|
Artikel -
Umat Berbagi
|
|
Wednesday, 25 April 2012 14:53 |
|

Pada 8 Januari 2012, anak-anak BIA & BIR St. Benedictus yang baru terbentuk sejak 8 Mei 2011 untuk pertama kalinya merayakan acara Natal & Tahun Baru Bersama. Bertempat di Sekolah SMP-SMA Lia Stephanie di Taman Surya 5, acara diisi oleh anak-anak dan pembina BIA & BIR St. Benedictus, OMK, maupun pengurus lingkungan di wilayah 23.
|
|
Read more...
|
|
|
Artikel -
Umat Berbagi
|
|
Monday, 23 April 2012 15:38 |
|

Setelah mengikuti Misa Natal di Gereja Paroki Trinitas, Cengkareng, Lingkungan St. Yohanes dari Salib mengadakan Fellowship Gathering pada 25-26 Desember 2011 di Villa Green Apple Garden, Cipanas, Puncak, dengan tema “Berbagi dalam Kebersamaan”. Acara ini diadakan dalam rangka merayakan Natal sekaligus Pesta Nama Pelindung Lingkungan.
|
|
Read more...
|
|
Artikel -
Umat Berbagi
|
|
Friday, 10 February 2012 14:08 |
|
Kehidupan di dunia ini tidak dapat kita duga, hari ini bergembira, besok belum tahu apa yang akan terjadi. Apabila semua kita serahkan kepada Bapa Yang Maha Murah dan Maha Rahim kita dapat menjalaninya dengan penuh kedamaian.
Saya selalu di juluki orang yang berbadan besar dan kuat, tidak pernah mengenal lelah dan capek. Tapi saya hanya takluk dengan yang namanya sakit. Sakit membuat saya tak berdaya dan harus bertekuk lutut.
Kisah awalnya terjadi pada 20 Agustus 2011. Waktu itu saya merasakan badan agak lemas. Hari itu masih pagi, keringat dingin terus mengucur di sekujur tubuh saya. Pada hari yang sama saya berjanji akan menjemput Pastor Tony. Beliau dari Tarakan akan datang ke Jakarta untuk berobat karena serangan jantung. Sekali pun badan tidak enak, saya tetap menjemputnya dengan mengajak salah seorang teman yaitu Bu John (salah satu tokoh di paroki Trinitas) untuk menemani saya. Pastor Tony tiba di Bandara Soekarno-Hatta pukul 9.30 WIB. Dari bandara kami langsung menuju ke rumah sakit St Carolus sampai sore. Saya membantu Romo Agus Sattu mengurus administrasi dan koordinasi dengan dr. Onny yang menangani Pastor Tony. Kesibukkan selama sehari membuat saya tidak merasa lagi, tapi setelah urusan selesai kurang lebih jam 4 sore saya merasakan sekujur tubuh saya lemas sekali. Saya minta ijin kepada Romo Agus untuk pulang, begitu juga Romo Agus mengatakan saya juga sudah mau KO bu. Memang saya melihat wajah Romo Agus sangat letih sekali.
|
|
Read more...
|
|
Artikel -
Umat Berbagi
|
|
Friday, 10 February 2012 13:37 |
|
Pembaca, cobalah taruh sebentar Sabitah yang sedang Anda pegang ini, perhatikanlah jari jemari kedua tangan Anda dengan seksama, masih adakah melingkar di salah satu jari manis Anda cincin pernikahan yang telah diberkati Imam dalam Upacara Perkawinan Anda di Gereja?
Masih ada? Syukurlah. Tapi, seberapa jauh dampak pemakaian cincin itu bagi Anda? Apakah Anda masih bisa merasakan keberadaan cincin itu di jari tangan Anda? Atau cincin itu hanya menjadi asesori pelengkap saja? Atau yang lebih parah lagi, hanya menjadi hiasan belaka?
Mari kita kilas balik ke hari saat Anda dan pasangan Anda melangkah ke depan Altar Tuhan, hendak memohon berkat dan penyertaan Tuhan dalam hidup pernikahan Anda. Bagaimana Anda memandang pemberkatan itu? Hanya sebagai syarat pelengkap pembuatan surat pernikahan sipil Anda? Atau ada arti lebih yang Anda rasakan dari upacara sakral itu?
|
|
Read more...
|
|
Artikel -
Umat Berbagi
|
|
Sunday, 25 December 2011 16:54 |
|
Dahulu kala, hiduplah seorang petani bersama dengan seekor keledai. Setiap pagi, petani itu selalu membawa hasil panennya ke pasar untuk dijual, dengan dengan menggunakan kantong yang besar, yang disampirkan di tubuh si keledai. Supaya tidak terlambat sampai di pasar, petani selalu menyuruh keledainya berjalan cepat-cepat. Kalau sedikit lambat saja, si keledai dimaki-maki dan sesekali dicambuk dengan pecut. Alhasil, tubuh dan tenaga keledai lambat laun mulai melemah. Akhirnya suatu pagi, si keledai tidak sanggup lagi untuk berjalan, karena sudah sangat kesakitan dan kelelahan. Karena sudah kesal, akhirnya petani itu menjual keledainya kepada tukang kayu tetangganya.
Beruntunglah si keledai, karena tukang kayu ini orang yang baik hati. Dirawatnya keledai itu dengan baik, diberinya makan dan minum, hingga tenaganya pulih kembali. Keledi begitu senang dengan tuan barunya ini, karena begitu menyayangi dia. Karena pekerjaannya, praktis tukang kayu tidak banyak menggunakan tenaga si keledai.
|
|
Read more...
|
|
|
|
|
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 Next > End >>
|
|
Page 1 of 7 |