|
Saturday, 21 August 2010 11:33 |
|
"Menjadi tua itu pasti, menjadi bijaksana itu pilihan." Kalimat ini menegaskan bahwa menjadi tua tidak otomatis menjadi bijaksana. Ketika putaran waktu semakin cepat dan tanpa terasa kita mulai masuk ke dalam kelompok lansia, kesadaran itu (untuk menjadi bijaksana), harus selalu ada dalam benak kita. Untuk itu, berikut 6 kiat menjadi bijaksana di hari tua, sekaligus untuk menggapai hidup bahagia bersama anak cucu.
Pertama, menerima diri dan kenyataan. Sambil menerima diri dan kenyataan, termasuk mimpi-mimpi indah masa muda yang belum terwujud, hendaknya kita selalu luangkan waktu untuk mengendapkan seluruh pengalaman kita. Hal-hal mengesan, menyenangkan, atau menyesakkan, hendaknya kita terima bersama perubahan fisik yang kita alami. Kulit tak lagi mulus, postur rubuh tak lagi ideal, rambut mulai memutih dan kekuatan semakin berkurang. Menerima kenyataan adalah awal mejnadi bijaksana. Maka kita menjadi tahu, sampai di mana kita melangkah dan dari titik itu kita mulai perjalanan baru yang penuh kebahagiaan, bukan penyesalan. Sebagaimana ajaran St. Paulus, hendaknya seluruh pikiran, sikap, dan perilaku kita diwarnai belas kasih, kemurahan dan kerendahan hati, kelemah-lembutan dan kesabaran (bdk. Kol 3:12). Hal penting lain, berapa pun usia kita, penampilan harus tetap diperhatikan. Wanita setua apa pun harus tetap mengatur rapih rambutnya, berdandan dan mengenakan pakaian dalam batas-batas kewajaran. Pria, berapa pun cucunya, tetap perlu mengenakan pakaian elegan. Menghargai diri sendiri adalah ciri pikiran sehat dan syarat pertama untuk mendapat penghargaan dari orang lain.
|
|
|
Saturday, 17 July 2010 14:40 |
|
"Saya bingung! 12 tahun saya menyekolahkan anak saya di sekolah Katolik, tapi mengapa dia tidak mau pergi ke gereja?" keluh seorang ibu.
Saking banyaknya, kalau saja setiap keluhan orangtua macam itu diganti dengan uang recehan, wah, pasti akan banyak sekali uang yang terkumpul. Sementara beberapa orangtua tidak terlalu memperhatikan atau bahkan tidak peduli, banyak orangtua yang lain dan juga para nenek atau kakek khawatir bahwa anak/cucu mereka, terutama yang umurnya berkisar 16-22 tahun meninggalkan iman Katolik.
|
|
Saturday, 17 July 2010 13:20 |
|
"Miss Kuroyanagi, saat Anda kembali ke Jepang, ada satu hal yang saya ingin Anda ingat. Orang dewasa meninggal sambil mengerang, mengeluhkan rasa sakit mereka. Tapi anak-anak hanya diam. Mereka mati dalam kebisuan, di bawah daun-daun pisang, mempercayai kita, orang-orang dewasa," demikian Tetsuko Kuroyanagi menuliskan pesan seorang kepala desa di Tanzania dalam bukunya Totto-Chan's Children (Anak-Anak Totto-Chan, terjemahan Gramedia, 2010, hal. 17).
Kuroyanagi, yang tenar karena bukunya Totto-Chan, bertutur mengenai kunjungannya sebagai Duta Kemanusiaan untuk UNICEF (United Nations Children's Emergency Fund, sekarang disebut United Nations Children's Fund pada tahun 1984-1997.
|
|
Tuesday, 02 March 2010 12:07 |
|

Agak aneh mungkin ya kedengarannya, itulah istilah yang iseng-iseng saya buat untuk melukiskan sebagian dari kita yang mungkin terlalu gila bekerja. Terlalu gila mencari nafkah untuk keluarga atau masa depan. Atau mungkin juga terlalu hobby dengan bidang pekerjaannya hingga mungkin komputer menjadi bestfriend, atau mungkin kedudukannya lebih tinggi dari istri, anak, pacar, orang tua, saudara, atau mungkin teman-teman kita. Disaat kita terlalu lama menghabiskan sebagian besar waktu kita yang hanya 24 jam sehari untuk duduk di depan komputer, secara tidak sadar kita mulai beralih dari profesi Freelancer menjadi seorang Freaklancer.
|
|
Sunday, 30 August 2009 17:22 |
|
Semakin Dekat Suami-Istri kepada Tuhan Semakin Dekat Suami-Istri Satu Sama Lain KOMITMEN Setiap panggilan menuntut dedikasi. Melalui upaya bijaksana dan penuh kasih, suami isteri dapat memperkokoh perkawinan. Sakramen Perkawinan mendatangkan rahmat yang dibutuhkan pasangan untuk tetap setia pada komitmen.
KASIH SAYANG Menunjukkan bahwa kita mengasihi setulus hati melalui cinta dan tindakan-tindakan kasih sayang, penuh perhatian dan peduli terhadap pasangan dan keluarga. |
|
|
|
|
<< Start < Prev 1 2 3 Next > End >>
|
|
Page 1 of 3 |