PENGUMUMAN
Si Keledai
Artikel - Umat Berbagi
Sunday, 25 December 2011 16:54

Dahulu kala, hiduplah seorang petani bersama dengan seekor keledai. Setiap pagi, petani itu selalu membawa hasil panennya ke pasar untuk dijual, dengan dengan menggunakan kantong yang besar, yang disampirkan di tubuh si keledai. Supaya tidak terlambat sampai di pasar, petani selalu menyuruh keledainya berjalan cepat-cepat. Kalau sedikit lambat saja, si keledai dimaki-maki dan sesekali dicambuk dengan pecut. Alhasil, tubuh dan tenaga keledai lambat laun mulai melemah. Akhirnya suatu pagi, si keledai tidak sanggup lagi untuk berjalan, karena sudah sangat kesakitan dan kelelahan. Karena sudah kesal, akhirnya petani itu menjual keledainya kepada tukang kayu tetangganya.

Beruntunglah si keledai, karena tukang kayu ini orang yang baik hati. Dirawatnya keledai itu dengan baik, diberinya makan dan minum, hingga tenaganya pulih kembali. Keledi begitu senang dengan tuan barunya ini, karena begitu menyayangi dia. Karena pekerjaannya, praktis tukang kayu tidak banyak menggunakan tenaga si keledai.

Add a comment

Read more...
 
Undangan Ulang Tahun
Artikel - Umat Berbagi
Sunday, 25 December 2011 16:50

Menjelang hari ulang tahun papa tercinta, 4 orang anak berkumpul untuk membicarakan rencana ulang tahun ayah mereka. Ke-4 anak ini sudah menjadi orang sukses di bidangnya. Mereka memutuskan untuk membuat pesta bagi ayahnya di sebuah hotel berbintang 5. Dan untuk memeriahkan pesta tersebut, anak-anaknya mengundang rekan-rekan mereka.

Add a comment

Read more...
 
Antara Pertobatan Petrus, Yudas, dan Saulus
Artikel - Umat Berbagi
Monday, 04 July 2011 19:17

"Basuhlah, bersihkanlah dirimu, jauhkanlah perbuatan-perbuatan yang jahat dari depan mataKu.  Berhentilah berbuat jahat." (Yes 1:16)

"Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju; sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba." (Yes 1:18)

Firman Tuhan yagn disampaikan Nabi Yesaya itu, semuanya tergantung dari diri kita sendiri.  Apakah kita mau bertobat dan menyesali dosa-dosa dan kesalahan yang kita perbuat?  Karena sebesar apa pun dosa yang kita lakukan, Tuhan pasti mau mengampuniNya, semerah apa pun kesalahan yang kita perbuat, Tuhan pasti mau membersihkanNya asal kita sungguh-sungguh mau bertobat dan menyesalinya.  Dan yang paling utama, apakah kita mau kembali kepada panggilanNya, karena Yesus telah menyerahkan nyawaNya di kayu salib untuk menebus dosa-dosa kita.  Sebagai manusia yang lemah, hidup kita tidak luput dari kesalahan dan dosa.  Tetapi apakah kita mau menyesalinya dan bertobat?

Add a comment

Read more...
 
Berbagi Melalui Jalan Salib
Artikel - Umat Berbagi
Sunday, 12 June 2011 12:10

Tidak seperti tema-tema APP tahun-tahun sebelumnya, tema APP 2011, “Mari Berbagi”, terkesan sederhana. Tema kali ini hanya terdiri dari 2 kata yang bahkan dapat dimengerti oleh anak kecil. Namun, semudah itukah makna dari tema tersebut dapat terungkap? Semua umat Katolik mengetahui bahwa APP (Aksi Puasa Pembangunan) merupakan sebuah sarana dari Gereja untuk mengamalkan setiap kebaikan yangterkandung dari setiap tema. Tema kali ini sangat mudah dimengerti karena berisi ajakan bagi kita untuk berbagi. Berbagi itu terkesan mudah, namun berbagi dalam arti yang sebenarnya tidak seperti membagikan kue pada teman baik kita. “Berbagi” yang terdapat dalam tema merupakan “berbagi” yang dapat diartikan secara multidimensi, tergantung pengetahuan dan iman orang yang mendengar atau membaca kalimat tersebut.

Add a comment
Read more...
 
Man of All Faiths - Bapa Semua Orang Beriman
Artikel - Umat Berbagi
Thursday, 26 May 2011 15:54

Di tengah-tengah perpecahan, Allah menyerang

Pada sebuah bel yang besar sekali,

Bagi Paus Slavia,

Terbukalah takhta.

Orang tidak akan melarikan diri dari pedang,

Seperti orang Italia.

Seperti Allah, Dia akan menghadapi pedang dengan berani

Bagi Dia, dunia adalah debu …

Lihatlah, datanglah Paus Slavia,

Saudara orang-orang.

- Juliusz Slowacki, Penyair Polandia, 1848

(peramal luar biasa sebab melalui puisi ini dia memprediksi terpilihnya seorang Paus asal Polandia di masa depan)

Kardinal Karol Wojtyla, Uskup Agung Krakow – orang yang selamat dari tirani Stalinisme dan Nazisme, dalam kurun waktu 455 tahun menjadi orang pertama bukan Italia yang dipilih menjadi Paus yang ke-264.

Sering dikatakan “Untuk memahami Paus ini, kita harus kembali meniti kisah awal di Polandia”. Semua hal-hal penting yang terjadi semasa tahta kepausannya berawal dari kehidupannya yang kelam di tanah Polandia. Visi Kristianinya, pelayanannya, dan emosinya berakar dari negara yang ditinggalkannya dan kemudian menjadi Bapa Suci Gereja Katolik Roma.

Add a comment

Read more...
 
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 Next > End >>

Page 1 of 7