PENGUMUMAN
TERAMO JAKARTA 2013
Artikel - BOM = Buat Orang Muda
Monday, 21 January 2013 19:18

TERAMO (Temu Raya Muda OMI) adalah suatu acara dua tahunan tempat berkumpulnya anak-anak usia OMK (Orang Muda Katolik) dan remaja dari Paroki-Paroki dan tempat-tempat yang dilayani oleh para Oblat.  Para peserta Teramo akan mendengarkan Firman dan pengajaran, berdiskusi, bernyanyi, dan menampilkan kesenian dari daerah masing-masing.

Setelah pada tahun 2009 diselenggarakan di Cilacap dan tahun 2011 di Sepauk, Kalimantan Barat, TERAMO 2013 akan diselenggarakan di Jakarta dan Gereja Paroki Trinitas melalui Seksi Kepemudaan mendapat giliran menjadi tuan rumah.

Kegiatan ini akan berlangsung pada 30 Juni s/d 06 Juli 2013 dan diikuti oleh kurang-lebih 850 orang peserta dari Cilacap, Yogyakarta, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, dan Jakarta.  Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi: Bpk. Eko (0811-1883-621) dan Sdr. Sigit (0818-0837-1895).

Kami juga membutuhkan dana yang cukup besar demi terselenggaranya acara TERAMO JAKARTA 2013 ini.  Bagi umat yang berkenan membantu dapat menghubungi Bpk. Ignatius (0816-1915-495), Sdri. Vicky (0856-1410-119), atau Ibu Kurniati (0811-831-848). Umat dapat pula mentransferkan dana ke rekening Panitia TERAMO: BCA 757 045 8595 a/n A. Widiatmoko dan Kurniati S.

Terima kasih banyak atas perhatian dan partisipasinya.

Teman-teman kaum muda, siapkan dirimu untuk turut serta dalam acara akbar ini ya.....!!

Ikuti berita terkini tentang TERAMO 2013 di Facebook (Community): Teramo Indonesia atau Twitter: http://twitter.com/teramo_id

Add a comment
 
LDK Tim PD St. Thomas Aquinas
Artikel - BOM = Buat Orang Muda
Tuesday, 26 June 2012 12:22


Pada tanggal 28-29 Maret 2012 PDOMKK St. Thomas Aqunias mengadakan Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) yang ditujukan untuk TIM PDOMKK. LDK ini merupakan suatu moment yang telah dipersiapkan untuk mengubahkan setiap pribadi yang ada di dalam TIM PDOMKK St. Thomas Aquinas.

Add a comment
Read more...
 
Cerdas Ber-Facebook
Artikel - BOM = Buat Orang Muda
Tuesday, 01 May 2012 11:45

Tak ada yang meragukan kegunaan Facebook (FB).  Tapi, tak dapat diingkari pula bahwa tak sedikit orang terkena dampak buruknya.  Sementara itu, para remaja terlalu naif menggunakannya dengan mengunggah foto atau komentar yang seharusnya tak pantas dipublikasikan.  Dan banyak di antara mereka merasakan akibat buruk unggahan itu sendiri.

Saya pengguna FB yang hanya mempunyai 130 "teman".  Jumlah ini tergolong sedikit karena banyak orang yang mempunyai 1.200 "teman".  Marilah kita cermati apa arti teman.  Kalau kita menjawab teman berarti seseorang yang menemani kita dalam suka dan duka, apakah 1.200 teman FB kita bisa berperan semacam itu?  Sebaliknya, jika kita termasuk teman dari FB seseorang, bisakah kita memberikan diri menemani dia dalma suka dan duka?  Bila tidak, lalu, apakah arti teman sesungguhnya?  Apakah penambahan jumlah teman dalam FB hanya sekedar kontes popularitas?

Add a comment

Read more...
 
Cukupkah Dengan Chatting?
Artikel - BOM = Buat Orang Muda
Wednesday, 21 September 2011 12:56

"Sungguh menyedihkan apabila hasrat untuk mempertahankan dan mengembangkan persahabatan online mengorbankan kesempatan untuk keluarga, tetangga, serta mereka yang kita jumpai dalam keseharian." (Paus Benediktus XIV) Add a comment

Read more...
 
Dia Yang Menemani Aku
Artikel - BOM = Buat Orang Muda
Thursday, 21 April 2011 11:55

Di suatu tempat, ada satu keluarga atheis. Mereka mempunyai seorang anak perempuan berusia 7 tahun. Suatu malam, pasangan suami istri itu bertengkar. Pertengkaran itu menghebat, sampai akhirnya mereka pun saling mencaci satu sama lain. Akhirnya, dalam kekalapan akibat cacian istrinya, si suami pun meraih sebilah pisau dapur dan menikam istrinya berulang-ulang sampai sang istri meninggal dengan tubuh rusak penuh berlumurah darah. Selang beberapa waktu, si suami menyadari apa yang terjadi. Tanpa pikir panjang, ia pun menikamkan pisau ke jantungnya sendiri. Ia roboh, dan meninggal tepat di samping jenazah istrinya.

Semua kejadian itu disaksikan anak perempuan mereka dari balik pintu.
Sesudah memenuhi prosedur hukum yang berlaku, anak perempuan itu pun kemudian diadopsi oleh tetangganya sendiri, satu keluarga Kristen yang sudah lama menikah tetapi masih belum dikarunai anak. Pada hari Minggu, si anak dibawa ke Gereja oleh keluarga barunya. Itulah untuk pertama kalinya si anak perempuan mengikuti Ekaristi Kudus.

Add a comment

Read more...
 
<< Start < Prev 1 2 3 4 Next > End >>

Page 1 of 4