PENGUMUMAN
Romo Yohanes Damianus, OMI: "Prodiakon Bukan Supermen dan Superwomen..."
Artikel - Romo Menyapa
Wednesday, 24 November 2010 00:00

Romo Yohanes Damianus, OMI memang bukan salah seorang Romo yang sedang berkarya di Paroki Trinitas, Cengkareng, tetapi keberadaannya di Cengkareng selama pengobatan luka tembaknya membawa Romo Dami – begitu Beliau biasa disapa – untuk beberapa saat ikut masuk dalam karya pelayanan jajaran para Romo OMI yang ada di Cengkareng.  Banyak kehidupan menggereja yang diamati Romo Dami selama membantu karya para imam di Cengkareng.  Sabitah mencoba sedikit bertanya-jawab dengan Romo Dami tentang Prodiakon di Paroki Trinitas, Cengkareng.

Definisi Prodiakon?

“Berdasarkan pandangan pribadi saya, Prodiakon berasal dari penggabungan dua kata yakni ‘Pro’ dan ‘Diakon’. ‘Pro’ menunjuk pada suatu keterlibatan dan keterkaitan dengan suatu figur tertentu dan atau tugas tertentu. Sedangkan ‘Diakon’ berarti pelayanan, yang dalam hal ini konteksnya adalah pelayan Gerejawi. Maka Prodiakon menunjuk pada seorang pelayan yang terlibat dan terkait dengan figur tertentu – yaitu Yesus Kristus - untuk bersamaNya masuk dalam tugas pelayanan Gerejawi.  Tentu saja pelayanan Gerejawi itu seluas dunia sifatnya, karena memang cita-cita Gereja adalah Gereja yang sungguh-sungguh terlibat dengan persoalan dan kemaslahatan dunia. Di sinilah perlu pembatasan ruang pelayanan bagi semua petugas pelayanan Gereja, termasuk juga bagi para Prodiakon.”

Maksud Pembatasan Ruang Pelayanan?

“Sebenarnya masing-masing Keuskupan atau juga di dalam suatu negara akan ada penentuan dari batas-batas pelayanan atau kewenangan yang boleh dilakukan oleh para pelayannya – biasanya kita kenal dengan hirarki. Pembatasan ini dimaksudkan agar ada fokus dalam melayani dan tidak saling tumpang tindih  dalam mengatur dan melaksanakan pelayanannya. Maka, semua orang yang masuk dalam Dewan Paroki dan semua Kelompok Kategorial, baik di tingkat Paroki, Keuskupan setempat ataupun di tingkat internasional, mestinya ada pengaturan batas pelayanan ini agar pelayanan dilakukan sungguh-sungguh dan tidak terjadi tumpang tindih, tapi berlaku seperti yang diungkapkan St. Paulus: Bagaikan anggota tubuh yang saling melengkapi. Demikianlah halnya juga dengan pelayanan para Prodiakon.  Saya yakin, di setiap Keuskupan dan Paroki yang memang memerlukan pelayanan para Prodiakon sudah disusun pula kerangka kerja atau ‘job description’ yang jelas untuk Prodiakon. Dan saya yakin pula bahwa  paska pemilihan para Prodiakon oleh umat yang kemudian diangkat dan dilantik dengan resmi oleh Gereja untuk pelayanan selama periode tertentu, para Prodiakon ini pasti sudah dibekali dengan berbagai pelatihan dan pembinaan mental dan spiritual yang baik.”

Add a comment

Read more...
 
Rm. Yohanes Damianus, OMI: "Tuhan, Ampunilah Mereka...."
Artikel - Romo Menyapa
Tuesday, 10 August 2010 17:40

Romo Yohanes Damianus, OMI  dikirim Kongregasinya ke tanah Pakistan sebagai Misionaris sejak 5 tahun yang lalu.  Pada 25 Mei 2010 yang lalu, Romo Dami mengalami peristiwa penembakan yang dilakukan oleh sekelompok orang – entah mereka itu perampok atau militan.  Hal ini mengakibatkan luka cukup serius.  Romo Dami lalu dikirim pulang ke Indonesia untuk menjalani serangkaian proses operasi dan pengobatan lebih lanjut.  Beruntung Sabitah dapat menemui Romo Dami yang masih dalam pemulihan paska operasi pertamanya di Pasturan Paroki Cengkareng. Add a comment

Read more...
 
Adorasi Sakramen Mahakudus: Senjata Ampuh dalam Peperangan Rohani
Artikel - Romo Menyapa
Sunday, 06 June 2010 21:21

Romo John Corapi, SOLT adalah seorang pengkhotbah ulung di jaringan televisi EWTN (Eternal Word Television Network).  Beliau selalu mengingatkan pendengarnya: “Sekarang kita ada dalam peperangan.  Peperangan rohani melawan ‘penguasa dan kekuatan’ (Efesus 6:12), sebuah peperangan yang sudah dimulai sejak adanya bangsa manusia – ‘Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya..’ (Kejadian 3:15).” Add a comment

Read more...
 
Serangan Terhadap Romo Damianus OMI
Artikel - Romo Menyapa
Tuesday, 01 June 2010 20:36

Berikut adalah surat elektronik dari Romo Bernardus Agus Rukmono, OMI yang pernah berkarya di Trinitas dan sekarang menjadi Misionaris di Pakistan bersama dengan Romo Damianus, OMI.  Hampir di penghujung tahun lalu, Romo Rukmono dan Romo Damianus  mampir juga ke Trinitas saat sedang cuti.

"Teman-teman yang terkasih dalam Kristus, saya ingin mensharingkan pengalaman teman kita Romo Damianus yang hampir saja ditangkap oleh 4 orang bersenjata yang tidak dikenal. Sekitar jam 4 sore pada 25 Mei 2010 yang lalu, Romo Damianus meninggalkan rumah Keuskupan Quetta untuk melayani umat di Paroki Khuzdar.  Jarak antara Quetta - Khuzdar sekitar 400 Km. Romo Damianus berangkat sendirian ke paroki tersebut karena orang yang bersedia menemaninya membatalkan janji karena ada kepentingan keluarga yang mendesak.

 

 

Add a comment
Read more...
 
4 Windu: Makin Maju, Makin Peduli Sesama Yang Kurang Mampu
Artikel - Romo Menyapa
Saturday, 29 May 2010 11:05

Selamat 32 Tahun sebagai Paroki!

Salam dan selamat HUT ke-32!

Perayaan hari kelahiran Paroki biasanya diperingati pada hari Pesta Nama yang tentunya selalu berubah-ubah setiap tahunnya, tetapi tanggal tepat PERNYATAAN BERDIRINYA PENGURUS GEREJA DAN DANA PAPA R.K. GEREJA ”TRINITAS” CENGKARENG, JAKARTA adalah tanggal 10 Juni 1978, sesuai dengan Surat Pengangkatan DP/PGDP Paroki Trinitas bernomor 543/3.25.4/78 yang ditanda-tangani oleh Bapa Uskup Agung Jakarta waktu itu, Alm. Mgr. Leo Soekoto, SJ.  Modalnya lima puluh ribu Rupiah. Yang ditetapkan sebagai personalia Badan Pengurus Gereja (Dewan Paroki Pertama) adalah Ketua: Pastor Petrus McLaughlin, OMI; Wakil Ketua: Bapak Robertus Antian Tjuk; Sekretaris: Bapak R.Y. Prabowo; Bendahara: Bapak Alexander Nahan; Anggota: Ibu F. Romana Rustinah dan Bapak V. Adiwahyanto.  Para Pengurus Pertama ini masih ada yang berkumpul bersama kita hingga sekarang, ada juga yang sudah pindah Paroki dan ada pula yang sudah kembali ke pangkuan Tuhan. Luar biasa rahmat Tuhan pada kita sebagai Paroki selama 4 Windu (32 tahun)! Kalau saya membandingkan, Paroki ini dimulai hanya dengan beberapa lingkungan dan sekarang sudah ada 133 Lingkungan dengan 23 Wilayah yang terdiri dari Pusat Paroki (Gereja Trinitas), 2 Stasi (Stasi St. Vincentius Pallotti, Dadap dan Stasi Sta. Maria Imakulata, CitraGarden City), serta satu Kapel (Sta. Maria Ratu Surga, Kodam). Juga dengan buku Profil Paroki yang penuh nama-nama  Pengurus Paroki di tingkat Seksi, Kelompok Kategorial, dan semua Wilayah dan Lingkungan hingga mencapai tebal 282 halaman, adalah sebuah gambaran wajar dari sebuah Paroki yang mau melayani sesamanya. Syukur kepada Allah Tritunggal yang memberi rahmat kepada semua Pengurus Gereja.  Semoga dinamika Gereja kita dapat terus-menerus berkembang dan semakin banyak lagi umat mau terlibat dalam pelayanan-pelayanan di Paroki yang kita cintai bersama ini sesuai dengan arahan perutusan dari Keuskupan Agung Jakarta, bahwa kita semua dipanggil untuk mengambil bagian dalam penggembalaan umat.

Add a comment
Read more...
 
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>

Page 5 of 10