PENGUMUMAN
Cakrawala Pengetahuan
Mengenal Bapa Gereja
Saturday, 21 August 2010 11:24

Judul buku: Bapa Bapa Gereja

Penulis: Paus Benediktus XVI

Penterjemah: Waskito, SJ

Penerbit: Dioma, Tahun 2010

Tebal buku: 272 halaman

 

Kenalkah kita dengan para Bapa Gereja?  Mengapa mereka mendapat predikat itu?  Kiranya jawaban dari kedua pertanyaan tersebut dapat kita temukan dengan membaca buku "Bapa-Bapa Gereja" yang merupakan dokumentasi audiensi umum yang diberikan oleh Paus Benediktus XVI di hadapan orang-orang yang berkumpul di Vatikan setiap hari Rabu.

Selama rentang waktu lebih dari 1 tahun (7 Maret 2007-25 Juni 2008), Paus berbicara tentang Bapa-Bapa Gereja, yaitu para tokoh Gereja yang hidup pada abad-abad pertama sesudah para rasul.  Secara umum, Paus tidak terlalu banyak bercerita tentang kisah hidup mereka, namun lebih pada pemikiran, ajaran, buah tulisan, kesaksian, dan karya mereka.

 
Anda Haus Akan Tuhan?
Friday, 20 August 2010 11:43

Judul buku: Ada Surga di Bening Matanya

Editor: F. Rudi D. Wibawa & Theo Riyanto

Penerbit: Kanisius

Tahun terbit: 2010

Tebal buku: 96 halaman

Menurut teologi Katolik, surga senantiasa dikaitkan dengan Kerajaan Allah yang dipahami sebagai suatu suasana.  Di dalamnya ada kasih, kedamaian, persahabatan, dan kerukunan, karena Allah adalah Sang Sumber semua suasana itu.  Jika surga dipahami demikian, maka aneka pertanyaan seputra surga terjawab sudah.  Surga ternyata ada di antara kita.

 
Seluk-Beluk Prodiakon
Sunday, 08 August 2010 17:01

Judul: Kompendium tentang Prodiakon

Penulis: Emanuel Martasudjita, Pr

Penerbit: Kanisius

Tahun Terbit: 2010

Tebal buku: 126 halaman

Prodiakon Paroki berasal dari umat awam yang diangkat oleh Uskup untuk melayani ibadat atau liturgi di Parokinya dalam jangka waktu tertentu.  Sebagai umat awam, latar belakang mereka tentu berbeda-beda.  Tidak semua Prodiakon, secara formal atau informal, pernah belajar tentang pelayanan ibadat atau liturgi.  Padahal untuk dapat melayani Gereja dengan baik, mereka harus memahami dan menghayati seluk-beluk Prodiakon.  Oleh karena itu mereka perlu sarana, bimbingan, dan pembinaan untuk mengantarkan mereka kepada pemahaman dan penghayatan sebagai prodiakon.

Buku Kompendium Tentang Prodiakon buah pena Rm. Emanuel Martasudjita, Pr ini kiranya layak menjadi salah satu sarana bagi para Prodiakon untuk memahamio dan menghayati seluk-beluk Prodiakon.  Sebagai sebuah kompendium atau ringkasan, buku ini menyajikan semacam panduan bagi Prodiakon secara padat, ringkas, dan sederhana.

Menilik isinya, buku ini memuat pengertian dan sejarah Prodiakon, peran kaum awam dalam liturgi Gereja, syarat dan tugas Prodiakon Paroki, profil Prodiakon yang baik, spiritualitas hidup Prodiakon, paham dasar liturgi bagi Prodiakon, perlengkapan liturgi bagi Prodiakon Paroki, pelayanan penerimaan Komuni, pelayanan sabda, serta pelayanan ibadat sakramentali-devosi.

Buku ini tidak hanya layak dibaca oleh para Prodiakon baru, mereka yang senior pun seharusnya wajib memiliki dan membaca buku ini. (Willy Putranta)

 

Sumber: Majalah Utusan No. 08, tahun ke-60, Agustus 2010

 
Berkat Iman Adalah Berkat
Sunday, 08 August 2010 16:00

Judul Buku: Al-Quran Sebagai Sabda Allah

Penulis: Y.B. Prasetyantha, MSF

Penerbit: Amara Book

Tahun terbit: 2010

Tebal: 106 halaman

Manusia hidup dalam konteks pluralitas iman.  Salah satu cara yang dapat ditempuh dalam menghadapi pluralitas iman adalah tidak hanya melihatnya sebagai "masalah" namun juga "berkat".  Kita dapat mempelajari dan mengenal iman agama lain supaya kita tidak mudah memberikan "cap" atau menilaian yang salah.

Buku ini mengulas studi Kristiani mengenai doktrin Islam tentang pewahyuan dengan cara mengajak kita untuk memahami tradisi dan konsep pewahyuan dalam agama Islam.  Penulis buku ini pun memaparkan tentang asal mula Al-Quran, pengalaman pewahyuan Al-Quran, proses pewahyuan, isi pokok Al-Quran, dan peran sentral Al-Quran dalam kehidupan umat Islam.

Pengenalan akan iman dan tradisi agama lain, khususnya mengenai pewahyuan Al-Quran bagi umat Islam, akan membantu kita menghargai agama lain dengan sungguh-sungguh mengenalnya, sehingga pluralitas iman tidak lagi dipandang sebagai masalah, namun sebagai berkat.

Dengan membaca buku ini, kita terbantu untuk sungguh memahami ajaran Islam tentang konsep pewahyuan.  Apalagi kita hidup di tengah masyarakat Islam terbesar di dunia.  Buku ini juga dapat membantu kita untuk semakin mengimani Yesus Kristus sekaligus bersikap terbuka terhadap agama lain. (Fransita, FCh)

 

Sumber: Majalah Utusan No. 08, Tahun ke-60, Agustus 2010

 
Kontroversi Ketidaksesatan Paus
Saturday, 17 July 2010 14:23

Judul Buku:  Paus dan Kekuasaan

Penulis: Robert McClory

Penerbit: Obor

Tebal Buku: 298 halaman

Dogma Infalibilitas Paus (Ketidaksesatan Paus) secara resmi diumumkan pada 18 Juli 1870 oleh Paus Pius IX.  Sontak pengumuman dan pemberlakuan dogma ini memunculkan aneka perdebatan sengit, dan umumnya berujung pada penolakan.

Meskipun dogma ini secara mutlak disetujui oleh Curia Romana dengan perimbangan 533 setuju dan 2 tidak setuju, namun tak pelak memunculkan pertanyaan besar dalam diri Gereja, "Mengapa dogma ini harus diberlakukan?"  Bukankah hal ini justru secara politis bertentangan dengan prinsip-prinsip kebebasan bangsa-bangsa?"

Mereka yang menolak kehadiran dogma ini umumnya menganggap kehadiran dogma tersebut tak ubahnya sebagai fosil kuno, tanda bahwa Gereja mulai kehilangan otoritas, bahkan ada yang mengatakan infalibilitas sebagai senjata tumpul.

Lepas dari semuanya, pertanyaan mendasar adalah apa yang menjadi dasar serta tujuan Curia Romana, melalui Paus Pius IX, memberlakukan dogma infalibilitas Paus?

Buku karya Robert McClory, jurnalis senior Kepausan, mencoba mengupas tuntas berbagai aspek seputar kehadiran dogma infalibilitas.  Secara lugas dan berusaha obyektif, Robert menampilkan kilasan sejarah yang melatarbelakangi penyusunan serta kehadiran dogma ketidaksesatan Paus.  Berbagai pandangan para ahli teologi pun dihadirkan dalam tulisannya, bahkan Robert mencoba memaparkan aneka pandangan pengembangan pemahaman dogma.

Semua ini dicoba tampilkan guna membantu Gereja memahami makna dogma ketidaksesatan Paus secara berimbang dan obyektif.  Harapannya agar aneka kontroversi yang menyertai kehadiran dogma ini dapat terpecahkan secara bijak.

Buku ini amat perlu, bahkan wajib dibaca setiap umat Gereja guna memahami serta menghayati imannya secara baik. (Thom H.W.)

Sumber: Majalah Utusan No. 07, Tahun ke-60, Juli 2010

 
<< Start < Prev 1 2 3 4 Next > End >>

Page 1 of 4