PENGUMUMAN
Cerdas Ber-Facebook
Artikel - BOM = Buat Orang Muda
Tuesday, 01 May 2012 11:45

Tak ada yang meragukan kegunaan Facebook (FB).  Tapi, tak dapat diingkari pula bahwa tak sedikit orang terkena dampak buruknya.  Sementara itu, para remaja terlalu naif menggunakannya dengan mengunggah foto atau komentar yang seharusnya tak pantas dipublikasikan.  Dan banyak di antara mereka merasakan akibat buruk unggahan itu sendiri.

Saya pengguna FB yang hanya mempunyai 130 "teman".  Jumlah ini tergolong sedikit karena banyak orang yang mempunyai 1.200 "teman".  Marilah kita cermati apa arti teman.  Kalau kita menjawab teman berarti seseorang yang menemani kita dalam suka dan duka, apakah 1.200 teman FB kita bisa berperan semacam itu?  Sebaliknya, jika kita termasuk teman dari FB seseorang, bisakah kita memberikan diri menemani dia dalma suka dan duka?  Bila tidak, lalu, apakah arti teman sesungguhnya?  Apakah penambahan jumlah teman dalam FB hanya sekedar kontes popularitas?

Add a comment

Read more...
 
Cukupkah Dengan Chatting?
Artikel - BOM = Buat Orang Muda
Wednesday, 21 September 2011 12:56

"Sungguh menyedihkan apabila hasrat untuk mempertahankan dan mengembangkan persahabatan online mengorbankan kesempatan untuk keluarga, tetangga, serta mereka yang kita jumpai dalam keseharian." (Paus Benediktus XIV) Add a comment

Read more...
 
Dia Yang Menemani Aku
Artikel - BOM = Buat Orang Muda
Thursday, 21 April 2011 11:55

Di suatu tempat, ada satu keluarga atheis. Mereka mempunyai seorang anak perempuan berusia 7 tahun. Suatu malam, pasangan suami istri itu bertengkar. Pertengkaran itu menghebat, sampai akhirnya mereka pun saling mencaci satu sama lain. Akhirnya, dalam kekalapan akibat cacian istrinya, si suami pun meraih sebilah pisau dapur dan menikam istrinya berulang-ulang sampai sang istri meninggal dengan tubuh rusak penuh berlumurah darah. Selang beberapa waktu, si suami menyadari apa yang terjadi. Tanpa pikir panjang, ia pun menikamkan pisau ke jantungnya sendiri. Ia roboh, dan meninggal tepat di samping jenazah istrinya.

Semua kejadian itu disaksikan anak perempuan mereka dari balik pintu.
Sesudah memenuhi prosedur hukum yang berlaku, anak perempuan itu pun kemudian diadopsi oleh tetangganya sendiri, satu keluarga Kristen yang sudah lama menikah tetapi masih belum dikarunai anak. Pada hari Minggu, si anak dibawa ke Gereja oleh keluarga barunya. Itulah untuk pertama kalinya si anak perempuan mengikuti Ekaristi Kudus.

Add a comment

Read more...
 
Manusia, Teknologi, dan Tuhan
Artikel - BOM = Buat Orang Muda
Tuesday, 21 September 2010 07:52

Dalam suatu kesempatan, saya berjalan menyusuri lorong-lorong Malioboro menuju ke arah Alun-Alun Utara Yogyakarta.  Setelah lelah berjalan, saya beristirahat sejenak di kursi yang ada di pinggir jalan.  Seraya menikmati suasana khas kota Yogyakarta, pandangan saya terpaku pada sebuah bangunan tua yang selama berdirinya telah menjadi saksi bisu laju perkembangan kota.

Bangunan tua itu adalah sebuah kantor pos.  Warga Yogyakart biasa menyebutnya sebagai kantor pos besar.  Setelah terlalu lama melamun, terbersit dalam pikiran saya, kira-kira sampai kapan gedung itu akan berfungsi sebagai kantor pos?

Add a comment
Read more...
 
Mengatasi Rasa Kecewa
Artikel - BOM = Buat Orang Muda
Saturday, 29 May 2010 15:33

Banyak orang pasti pernah mengalami yang namanya kecewa. Kecewa itu bisa bikin kita BeTe abis seharian tuch. Tapi… kalo kecewa ini mulai dipendem, wah.... gawat! Jangan sampe dech! Ini bisa bikin hati kita jadi pahit dan malah bisa bikin jadi penyakit. Mesti cepet-cepet diberesin.

Berikut ini beberapa point yang bisa kita lakuin buat bikin kecewa pergi dari kita:

1. Curhat

Curhat dech sama temen-temen yang bisa kamu percayain, setidaknya ada yang menghibur, kasih pendapat atau masukan sama kamu. Memang nggak gampang juga buat cari temen-temen yang bisa dipercaya, tapi kamu bisa selalu curhat sama Tuhan. Bicaralah, Dia pasti mendengar.

2. Belajar memaafkan, melupakan dan tetap mengasihi

Mengampuni itu obat yang paling manjur buat penyakit kecewa ini. Tapi nggak cukup  itu, lupakanlah apa yang udah terjadi. Biarkan itu jadi  masa lalu. Kita nggak bisa mengubah masa lalu bukan? Tetap kasihi dan  doakan orang yang sudah membuat kita kecewa. Itu tandanya hati kita udah beres, dan nggak menyimpan kecewa itu.

3. Bereskan

Kalo memang masalah itu perlu dibereskan dengan orang yang  bersangkutan, ya bereskanlah. Bicarakan dan jelaskan secara baik-baik  permasalahannya. Waktu berbicara, jangan pake emosi.

4. Sadar bahwa manusia masih bisa buat salah

Sebenarnya kita sedang sama-sama belajar untuk menjadi lebih baik lagi. Karena manusia nggak sempurna, tapi sedang menuju ke kesempurnaan  itu. Bukankah kita juga masih bisa ngecewain orang?

5. Positif thinking – berpikir positif

Mungkin mereka juga nggak bermaksud untuk mengecewakan kita. Mungkin  Tuhan ijinkan untuk memproses kita supaya menjadi bertambah baik lagi.  Bukankah besi menajamkan besi, manusia menajamkan sesamanya.

6. Terima apa adanya

Supaya kita nggak mudah kecewa, terimalah orang itu apa adanya.  Memang kita nggak bisa mengubah orang, cuma Tuhan yang sanggup.  Apa  kekurangan orang itu mestinya diperlengkapi dengan kelebihan kita. Tapi… kalo orang itu salah ya jangan sungkan untuk menegegur. Itu tandanya  kita sayang sama dia dan nggak mau orang tersebut jadi tambah ngaco.

7. Fokus pada orang lain

Fokus pada diri sendiri membuat kita mudah kecewa, karena kita akan  selalu merasa diperlakukan tidak adil. Coba alihkan pikiran kita pada orang lain dengan cara bagaimana membahagiakan orang lain sekalipun  mungkin kita tidak mendapat balasan kebaikan dari orang tersebut.

(Sumber: Majalah GFresh! - http://www.anakmuda.net)

(Kontribusi: Kresensia Fanny, umat Lingkungan St. Daniel)

Add a comment
 
<< Start < Prev 1 2 3 Next > End >>

Page 1 of 3