011)

Untuk informasi lebih lanjut mengenai Tarekat OMI, silahkan hubungi alamat berikut ini:

PROVINSIALAT OMI & RUMAH RETRET "MARIA IMAKULATA" KALIORI
Wisma OMI, P.O.Box 400, Purwokerto 53100
Jawa Tengah
Telp. 0281-796242
Fax. 0281-796234
Email:  This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it

SKOLASTIKAT OMI
Wisma de Mazenod
Jl. Nusa Indah II no. 235
Condong Catur, Yogyakarta 55283
Telp. 0274-881741
Fax. 0274-881718
Email: This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it

NOVISIAT OMI "Beato Joseph Gerard"
Blotan, Wedomartani, Ngemplak, Sleman, Yogyakarta
Telp. 0274-889783
Email: This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it
(alamat surat sama dengan alamat Skolastikat OMI di atas)

PERSONALIA OMI PROVINSI INDONESIA

Rm. Antonius Rajabana, OMI
Provinsial OMI Indonesia Kaliori, Jawa Tengah
Rm. Yohanes Damianus, OMI
Bendahara OMI Indonesia
Kaliori, Jawa Tengah
Rm. Antonius Widiatmoko, OMI
Superior Skolastik
Yogyakarta
Rm. Antonius Andri Atmaka, OMI
Magister Novis
Yogyakarta
Rm. Ignatius Yulianto, OMI
Tim Formasi
Yogyakarta
Rm. Antonius Sussanto, OMI Tim Formasi Yogyakarta
Rm. Petrus J. McLaughlin, OMI
Paroki Trinitas
Cengkareng, Jakarta
Rm. Peter K. Subagyo, OMI
Paroki Trinitas Cengkareng, Jakarta
Rm. Tarsisius Riswanta, OMI
Paroki Trinitas Cengkareng, Jakarta
Rm. Gregoirus Basir Karimanto, OMI Paroki Trinitas Cengkareng, Jakarta
Rm. F.X. Rudi Rahkito Jati, OMI
Paroki Trinitas Cengkareng, Jakarta
Rm. Agustinus Sattu, OMI
Penanggungjawab Rumah Retret
Kaliori, Jawa Tengah
Rm. F.X. Sudirman, OMI Paroki Maria Imakulata Banyumas
Rm. Nikolaus Ola Paokuma, OMI Paroki St. Stephanus Cilacap, Jawa Tengah
Rm. Carolus Burrows, OMI
Paroki St. Stephanus
Cilacap, Jawa Tengah
Rm. Vincentius Kaya Wathun, OMI
Paroki St. Stephanus
Cilacap, Jawa Tengah
Rm. Ignatius Wasono Putro, OMI
Paroki St. Petrus & Paulus
Balikpapan, Kaltim
Rm. Nicolas Setija Widjaja, OMI Paroki St. Petrus & Paulus Balikpapan, Kaltim
Rm. Carlo Bertolini, OMI Paroki St. Petrus & Paulus Balikpapan, Kaltim
Rm. Yoseph Rebussi, A.D. Paroki Stasi KM 15 Balikpapan, Kaltim
Rm. Agustinus A. Wiyono, OMI
Paroki St. Maria dari Fatima
Penajam, Kaltim

Rm. Dominikus Pareta, OMI

Paroki Maria Imakulata
Tarakan, Kaltim
Rm. Bernardus Agus Rukmono, OMI
Paroki St. Stephanus Malinau, Kaltim
Rm. Ignatius Priyantoro, OMI
Paroki St. Yohanes
Pulau Sapi, Kaltim
Rm. Wan Ibung Natale Belingheri, OMI
Paroki St. Yohanes Pulau Sapi, Kaltim
Rm. Tarsisius Eko Saktio, OMI
Paroki St. Petrus & Andreas
Sepauk, Kalbar
Rm. Jacques Chapuis, OMI
Paroki St. Petrus & Andreas Sepauk, Kalbar
Rm. Aloysius Wahyu Nugroho, OMI
Paroki St. Petrus & Andreas
Sepauk, Kalbar
Rm. Robert Heru Suhartono, OMI Paroki St. Yohanes Dangkan Silat, Kalbar
Rm. Simon Heru Supriyanto, OMI
Paroki St. Yohanes
Dangkan Silat, Kalbar
Rm. Henricus Asodo, OMI Centre International Eugenius de Mazenod Aix-en-Provence

MENGENAL OMI DAN PENDIDIKAN CALON OMI LEBIH JAUH

Apa itu OMI?
OMI adalah sebuah kongregasi/tarekat (kelompok) para imam dan bruder yang didirikan oleh St. Eugenius de Mazenod di kota Aix-en-Provence, Perancis.  Sebagai kelompok kecil, OMI dimulai tahun 1816, kemudian disahkan oleh Tahta Suci (Bapa Paus) pada tahun 1826.  OMI adalah singkatan dari Oblat Maria Immaculata.  Biasanya, secara singkat para pengikut kelompok ini dipanggil “Misionaris Oblat”.  Sekarang ini OMI berkarya di 67 negara denagn anggota berjumlah 4.400 orang.

Apa bedanya dengan para imam Praja, SJ, MSC, atau OFM?

Bedanya terletak pada: (1) Pendirinya.  Setiap kelompok itu mempunyai pendiri masing-masing, kecuali kelompok Praja.  Praja adalah imam di Keuskupan loka, sementara kelompok yagn lain biasanya bersifat internasional, lintas bangsa dan berkarya di seluruh dunia; (2) Semangat atau keprihatinannya.  Setiap pendiri memiliki semangat atau keprihatinan yang berbeda-besa sesuai zaman atau keadaan yang waktu itu dihadapi atau terjadi.  Istilah lain adalah setiap kelompok memiliki spiritualitasnya sendiri-sendiri.

Apa spiritualitas OMI?

Melihat Bapa Pendiri, St. Eugenius de Mazenod, kelompok OMI muncul di saat Gereja di Perancis porak-poranda, hancur lebur karena Revolusi Perancis.  Gereja yang memprihatinkan itu menggerakkan hati St. Eugenius untuk berbuat sesuatu.  Beliau mengumpulkan sejumlah imam untuk berjuang memulihkan “Gereja, sebagai warisan Sang Penyelamat yagn telah diperoleh dengan darahNya sendiri.”  Maka meneladan Bapa Pendiri, setiap Oblat juga memiliki semangat yang sama, yaitu melihat keprihatinan dalam Gereja, kemudian berkumpul sebagai komunitas atau kelompok, lalu berjuang bersama.  Sudah semestinya Oblat tidak pernah bekerja sendirian, namun sebagai kelompok atau di dalam komunitas berjuang melayani orang lain yang membutuhkan.

Melayani orang yang membutuhkan – maksudnya apa?
St. Eugenius tidak sembarang melayani orang.  Beliau tidak asal-asalan atau semau gue.  Beliau memilih (opsi) orang-orang yang hendak Beliau layani.  Standar atau ukurannya adalah mereka yang tidak terlayani oleh yang lain – orang-orang yang terlupakan.  Hal ini ditiru oleh Oblat pada masa kini.  Para Oblat melayani orang-orang yang paling sedikit dilayani dan paling terpencil dari yang lain.  Ini bukan hanya berbicara mengenai tempat, tetapi lebih dari itu, berbicara mengenai perhatian terhadap martabat setiap orang.  Dulu, St. Eugenius dalam khotbah pertamanya setelah ditahbiskan pada tahun 1811, menyentuh orang-orang yang terabaikan.  Beliau menyapa buruh, tukang cuci, tukang sapu, pedagang kecil – mereka yang tidak berarti di mata dunia.  Mereka disapa sebagai saudara yang berharga di mata Allah.  Inilah pilihan Oblat, inilah kekhasan yang menjadi metode/gaya setiap Oblat dalam berkarya untuk orang lain.  Di mana pun, Oblat akan mencari, menemukan, dan melayani mereka yagn paling terpinggirkan, paling terlantar, dan paling tidak dihargai.

Di mana bukti para Oblat melayani mereka yang terlantar?

Kalau diminta jawaban berupa tempat, amat banyak!  Misi di Pakistan, di Filipina Selatan, di Jafna (Srilanka bagian utara), di Kongo (Afrika), di Laos, di Kanada bagian utara, di Colombia, di pedalaman Kalimantan, dan masih banyak daerah misi lainnya.  Semua daerah itu amat sulit dan sudah memakan sejumlah nyawa para Oblat – bukan hanya karena perang, tetapi juga karena sulitnya medan karya dan beratnya tantangan alam.  Siapa yang sanggup ke sana?  Adakah yang punya nyali?  Berani?

Tetapi para Oblat juga berkarya di kota, bukan?
Benar sekali.  Oblat juga berkarya di kota-kota. Oblat bukan hanya berlumuran lumpur dan bergaul dengan monyet dan beruang, tetapi ada juga karya-karya mereka di kota.  Di sejumlah negara, Oblat juga memperhatikan pelayanan orang miskin yagn tinggal di kota, pendidikan intektual, dan juga karya keadilan sosial.  Sekolah dan universitas juga didirikan di sejumlah negara.  Termasuk juga Oblat berkarya di negara-negara maju dan moderen.  Pertanyaan pokok yang dilontarkan oleh Oblat sebelum memulai berkarya adalah adakah orang yang tak terlayani di daerah itu?  Jawaban atas pertanyaan itu ternyata dapat ditemukan di kota besar dan bahkan di negara maju.  Pendidikan iman yang diancam oleh sekularisme dan materialisme, kemiskinan akibat modernisasi, kesepian dan frustasi orang-orang pinggiran – hal-hal seperti itu adalah wajah orang-orang miskin dan terlantar yagn mudah sekali ditemukan di kota besar dan negara maju.  Ironisnya, hal-hal demikian malah tidak (belum kuat) terjadi di daerah pedalaman dan pelosok!

Apa harapan Oblat terhadap orang yang dilayani?
Harapannya jelas yakni (1) Hidup mereka menjadi lebih baik.  Ada 3 tahapan yang ingin dicapai: menjadikan seseorang lebih manusiawi (ada banyak di sekitar kita orang-orang yang hidupnya tidak manusiawi), menjadikan lebih Kristiani (ada banyak orang di sekitar ktia yang hidup berlawanan dengan nilai-nilai Kristiani) dan terakhir, menjadikan lebih suci (tujuan utamanya adalah hidup suci di mata Tuhan dan sesama).  Ini adalah impian kita bersama.  Wujud karya bisa bermacam-macam tetapi harapannya tetap sama. (2) Umat yang dilayani juga mau terlibat dalam karya Oblat.  Kita bekerja bersama, kita maju bersama, kita bahu-membahu berkarya bersama demi kemuliaan Tuhan dan tanda keselamatan melalui Gereja.  Maka diharapkan bahwa semua yang dekat degan Oblat (umat dan sahabat-sahabat OMI) memiliki semangat yang sama.  Mari kita kerja bersama!  Satu hal lagi, jangan lupa, kita juga mesti membawa anak-anak muda untuk menjadi Oblat!

(Romo Henricus Asodo, OMI, Rektor Seminari Tinggi OMI; Sumber: Majalah Sabitah Edisi 33, Mei-Juni 2008)

*****************************************

PADA SEBUAH JUMAT AGUNG 1807

(Pengalaman rohani St. Eugenius de Mazenod pada hari Jumat Agung 1807.  Pengalaman ini baru dicatatnya pada tahun 1814 dalam sebuah retret)

Aku mencari kebahagiaan di luar Allah dan setelah sekian lama, yang kutemukan hanyalah penderitaan.  Betapa sering di masa lalu, hatiku tercabik, tersiksa, memohon bantuan kepada Allah yang telah kutinggalkan.  Dapatkah aku melupakan airmata kesedihan yang mengalir saat aku memandang Salib pada hari Jumat Agung itu? Memang air mata itu mengalir dari dasar lubuk hatiku dan tidak ada yang dapat mencegahnya.  Airmata itu terlalu banyak untuk bisa kusembunyikan dari orang lain yang juga hadir dalam perayaan yang mengharukan itu.  Aku dalam keadaan berdosa berat dan inilah yang membuat hatiku amat sedih.

Kemudian, di lain kesempatan, aku dapat merasakan perbedaannya.  Belum pernah jiwaku merasa lebih berbahagia.  Ini semua hanya karena di sela-sela banjir airmata - meskipun sedih, atau lebih tepatnya, berkat kesedihanku, jiwaku melompat sampai pada tujuan akhirnya, yaitu Allah, satu-satunya tujuan yang bila sampai hilang akan amat terasa.

Untuk apa bercerita lebih banyak lagi?  Memang, aku tak akan pernah mampu mengungkapkan dengan tepat apa yang aku alami pada saat itu.  Hanya dengan mengingatnya saja, hatiku selalu diliputi dengan penghiburan rohani yang manis.  Aku mencari kebahagiaan di luar Allah, dan di luar Dia, yang kutemukan hanyalah derita dan kemalangan.  Tetapi senangnya, seribu kali lebih senangnya bahwa Bapa yang baik - meski ketidaklayakanku - menghujaniku dengan kekayaan belas kasihNya.  Satu hal yang sekurang-kurangnya dapat kulakukan sekarang adalah menebus waktu-waktu yang telah hilang percuma itu dan menggandakan cintaku kepadaNya.  Biarlah seluruh perbuatanku, pikiranku, dan lain-lainnya diarahkan pada tujuan itu.

Adakah penyerahan yang lebih besar daripada di dalam segala-galanya dan untuk segala-galanya? Hidup hanya untuk Tuhan, mencintai Dia di atas segala-galanya.  Mencintai Dia secara lebih, karena aku telah amat terlambat mencintaiNya.  Ya, kebahagiaan surga di mulai di sini, di dunia.  Marilah kita memilihnya sekarang!

(Romo F.X. Rudi Rahkito Jati, OMI, Magister Novis, blogspot Oblat Indonesia)

***********************************************************

CITA-CITA SEORANG OBLAT

Yang ingin menjadi anggota kita harus mempunyai hasrat yang menyala-nyala untuk menjadi sempurna, harus mempunyai cinta kasih yang berapi-api kepada Tuhan kita Yesus Kristus dan GerejaNya, mempunyai semangat yang berkobar-kobar akan keselamatan jiwa-jiwa.

Ia harus melepaskan hatinya dari segala kelekatan tak teratur pada barang-barang duniawi dan dari kelekatan berlebih-lebihan pada orangtuanya dan pada tempat kelahirannya; Ia harus melepaskan keinginan akan keuntungan, ia harus memandang kekayaan sebagai sampah, agar tidak mencari perolehan lain kecuali Yesus Kristus; berkeinginan untuk mempersembahkan diri kepada satu-satunya pelayanan kepada Allah dan GerejaNya baik di daerah-daerah Misi maupun dalam pelayanan-pelayanan Lembaha Hidup Bakti yang lain.  Akhirnya, ia harus berkemauan untuk menetap sampai mati dengan setia dan taat kepada Aturan-Aturan Lembaga.

(St. Eugenius de Mazenod, Bapa Pendiri OMI, 1853)

*****************************************************

MENJADI KRISTUS-KRISTUS YANG LAIN

Sejauh kelemahan-kelemahan kodrat manusia memungkinkan, para misionaris harus meniru dalam segalanya teladan-teladan Tuhan kita Yesus Kristus, Pendiri Utama Lembaga, dan teladan-teladan pada Rasul, Bapa-Bapa kita yang pertama.  Meneladan contoh-contoh agung itu, sebagian hidup para misionaris akan diperuntukkan bagi doa, perenungan diri, dan kontemplasi dalam kesunyian rumah Allah, tempat mereka akan tinggal bersama-sama.  Sebagian hidupnya yang lain akan dipersembahkan seluruhnya bagi karya-karya lahiriah yang memerlukan keaktifan yang besar seperti tugas-tugas misi, berkhotbah, mendengarkan pengakuan dosa, berkatekese, membimbing kaum muda, mengunjungi orang sakit, mengunjungi para tahanan, memberikan retret-retret rohani dan karya-karya sejenis lainnya.  Tetapi, baik sedang bertugas misi maupun selagi berada di rumah, kepentingan utama mereka adalah mencapai kemajuan hidup di jalan kesempurnaan gerejani dan religius; lebih-lebih mereka akan melatih diri dalam kerendahan hati, ketaatan, kemiskinan, pengingkaran diri, semangat matiraga, semangat iman, niat murni, dan lain-lainnya.  Pendek kata, mereka akan berusaha untuk menjadi Kristus yang lain, dengan menyebarkan ke mana-mana keharuman keutamaan-keutamaan yang menawan hati.

(St. Eugenius de Mazenod, Bapa Pendiri OMI, 1818)

********************************************************

KEMISKINAN SEPERTI YESUS

Kita berjalan mengikuti jejak-jejak seorang Guru yang menjadikan diriNya miskin demi kita.  Menjawab panggilanNya, "Jika engkau hendak sempurna, pergilah, juallah segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, kemudian datanglah kemari dan ikutilah Aku." (Mat 19:21).  Kita memilih kemiskinan Injili untuk menjawab panggilanNya. (Konstitusi OMI No. 19)


BERSAMA-SAMA DENGAN ORANG-ORANG MISKIN

Pilihan kita untuk hidup miskin mendorong kita untuk masuk dalam persekutuan yang lebih erat dengan Kristus dan orang-orang miskin; dengan demikian pilihan itu menentang ekses-ekses dari kekuasaan dan kekayaan serta memaklumkan datangnya dunia baru, yang bebas dari egoisme dan terbuka untuk berbagi rasa.

Menghadapi tuntutan-tuntutan karya perutusan kita dan keperluan-keperluan yang harus dipenuhi, kita kadang-kadang merasa lemah dan tak berdaya.  Pada saat itulah kita dapat belajar banyak dari orang-orang miskin, terutama kesabaran, pengharapan, dan kesetiakawanan. (Konstitusi OMI No. 20)

 



 

 
Sejarah Kongregasi ADM
Kongregasi - Kongregasi ADM
Friday, 07 November 2008 14:03

Kongregasi (atau Tarekat) Suster-Suster Amalkasih Darah Mulia (ADM) didirikan oleh Sr. Seraphine di Sittard, Belanda, pada 24 September 1890.  Awal mulanya, Sr. Seraphine bergabung bersama Biara Carolus Boromeus di kota Maastricht, Belanda.  Sepuluh tahun kemudian, Sr. Seraphine bersama 6 orang suster lainnya diutus ke kota Sittard di sebelah utara Maastricht.  Keberangkatan 7 suster ini adalah untuk memenuhi permintaan pastor paroki setempat guna menolong para jompo, orang miskin dan yatim piatu.  Kondisi kota dan rakyat yang porak poranda karena revolusi Perancis membuat ke-7 suster ini harus menanggung banyak derita.  Mendengar hal demikian, Kepala Biara Maastricht berniat menarik pulang suster-suster ini, tetapi pastor paroki mengusulkan rencana untuk melakukan pemisahan agar para suster di Sittard lepas dari induknya di Maastricht.  Oleh terang Roh Kudus dan kehendak Tuhan, Paus Leo XIII memberi pengesahan pada kongregasi baru ini dan sekaligus memberi tugas "Penghormatan Istimewa kepada Darah Mulia."

Di Paroki Cengkareng, kiprah para Suster ADM telah dimulai sejak Paroki masih muda.  4 Suster ADM tercatat bergabung dalam masa-masa awal Paroki ini.  Sr. Caritas ADM ditunjuk sebagai pendamping para Suster ADM yang bertugas di Cengkareng, Sr. Ignatia, ADM sebagai penanggungjawab rumah dan karya membuka kursus menjahit, Sr. Florentia, ADM diminta untuk bertugas di Paroki,  mendampingi para Romo dalam Tim Pastoral, dan Sr. Pauline, ADM (alm) ditugasi untuk membuka Kelompok Bermain (Play Group).

Dalam Karya Perutusannya, para Suster ADM mempunyai visi dan misi ingin mewujudkan Kerajaan Allah dan semakin menjadi saksi Allah, Sang Gembala yang setia dan penuh belaskasih, terutama dengan membagi hidup hingga memberikan 'nyawa' mencontoh Sang Gembala.  Dalam menjalani Karya Perutusan, Sr. Florentia, ADM yang mendapat tugas pastoral dan katekese mulai mendata keluarga-keluarga Katolik di lokasi sekitar susteran.  Saat bertugas sebagai Ketua Seksi Pewartaan, Sr. Florentia, ADM mengupayakan pengkaderan tenaga katekis untuk setiap Lingkungan, sehingga pelayanan persiapan Katekumen, Komuni Pertama, Sakramen Krisma dan Bina Iman tidak perlu lagi ditangani oleh para suster. Selain itu, mendengarkan orang yang mengalami kesulitan dan memerlukan jalan keluar telah menjadi bagian hidup Sr. Florentia, ADM selaku pengemban tugas perutusan karya Kongregasi di bidang pastoral.

Dalam Karya Sosialnya, para Suster ADM mempunyai visi dan misi pelayanan yang berpihak pada masyarakat miskin untuk menghadirkan Kerajaan Allah di tengah budaya keserakahan serta kemapanan. 

Para Suster ADM juga membentuk paguyuban yang bersemangatkan kerjasama, kemitraan, dan kemandirian dengan kekuatan yang ditimba dari nilai-nilai komunitas Allah Tritunggal, spiritualitas serta karisma ADM demi penyebaran, pembelaan, serta pemberdayaan hidup.

Dalam Karya Pendidikan, para Suster ADM melakukan pengajaran, pendidikan, dan menanamkan nilai-nilai Kristiani kepada para anak didik.  Di Paroki Cengkareng, Karya Pendidikan para Suster ADM ini terwujud lewat Sekolah Seraphine Bhakti Utama yang terletak di Perumahan Cengkareng Indah.  Spiritualitas para Suster ADM dijiwai oleh semangat dan keteladanan Sr. Seraphine, dengan melakukan kebaktian aktif pada Darah Mulia Tuhan Yesus Kristus. 

Bagi putri-putri yang merasakan panggilan untuk hidup membiara dan tertarik menjadi Suster ADM, silahkan menghubungi:

Susteran Amalkasih Darah Mulia (ADM)
Jalan Melati Raya no. 31
Cengkareng Indah
Jakarta Barat
Tel. 021-6191257