|
Artikel -
Kabar Terkini
|
|
Monday, 20 February 2012 15:28 |
|
“DIPERSATUKAN DALAM EKARISTI, DIUTUS UNTUK BERBAGI”
Para Ibu dan Bapak, Suster, Bruder, Frater, Kaum muda, remaja dan anak-anak yang terkasih dalam Kristus,
1. Bersama–sama dengan seluruh Gereja, pada hari Rabu yang akan datang kita memasuki masa Prapaskah. Rupanya pada tahun ini masa Prapaskah tiba amat cepat. Masa Natal yang lalu juga terasa amat singkat, lebih singkat dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Mungkinkah ini merupakan isyarat bagi kita semua,untuk membaharui semangat dan gaya hidup kita : dari semangat dan gaya hidup yang ditandai pesta-pesta (=masa Natal yang pendek) menuju semangat dan gaya hidup yang semakin terlibat, berbelarasa dan rela bermati raga (=masa Prapaskah yang cepat tiba) demi sekian banyak Saudari-saudara kita sebangsa setanah air yang kecil, lemah, miskin dan tersingkir?
Saudari-saudara kita ini karena berbagai macam alas an terpaksa hidup tidak sesuai dengan martabatnya sebagai pribadi manusia, citra Allah. Suatu pertanyaan yang menantang kita semua sebagai murid-murid Yesus Kristus untuk kita jawab secara pribadi, dalam keluarga, komunitas dan bersama-sama sebagai warga Keuskupan Agung Jakarta.
|
|
Read more...
|
|
|
Artikel -
Kabar Terkini
|
|
Tuesday, 11 October 2011 20:54 |
|
Menyambut Hari Pangan Sedunia, 16 Oktober mendatang, Konferensi Waligereja Indonesia mengajak kita semua untuk bersama-sama merenungkan dan beraksi nyata lewat tema "Kamu Harus Memberi Mereka Makan". Kelaparan adalah wujud nyata dari kemiskinan yang terjadi karena ketidakadilan dalam pembangunan ekonomi. Kelaparan - baik karena kemiskinan atau pemiskinan yang disengaja - adalah bentuk kekerasan terhadap hak asasi manusia.
|
|
Read more...
|
|
Artikel -
Kabar Terkini
|
|
Wednesday, 21 September 2011 12:46 |
|
Setiap tahun, paroki-paroki selalu mendapat kunjungan pastoral dari Keuskupan. Sampai tahun 2009 dilaksanakan oleh Julius Kardinal Darmaatmadja, SJ dengan merayakan Ekaristi bersama umat dan mengadakan pertemuan dengan Pengurus Dewan Paroki Pleno sebagai wakil umat. Dalam perjumpaan itu, Bapak Uskup berdialog dengan Pengurus DP tentang situasi dan tantangan pastoral yang dihadapi Paroki dan menemukan bersama strategi pastoral Paroki untuk mendorong perubahan kondisi umat yang lebih baik dalam hidup menggereja dan bermasyarakat sesuai dengan Ardas KAJ.
|
|
Read more...
|
|
Artikel -
Kabar Terkini
|
|
Wednesday, 22 June 2011 14:13 |
|

PPG Sta. Maria Imakulata (PPG-SMI) punya cara sendiri dalam mengungkapkan rasa syukur atas peranserta seluruh umat dan donatur dalam penggalangan dana pembangunan gereja Sta. Maria Imakulata. Sambil pula ikut ambil bagian dalam memeriahkan HUT Ke-33 Paroki Trinitas, Cengkareng, PPG-SMI menggelar Grand Bazaar “Melangkah bersama Umat” pada Sabtu-Minggu, 11-12 Juni 2011, di Circle West, Perumahan Citra Garden 6, CitraGarden City, Kalideres, Jakarta Barat.
|
|
Read more...
|
|
Artikel -
Kabar Terkini
|
|
Saturday, 18 June 2011 13:27 |
|
Di awal tahun 1971, Mgr. Leo Soekoto, SJ, Uskup Agung Jakarta, menyerahkan Stasi Cengkareng dan Stasi Kapuk kepada Paroki Tangerang. Saat itu, Paroki Tangerang memang mempunyai banyak Stasi mengingat rentang wilayah pelayanannya yang meliputi Ciledug - Tigaraksa, Serpong - Tanjung Pasir/ Tanjung Kait. Sebelum Romo Anton Mulder, SJ yang mengepalai Paroki Tangerang diserahi tugas tersebut, kegiatan penggembalaan umat di areal kedua Stasi itu masih dilaksanakan oleh Romo H. Kemper, MSC, dari Paroki Grogol untuk Stasi Cengkareng dan Romo S. Sutopanitro, PR untuk Stasi Kapuk.
Dengan surat No. 352/B.Tjk/1972 dan No. 353/ B.Tjk/1972 bertanggal 10 Juli 1972, Mgr. Leo Soekoto, SJ menugasi Bapak R.Y. Prabowo (yang saat itu masih bertugas sebagai seorang perwira TNI-AD dan membantu di Sekretariat Paroki Tangerang) dan Bapak V.A. Adiwahyanto (yang saat itu menjadi guru di SD Aloysius, Tangerang) untuk mengunjungi dan mendata umat di Stasi Cengkareng dan Kapuk guna mendapatkan data yang lebih rinci akan keberadaan mereka disamping juga untuk mengetahui jumlah umat di daerah ini serta kebutuhan akan sarana tempat beribadah. Pendataan terus dijalani oleh kedua sukarelawan ini hingga akhir Oktober 1972, saat pendataan umat dianggap selesai dan hasilnya dilaporkan ke Keuskupan Agung Jakarta lewat Romo Anton Mulder, SJ.
|
|
Read more...
|
|
|
|
|
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 Next > End >>
|
|
Page 3 of 8 |